Dekom PTPN I dan III Tinjau Kebun Mitratani, Soroti Potensi Edamame Tembus 12 Ton per Hektare

Alvioniza • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:27 WIB
KUNJUNGAN: Dekom PTPN I dan III Tinjau Kebun Mitratani, Terkesan dengan potensinya
KUNJUNGAN: Dekom PTPN I dan III Tinjau Kebun Mitratani, Terkesan dengan potensinya

 

Radar Jember– Dewan Komisaris (Dekom) PTPN I dan PTPN III (Persero) meninjau langsung lahan budidaya edamame dan okra milik PT Mitratani Dua Tujuh (MDT), Selasa (11/8). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat capaian budidaya sekaligus membahas peluang pengembangan produksi dan pasar ekspor perusahaan.

Rombongan meninjau lahan edamame seluas 22 hektare dan okra 10 hektare. Dalam kunjungan tersebut, Komisaris Independen PTPN I Sutan Adi Hendra menyoroti capaian produktivitas edamame MDT yang telah mencapai 12 ton per hektare. Angka tersebut melampaui standar produktivitas yang berada di kisaran 9 ton per hektare.

Menurutnya, pengalihan lahan yang sebelumnya digunakan untuk komoditas tebu ke edamame dinilai lebih produktif dan menguntungkan. Bahkan, hasil tersebut dinilai mampu menutup potensi kehilangan penghasilan sedikitnya 20 persen.

Sutan juga mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan pasokan bahan baku. Sebab, kapasitas pengolahan pabrik mencapai 60 ton sehingga kebutuhan lahan dan pasokan harian harus dihitung secara cermat agar tidak terjadi kekurangan bahan baku yang dapat meningkatkan biaya operasional.

Sementara itu, Komisaris Utama PT MDT menilai masih terdapat dua tantangan utama yang perlu segera diselesaikan, yakni kepastian lahan kemitraan dan kapasitas pabrik. Saat ini kapasitas pengolahan berada di kisaran 30–35 ton per hari karena sejumlah mesin, termasuk unit IQF, membutuhkan perbaikan dan revitalisasi.

Keterbatasan tersebut membuat sejumlah purchase order (PO) masih tertunda. Padahal, volume ekspor saat ini berada di kisaran 200–300 ton dengan peluang pengembangan hingga 600 ton.

Direktur PT MDT menyampaikan, penguatan budidaya dilakukan melalui reformasi manajemen, perbaikan SOP, serta peningkatan pengawasan. Produk edamame MDT saat ini memiliki pasar ekspor kuat, dengan sekitar 70 persen produksinya dikirim ke Jepang, sedangkan sekitar 20 persen lainnya menyasar Eropa dan pasar global.

Usai meninjau lahan, rombongan melanjutkan kunjungan ke pabrik untuk melihat proses produksi dan mencoba berbagai produk ekspor MDT. Dalam pemaparan kinerja, Dewan Komisaris PTPN I dan III mengapresiasi capaian operasional dan keuangan MDT per 31 Juli serta mendorong agar kinerja 2026 dapat melampaui RKAP.

Dekom juga mendukung pengembangan lahan edamame dan okra di eks HGU PTPN I seluas 200 hektare di Deli Serdang, Sumatera Utara. Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperluas skala produksi sekaligus mendekatkan akses pasar ekspor ke Singapura dan Malaysia.(ika/yul)

Editor : Alvioniza
PTPN I mitratani Edamame