RADAR JEMBER - BONDOWOSO, Kopi lokal tidak hanya dapat diolah menjadi minuman, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk nonpangan bernilai tambah. Melalui program pemberdayaan ibu-ibu petani kopi Desa Tanah Wulan, Tim DPPM Teknik Kimia Universitas Jember mengembangkan COFFI (COFFee Ice Candle), yaitu lilin aromaterapi dengan bubuk kopi asli Maesan sebagai salah satu bahan utamanya.
Kegiatan yang diketuai oleh Helda Wika Amini ini memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai pembuatan lilin aromaterapi serta pemanfaatan kopi sebagai produk kreatif. COFFI mengusung konsep ice candle, yaitu lilin dengan tampilan menyerupai bongkahan es yang dibuat menggunakan es batu pada proses pencetakan.
Formula dan Proses Pembuatan COFFI
Formulasi pada COFFI sendiri yang digunakan adalah soy wax, pewarna cokelat, pewarna orange, fragrance oil, ice cue, sumbu lilin, serta bubuk kopi asli dari Maesan. Soy wax terlebih dahulu dilelehkan, kemudian pewarna dan fragrance oil ditambahkan hingga tercampur merata.
Selanjutnya, sumbu diposisikan di tengah cetakan, kemudian ice cube dan bubuk kopi dimasukkan sesuai konsep produk. Soy wax cair dituangkan secara perlahan ke dalam cetakan dan dibiarkan hingga mengeras. Setelah lilin mengeras, produk dikeluarkan dari cetakan dan diperiksa untuk memastikan bentuk, warna, posisi sumbu, serta tampilan bubuk kopi sesuai dengan yang diharapkan.
Melalui praktik tersebut, masyarakat memperoleh keterampilan dalam mengatur komposisi bahan, proses pencampuran, dan teknik pencetakan sehingga dapat menghasilkan produk lilin dengan tampilan yang konsisten.
Kopi Lokal sebagai Identitas Produk
Penggunaan bubuk kopi asli Maesan menjadi salah satu ciri khas COFFI. Pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa komoditas pertanian lokal dapat dikembangkan menjadi produk nonpangan yang memiliki nilai tambah. Dengan demikian, peluang ekonomi kopi tidak hanya berasal dari penjualan biji atau minuman, tetapi juga dapat diperluas melalui produk kreatif.
Selain keterampilan produksi, masyarakat juga diarahkan untuk mengenal pengembangan produk, mulai dari desain kemasan, branding, penentuan harga, hingga pemasaran melalui media sosial. Keterampilan tersebut diharapkan dapat mendukung ibu-ibu petani kopi dalam mengembangkan COFFI sebagai usaha berbasis potensi lokal.
“Harapannya, COFFI tidak berhenti sebagai produk hasil pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif yang memiliki ciri khas Desa Tanah Wulan dan memberikan peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Helda Wika Amini.
Kegiatan pengabdian DPPM ini diketuai oleh Ir. Helda Wika Amini, S.Si, M.Si, M.Sc. selaku dosen dari Program Studi Teknik Kimia Universitas Jember. Dalam pelaksanaannya, Helda Bersama oleh Intan Hardiatama, S.T., M.T. dosen dari Program Studi Teknik Mesin dan Dyah Ayu Savitri, S. TP., M. Agr. dari dosen Program Studi Ilmu Pertanian Universitas Jember sebagai anggota pelaksana.
Kegiatan ini juga melibatkan lima mahasiswa Universitas Jember dari Program Studi Teknik Kimia, yaitu Intan Dwi Marselina, Andi Zaki Fakhri, Iqbal Rafly Nahrullah, Thamasu Ocmadama, dan Marshanda Gitalis Natarina. Kelima mahasiswa tersebut turut membantu berbagai tahapan kegiatan, mulai dari persiapan alat dan bahan, proses produksi, pengendalian mutu, pengemasan, dokumentasi, hingga penyusunan laporan dan publikasi kegiatan.
Ke depan, Tim DPPM Teknik Kimia Universitas Jember akan melanjutkan pendampingan bersama dalam penyempurnaan formulasi, pengembangan variasi aroma dan desain, peningkatan kemasan, serta penguatan strategi pemasaran dan branding. Melalui pendampingan tersebut, COFFI diharapkan dapat berkembang dari produk hasil pelatihan menjadi produk ekonomi kreatif yang dapat diproduksi dan dipasarkan secara mandiri oleh masyarakat.