Sukses Jaga Stabilitas Ekonomi Sekar Kijang, KPwBI Jember Raih Penghargaan Radar Jember Awards 2026

Sidkin • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 06:00 WIB
Penyerahan penghargaan kepada KPwBI Jember atas dedikasinya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah di Sekarkijang dan transformasi pembayaran digital. (YULIO FA/Radar Jember)
Penyerahan penghargaan kepada KPwBI Jember atas dedikasinya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah di Sekarkijang dan transformasi pembayaran digital. (YULIO FA/Radar Jember)

JEMBER, Radar Jember Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember terus memperkuat stabilitas dan transformasi ekonomi di wilayah Sekar Kijang yang meliputi Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang. Sebagai strategic partner, KPwBI Jember bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong ekonomi inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing melalui tiga fokus, yakni pengendalian inflasi dan ketahanan pangan, pengembangan ekonomi daerah, serta digitalisasi sistem pembayaran.

Sinergi melalui TPID membuahkan berbagai capaian. Pada 2025, TPID Banyuwangi meraih Juara 2 TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik se-Jawa Bali. KPwBI Jember juga mendapat penghargaan dari Pemkab Banyuwangi dan Lumajang atas kontribusi dalam ketahanan pangan, pengendalian inflasi, dan penguatan ekonomi pertanian.

Pengendalian inflasi dilakukan melalui strategi 4K—keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi—yang diperkuat GPIPS. Hingga Juni 2026, terlaksana 11 HLM dan 11 capacity building TPID, pasar murah, SPHP, dan GPM di 234 titik, serta 42 fasilitasi distribusi pangan.

Baca Juga: Dorong Pesantren dan Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Halal, KPwBI Jember Gelar SAMARA x PQN 2026 di Situbondo

Penguatan pasokan dilakukan melalui peningkatan produktivitas, GAP, modernisasi sarana produksi, pascapanen, dan teknologi pertanian. Hingga Juli 2026, terealisasi lima KAD berbasis B2B yang menghubungkan kelompok tani dan koperasi Sekarkijang dengan offtaker dari Brebes, Probolinggo, Bali, dan daerah lainnya.

Hasilnya, pada Juli 2026 inflasi Jember tercatat 2,53 persen dan Banyuwangi 1,73 persen (yoy), masih dalam sasaran 2,5±1 persen serta lebih rendah dari Jawa Timur 2,87 persen dan nasional 2,88 persen. “Capaian ini menunjukkan sinergi stakeholder dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat Sekarkijang,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Iqbal Reza Nugraha.

Di sektor ekonomi daerah, KPwBI Jember mendorong local economic development melalui peningkatan kualitas produk, pembiayaan, digitalisasi, hilirisasi, dan akses pasar. Pada 2025, UMKM binaan Organic Culture meraih Juara I UKM Berprestasi Jawa Timur kategori Fashion dan Kriya, sementara Dapur Sehati meraih Juara III kategori Makanan dan Minuman.

Pengembangan pangan dilakukan dari hulu hingga hilir. Koperasi Produsen Sumberejo Jaya Emas memperoleh modal kerja hingga Rp1 miliar dan menerapkan mekanisasi serta teknologi pertanian yang meningkatkan produktivitas dari 7–8 ton menjadi 9–10 ton per hektare. Penguatan pascapanen, kerja sama dengan Bulog, dan gudang berkapasitas 500 ton turut memperkuat rantai pasok.

Baca Juga: Gelar Festival Muharram x SAMARA di Bondowoso, KPwBI Jember Sukses Dorong Transaksi UMKM Hingga Rp 900 Juta

Perluasan pasar menghasilkan pembelian 38 ton green bean kopi Bondowoso senilai sekitar Rp4,5 miliar oleh Catur Coffee Company pada 2025, serta ekspor 40 ton kopi robusta Doa Coffee ke Australia pada Desember 2025. “Pengembangan ekonomi kami arahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan kualitas, pembiayaan, hilirisasi, digitalisasi, dan akses pasar untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing pelaku usaha,” ujar Iqbal.

Penguatan ekonomi syariah dilakukan melalui SAMARA dengan fokus pada ekosistem halal, UMKM, pesantren, pembiayaan, dan akses pasar. Sementara SCF 2026 memperluas promosi UMKM melalui kolaborasi dengan Banyuwangi Ethno Carnival. Keseluruhan program mengintegrasikan produksi, pembiayaan, hilirisasi, digitalisasi, dan akses pasar untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, serta sumber pertumbuhan ekonomi baru di Sekarkijang.

