Puspita Yuandini, Dinilai Konsisten Kembangkan Ekonomi Kreatif dan Berdayakan UMKM Jember

Alvioniza • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 12:14 WIB

 

PUSPITA YUANDINI, SE
The Women’s Entrepreneurship and Creative Economy Empowerment
PUSPITA YUANDINI, SE The Women’s Entrepreneurship and Creative Economy Empowerment

RADARJEMBER – Kiprah Puspita Yuandini, SE, dalam mengembangkan usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Jember mendapat perhatian. Ia masuk dalam nominasi penghargaan kategori The Women’s Entrepreneurship and Creative Economy Empowerment atau Kewirausahaan Perempuan dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi, kreativitas, dan konsistensi perempuan dalam membangun usaha, mengembangkan ekonomi kreatif, serta memberdayakan UMKM dan generasi muda.

Wanita yang akrab disapa Dini dinilai mampu menghubungkan dunia usaha dengan pemberdayaan masyarakat. Kiprahnya sebagai pengusaha fesyen, penggerak Dekranasda, dan aktivis perempuan dinilai turut berkontribusi dalam pengembangan keterampilan, perluasan peluang kerja, serta penguatan produk lokal.

Kontribusi tersebut dinilai mencerminkan kepemimpinan perempuan yang mandiri, kolaboratif, dan memiliki dampak terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jember.

Salah satu dasar penilaian pencalonan Dini adalah rekam jejaknya dalam membangun usaha secara berkelanjutan. Red Shop disebut telah dikenal sebagai salah satu toko atau distro fesyen di Jember sejak setidaknya pertengahan 2010-an.

Usaha tersebut juga memiliki program keanggotaan pelanggan dan mampu bertahan di tengah persaingan bisnis fesyen lokal. Keberlanjutan usaha dinilai tidak hanya menunjukkan kemampuan dalam membuka bisnis, tetapi juga mempertahankan pasar, membangun kepercayaan konsumen, serta beradaptasi dengan perubahan tren.

Perkembangan dari bisnis ritel menuju produksi tersebut menjadi salah satu indikator kemampuan Puspita dalam membaca peluang sekaligus membangun rantai usaha yang lebih luas.

Bisnis fesyen dan konveksi juga dinilai memiliki efek ekonomi yang cukup besar karena melibatkan banyak pihak dalam proses produksinya. Mulai dari penjahit, desainer, tenaga produksi, pemasaran, percetakan, pemasok kain, distribusi, hingga tenaga administrasi.

Karena itu, keberadaan usaha yang dibangun Puspita dinilai tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pemilik usaha, tetapi juga bagi tenaga kerja dan mitra yang terlibat dalam rantai pasok lokal. Aspek tersebut menjadi bagian dari penilaian akhir, khususnya terkait jumlah tenaga kerja, mitra jahit, pemasok lokal, serta nilai proyek yang dikerjakan selama periode 2023–2026.

Melalui perjalanan usahanya, Puspita dinilai menunjukkan bahwa kewirausahaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan keberhasilan membangun bisnis, tetapi juga bagaimana usaha tersebut mampu menciptakan peluang, menggerakkan ekonomi lokal, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (ona/nur)

Editor : Alvioniza
Jember UMKM Ekonomi pengusaha