Dari Limbah Jadi Berkah, Polije Dorong Desa Badean Kembangkan Ekonomi Sirkular Berbasis Kopi

M. Ainul Budi • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:50 WIB
Dari Limbah Jadi Berkah, Polije Dorong Desa Badean Kembangkan Ekonomi Sirkular Berbasis Kopi
Dari Limbah Jadi Berkah, Polije Dorong Desa Badean Kembangkan Ekonomi Sirkular Berbasis Kopi

 

RADAR JEMBER – Kopi menjadi salah satu hasil perkebunan andalan Jember. Salah satu daerah penghasil kopi yang cukup menjanjikan berada di Kawasan Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari. Tapi tidak banyak yang tahu bahwa manfaat kopi tidak hanya ada pada bijinya, tetapi juga pada limbahnya.

Pemanfaatan limbah inilah yang menjadi tantangan yang ingin dijawab oleh tim dosen Politeknik Negeri Jember. Agenda ini digagas untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah kopi menjadi produk bernilai tambah.

Secara umum, kegiatan yang diprakarsai oleh Lintang Anis Bena Kinanti, Eka Yuniar, Fitriya Andriyani, serta Dinu Saadillah dan dua mahasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui penguatan nilai tambah limbah kopi, pengembangan kapasitas usaha masyarakat, serta peningkatan kualitas lingkungan dan layanan sosial desa.

Dari Limbah Jadi Berkah, Polije Dorong Desa Badean Kembangkan Ekonomi Sirkular Berbasis Kopi
Dari Limbah Jadi Berkah, Polije Dorong Desa Badean Kembangkan Ekonomi Sirkular Berbasis Kopi

 

Pendekatan ekonomi sirkular dipilih karena terbukti mampu mengurangi timbulan limbah agroindustri kopi hingga lebih dari 80% dari biomassa buah kopi, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru berbasis pemanfaatan kembali sumber daya lokal secara berkelanjutan.

“Program ini dirancang sebagai upaya integratif untuk menjawab permasalahan lingkungan, ekonomi, dan sosial yang dihadapi masyarakat desa, sekaligus mengoptimalkan potensi lokal berbasis komoditas kopi,” kata Lintang. Limbah yang dimanfaatkan adalah kulit kopi yang kemudian disulap menjadi briket atau arang, yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sehari-hari.

Dari Limbah Jadi Berkah, Polije Dorong Desa Badean Kembangkan Ekonomi Sirkular Berbasis Kopi
Dari Limbah Jadi Berkah, Polije Dorong Desa Badean Kembangkan Ekonomi Sirkular Berbasis Kopi

 

Serangkaian kegiatan yang yang dilakukan meliputi pelatihan mesin pencacah kulit kopi dan pembuatan briket dari limbah kulit kopi, pelatihan literasi keuangan, serta pelatihan pemasaran digital melalui website dan media sosial. Langkah ini, lanjut dia, juga sebagai bentuk pengembangan Desa Badean, Kabupaten Jember sebagai desa wisata berbasis ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah kopi dan penerapan inovasi digital yang berkelanjutan.

Pendekatan yang digunakan adalah integrasi ekonomi sirkular–desa wisata–inovasi digital dengan BUMDes sebagai koordinator utama. Ada tiga aspek yang menjadi tolok ukur yaitu penguatan unit usaha sirkular berbasis limbah kopi, pengembangan wisata edukasi Puncak Badean, dan peningkatan kapasitas manajemen dan literasi keuangan serta partisipasi sosial masyarakat.

“Selama ini kawasan Puncak Badean sudah cukup dikenal namun belum memiliki konsep matang terkait aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Melalui kegiatan ini diharapkan Desa Badean memiliki daya tarik wisata edukatif yang berbasis pada praktik ramah lingkungan dan inovasi lokal,” lanjutnya.

Lagnkah kolaborasi ini disambut positif oleh Pemerintah Desa Badean. Kepala Desa Badean, Purnanto berharap dukungan dari akademisi dapat memberikan masukan bagi pengembangan wisata desa, khususnya di Kawasan Puncak Badean.

“Di Desa Badean ini ada kawasan wisata Puncak Badean yang menawarkan keindahan alam. Dengan sinergi bersama di bidang pengolahan limbah kopi yang notabene merupakan produk andalan Badean, serta ilmu baru dalam literasi keuangan dan pemasaran digital, dapat memberikan dukungan dalam kesejahteraan masyarakat sekitar yang juga menjadi pengelola kawasan wisata,” pungkasnya.

Warga Desa Badean dalam program hibah PKM ini juga menjadi bagian aktif dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Tidak sedikit yang terlibat aktif dalam survei lapangan, penyediaan data potensi kopi dan limbah kopi, serta penentuan permasalahan. Selain itu juga memfasilitasi lokasi kegiatan, mengelola aset program, serta mengikuti pelatihan penggunaan mesin dan pembuatan briket limbah kopi. Begitu pula dalam pelatihan literasi keuangan dan pendampingan model bisnis desa wisata, serta penerapan pencatatan transaksi keuangan untuk mendukung operasional usaha.

Editor : M. Ainul Budi
Jember Polije Kopi