KPwBI Jember juga mendorong ekonomi berkelanjutan melalui circular economy. Bersama Organic Culture, dikembangkan pengolahan limbah plastik melalui HDPE Molding menjadi produk bernilai jual dan Pyrolysis menjadi bahan bakar alternatif, energi, serta bahan campuran paving block. Organic Culture juga terpilih dalam kurasi UMKM hijau dan memperluas pasar ke Jepang.

Pengelolaan limbah diperkuat melalui Waste to Energy bersama PLN Paiton sejak 2023 dengan memanfaatkan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) sebagai campuran batu bara untuk co-firing. Sepanjang 2023–2026, lebih dari 89 ribu ton LRUK dimanfaatkan. Pengujian menunjukkan komposisi 4 persen LRUK dan 96 persen batu bara menghasilkan listrik gross 0,52 persen lebih tinggi dibandingkan penggunaan 100 persen batu bara.

Pada Semester I 2026, pemanfaatan LRUK diperluas sebagai bahan baku kardus pengemasan uang Rupiah dan media tanam, melanjutkan inovasi urban farming. “Kami ingin limbah tidak berhenti sebagai buangan, tetapi dapat kembali masuk ke siklus ekonomi sebagai bahan baku, produk, maupun sumber energi. Ini menjadi bagian dari penguatan ekonomi hijau dan keberlanjutan daerah,” jelas Iqbal.

 Baca Juga: Transformasi Wealth Management Berbuah Prestasi, BRI Raih Best Private Bank di Indonesia Versi Global Private Banker

Transformasi Digital Kian Inklusif Berkelanjutan

TRANSFORMASI digital menjadi salah satu pengungkit pengembangan ekonomi daerah. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember terus memperkuat ekosistem sistem pembayaran di wilayah Sekarkijang melalui perluasan QRIS, elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD), literasi pembayaran digital, serta inovasi pembayaran yang menjangkau aktivitas ekonomi masyarakat.

QRIS turut mendorong transformasi UMKM dan pelaku usaha menuju ekosistem ekonomi digital dengan transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Akseptasinya terus meluas, mulai dari UMKM, perdagangan, pariwisata, pendidikan, komunitas, hingga sektor produktif seperti pelelangan ikan di Jember, Banyuwangi, dan Situbondo serta bank sampah di Ambulu dan Wuluhan.

Pada 2026, merchant QRIS tumbuh rata-rata 28 persen (yoy), meningkat dari 24 persen pada 2025. Volume transaksi mencapai rata-rata 9,17 juta transaksi per bulan, hampir dua kali lipat dari 5,57 juta pada 2025. Sementara nominal transaksi meningkat menjadi sekitar Rp856 miliar per bulan dari Rp514 miliar pada 2025. Perluasan akseptasi juga dilakukan bersama perbankan, toko kelontong, masyarakat desa, dan sekolah di lima kabupaten Sekarkijang.

Baca Juga: Pengukuhan Kepala KPwBI Jember, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Sampaikan Pesan 5 Peran Penting BI

“Peningkatan akseptasi dan transaksi QRIS menunjukkan pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Kami terus memperluas penggunaannya agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan lebih luas,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Iqbal Reza Nugraha.

Di sisi pemerintah daerah, indeks ETPD se-Sekarkijang meningkat dari rata-rata 93,3 persen pada 2025 menjadi 97,55 persen pada 2026. Penguatan tersebut didukung Roadmap ETPD 2025–2029 yang disusun sesuai karakteristik masing-masing daerah. Pada 2025, KPwBI Jember juga mendapat apresiasi dari Bapenda lima kabupaten sebagai advisor digitalisasi daerah.

Transformasi digital turut mendukung inklusi keuangan. Banyuwangi menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia sebagai lokasi pilot digitalisasi bantuan sosial nasional 2025, dengan implementasi awal di Desa Kemiren dan Kelurahan Lateng. Sinergi KPwBI Jember dan Pemkab Banyuwangi mendukung ETPD, sarana akseptasi digital, koordinasi TP2DD, dan peningkatan kapasitas.

“Digitalisasi tidak hanya menyangkut pembayaran, tetapi juga bagaimana ekosistem transaksi pemerintah dan layanan publik menjadi semakin efisien, transparan, aman, dan inklusif,” ujar Iqbal.

Capaian tersebut menunjukkan transformasi digital Sekarkijang telah berkembang melampaui QRIS, dengan membangun ekosistem pembayaran yang menghubungkan UMKM, masyarakat, sektor produktif, layanan publik, dan pemerintah daerah untuk mendukung aktivitas ekonomi yang lebih efisien, aman, transparan, dan inklusif. (kin)

Editor : M. Ainul Budi
radar jember awards Sekar Kijang Jember KPwBI Jember bank indonesia