UMKM Sekarkijang Binaan BI Jember Jadi yang Tertinggi Nasional di KKI 2026

M. Ainul Budi • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:43 WIB
UMKM Sekarkijang Binaan BI Jember Jadi yang Tertinggi Nasional di KKI 2026
UMKM Sekarkijang Binaan BI Jember Jadi yang Tertinggi Nasional di KKI 2026

 

RADAR JEMBER - UMKM di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember yang meliputi Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang atau Sekarkijang, mencatat capaian gemilang dalam gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Hingga 23 Agustus 2026, penjualan daring UMKM KPwBI Jember mencapai Rp20,34 miliar dan menempatkannya pada peringkat pertama nasional untuk penjualan daring KKI 2026.

Capaian tersebut merupakan kontribusi UMKM Sekarkijang yang berpartisipasi dalam KKI 2026 melalui pameran luring maupun daring. Dua di antaranya bahkan berhasil masuk tiga besar UMKM dengan penjualan daring tertinggi secara nasional.

Stand UMKM KPwBI Jember
Stand UMKM KPwBI Jember

 

Penjualan UMKM Ketakasi tercatat sebesar Rp9,68 miliar dan menempati peringkat pertama nasional. Sementara itu, Argopuro Walida tercatat sebesar Rp5,53 miliar dan menempati peringkat ketiga nasional. Capaian tersebut mencerminkan semakin luasnya akses pasar dan jejaring bisnis bagi produk unggulan Sekarkijang melalui ekosistem KKI.

Secara keseluruhan, partisipasi UMKM Sekarkijang pada KKI 2026 dilakukan melalui berbagai kanal perluasan akses pasar. Sebanyak empat UMKM, yakni Batik Banjarwangi, Batik dan Tenun Rolla, Dapur Sehati, dan Pilar Factory, terpilih mengikuti pameran KKI secara luring. Selain itu, 28 UMKM Sekarkijang turut berpartisipasi dalam pameran daring.

UMKM Sekarkijang Binaan BI Jember Jadi yang Tertinggi Nasional di KKI 2026
UMKM Sekarkijang Binaan BI Jember Jadi yang Tertinggi Nasional di KKI 2026

 

Pada kegiatan business matching ekspor, Argopuro Walida, Doa Kopi, dan Mitratani Dua Tujuh juga berpartisipasi sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring bisnis dan peluang akses pasar produk unggulan Sekarkijang.

Secara nasional, KKI 2026 kembali mencatatkan capaian positif. Gelaran sinergi untuk memperkuat UMKM Indonesia tersebut mencatat penjualan sementara sebesar Rp144,2 miliar hingga 22 Agustus 2026, meningkat 46 persen dibandingkan capaian 2025.

Sementara itu, business matching (BM) ekspor mencapai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara. BM pembiayaan juga mencapai Rp285 miliar atau meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.

UMKM Sekarkijang Binaan BI Jember Jadi yang Tertinggi Nasional di KKI 2026
UMKM Sekarkijang Binaan BI Jember Jadi yang Tertinggi Nasional di KKI 2026

 

Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, dan jejaring bisnis, baik di dalam maupun luar negeri.

KKI 2026 juga memperkuat pengembangan UMKM yang berorientasi pada dampak melalui kolaborasi, penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir, inovasi merek lokal oleh generasi muda, serta penerapan prinsip keberlanjutan. KKI tidak hanya menjadi ruang promosi dan transaksi, tetapi juga bagian dari ekosistem pengembangan UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan inovasi, memperluas akses pasar dan pembiayaan, serta mendorong UMKM naik kelas.

“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman dalam Seremoni Penutupan KKI 2026 di JICC Jakarta, Minggu (23/8).

Kekuatan KKI 2026 juga tercermin dari luasnya kolaborasi yang terbangun. KKI 2026 melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia. Hampir 560 UMKM di antaranya berpartisipasi secara luring dengan menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, hingga karya kreatif generasi muda.

KKI 2026 juga didukung 27 kementerian/lembaga serta 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Pengembangan, kurasi, dan perluasan akses pasar UMKM turut didukung jaringan 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri dan lima Kantor Perwakilan Luar Negeri Bank Indonesia.

Di wilayah Sekarkijang, penguatan UMKM menuju KKI 2026 dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas dan kualitas produk, digitalisasi usaha, serta perluasan akses pembiayaan dan pasar. Salah satu implementasinya dilakukan melalui Sekarkijang Creative Fest (SCF) 2026 sebagai rangkaian Road to KKI 2026.

Dari 169 UMKM yang mengikuti proses kurasi, sebanyak 97 UMKM melanjutkan tahapan pengembangan melalui pendampingan, workshop, showcase, business matching, dan onboarding.

Rangkaian SCF x Banyuwangi Ethno Carnival 2026 selanjutnya melibatkan 624 UMKM, termasuk 40 UMKM showcase, serta menarik 11.992 pengunjung. Kegiatan tersebut mencatat transaksi penjualan sekitar Rp1,39 miliar dan business matching pembiayaan sebesar Rp2,8 miliar.

Rangkaian pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan UMKM Sekarkijang agar semakin siap memperluas skala usaha, memperoleh akses pembiayaan, serta menjangkau pasar yang lebih luas.

Pengembangan UMKM juga diarahkan pada penguatan ekosistem dan rantai nilai. Pada komoditas kopi, KPwBI Jember menginisiasi Holding Kopi Sekarkijang untuk mendorong konsistensi kualitas dan kontinuitas pasokan, memperluas akses pasar dan pembiayaan, serta memperkuat tata kelola UMKM kopi.

Pengembangan tersebut dilakukan melalui kolaborasi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Politeknik Negeri Jember, Perhutani, pelaku industri, serta berbagai mitra strategis.

Penguatan talenta dan potensi daerah turut diwujudkan melalui penyelenggaraan Cangkir Barista dan Citra Nusa. Cangkir Barista merupakan program pengembangan wirausaha kopi melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi nasional, dan pendampingan usaha bagi barista.

Sementara itu, Citra Nusa merupakan program penguatan daya saing UMKM wastra melalui peningkatan kapasitas, inovasi desain, dan pengembangan produk berorientasi ekspor. Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta menciptakan lapangan kerja.

Bank Indonesia akan terus mendorong UMKM agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saing melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, inovasi, digitalisasi, serta pengembangan ekosistem yang berkelanjutan.

Di wilayah Sekarkijang, KPwBI Jember akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan mitra strategis untuk memperluas akses pasar domestik maupun ekspor serta mendorong UMKM semakin naik kelas.

“Cintai, bangga, dan pakai produk UMKM Indonesia. Karena kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi UMKM Indonesia menjadi tuan rumah produk Indonesia dan bisa tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” pesan Aida.

Sejalan dengan semangat KKI 2026, Beudaya Meusare Sare, Berdaya Bersama-sama, KKI menjadi gerakan bersama untuk membawa karya terbaik UMKM dari seluruh penjuru negeri semakin dikenal, dicintai, dan digunakan masyarakat Indonesia, sekaligus menembus pasar global.

Capaian UMKM Sekarkijang pada KKI 2026 menjadi bagian dari semangat tersebut dan akan terus diperkuat melalui pengembangan kapasitas, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta kolaborasi untuk mendorong UMKM semakin tumbuh, tangguh, berdaya saing, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor : M. Ainul Budi
kki 2026 Jember UMKM bank indonesia banyuwangi