Luncurkan SIPETRAN untuk Wujudkan Desa Asri, Lestari dan Mandiri

Didik Supriyanto • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:25 WIB
TAK SEKEDAR PROGRAM: Wakil Rektor 3 UNEJ, Fendi Setyawan (tiga dari kanan) bersama Asisten I Setda Kabupaten Bondowoso, Solihin dan Kepala Bapperida Kabupaten Bondowoso, Anisatul Hamidah meluncurkan program SIPETRAN untuk kemandirian Desa (DIDIK SUPRIYANTO / RADAR IJEN)
TAK SEKEDAR PROGRAM: Wakil Rektor 3 UNEJ, Fendi Setyawan (tiga dari kanan) bersama Asisten I Setda Kabupaten Bondowoso, Solihin dan Kepala Bapperida Kabupaten Bondowoso, Anisatul Hamidah meluncurkan program SIPETRAN untuk kemandirian Desa (DIDIK SUPRIYANTO / RADAR IJEN)

BONDOWOSO, Radar Ijen - Desa Gunungsari merupakan salah satu Desa yang berada di lereng Gunung Argopuro. Wilayah ini memiliki potensi hutan sekitar 57 hektare dengan komoditas kopi robusta, jagung dan padi. Produksi kopi robusta tercatat sekitar 30 ton per tahun dan jagung sekitar 13 ton per tahun.

Namun, Desa Gunungsari masih menghadapi persoalan lingkungan dan kesehatan. Sampah organik dan limbah peternakan belum dikelola secara optimal, keterbatasan daerah resapan air serta resiko lingkungan di kawasan lereng menjadi masalah lingkungan yang perlu diselesaikan.

Demikian juga pada aspek kesehatan, kasus anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil masih ditemui di desa tersebut. Selain itu, adanya peningkatan kasus diare dari 41 kasus pada 2025, menjadi 48 kasus pada 2026 (hingga Februari).

Hal tersebut menjadi perhatian bagi Himpunan Mahasiswa Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (HIMAGIZI-UNEJ). Dengan program penguatan kapasitas organisasi kemahasiswaan (PPK Ormawa), mereka meluncurkan sistem pemberdayaan terpadu desa hutan berkelanjutan (SIPETRAN) di Balai Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (19/8).

Asisten I Setda Bondowoso, Solihin mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengapresiasi inovasi yang dikembangkan oleh UNEJ. "Saya pesan kepada masyarakat, tolong program ini benar-benar diseriusi. Karena ini program berkelanjutan dan berdampak langsung, sehingga nanti masyarakat bisa menjadi lebih baik," ujarnya.

PENGHIJAUAN: Wakil Rektor 3 UNEJ, Fendi Setyawan turut melakukan penanaman pohon dalam rangkaian peluncuran program SIPETRAN di Desa Gunungsari Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso, rabu (19/8) (DIDIK SUPRIYANTO / RADAR IJEN)
PENGHIJAUAN: Wakil Rektor 3 UNEJ, Fendi Setyawan turut melakukan penanaman pohon dalam rangkaian peluncuran program SIPETRAN di Desa Gunungsari Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso, rabu (19/8) (DIDIK SUPRIYANTO / RADAR IJEN)

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNEJ, Fendi Setyawan memaparkan bahwa Desa Gunungsari memiliki karakter wilayah yang sangat relevan dengan program pemberdayaan yang dirancang mahasiswa Gizi UNEJ.

"Program ini tidak hanya berbicara mengenai penghijauan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat, UMKM dan ekonomi keluarga. Kalau semuanya berjalan sinergis, sumber daya lingkungan dapat terjaga dan ekonomi kerakyatan juga tumbuh," jelasnya.

Terkait kelanjutan program, Fendi mengaku telah merancang pengembangan karir dan kewirausahaan. Sehingga pasca program ada evaluasi dan pemantauan.

"Harapan kami program ini sustain. Kalau program berakhir kemudian kegiatan juga berakhir, tentu tidak akan membawa dampak atau manfaat. Tetapi kuncinya ada pada masyarakat, bagaimana masyarakat menerima inovasi itu, mengembangkannya, dan merasa bahwa program tersebut menjadi kebutuhan mereka sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim PPK Ormawa HIMAGIZI UNEJ, Oktavia Rahma Ramadhani mengatakan bahwa SIPETRAN dirancang sebagai jawaban atas berbagai persoalan tersebut dengan menjadikan masyarakat sebagai aktor utama perubahan.

"SIPETRAN kami bangun dari potensi dan kebutuhan masyarakat Gunungsari. Kami tidak ingin program ini hanya menghasilkan kegiatan, tetapi membangun sistem yang dapat terus dijalankan masyarakat," paparnya. SIPETRAN ditargetkan menjadi lebih dari sekadar program mahasiswa.

Melalui penguatan kelembagaan masyarakat, produk lokal, konservasi, kesehatan, pangan dan teknologi, program ini diarahkan untuk mewujudkan Desa MANDHÂRI—Desa Gunungsari yang asri, lestari, dan mandiri. (dsy/ika)

Editor : Didik Supriyanto
Sumber : liputan
himagizi unej desa hutan Universitas Jember