RADAR JEMBER - Keterbatasan fisik akibat kecelakaan atau sakit kerap membuat penyandang disabilitas di desa harus bergantung penuh pada keluarga, sementara akses layanan kesehatan dan dukungan sosial masih terbatas. Kondisi inilah yang mendorong sejumlah mahasiswa turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi warga secara nyata, bukan sekadar mendengar laporan.
Hal ini yang mendasari kegiatan peninjauan yang dilakukan Kelompok KKN Kolaboratif 2026 Desa Garahan terhadap penyandang disabilitas di desa tersebut. Kegiatan bertujuan untuk melihat langsung kondisi masyarakat serta menjadi bentuk dukungan atas upaya kelompok KKN di Desa Garahan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (27/07/2026) dengan mendatangi kediaman salah satu warga, Pak Dedy Irawan, yang telah lumpuh selama bertahun-tahun.
Ketua Kelompok KKN Kolaboratif 2026, Gagas Budi Wicaksono, menanyakan langsung kondisi yang dialami Pak Dedy sebagai bentuk perhatian kelompok terhadap warga setempat.
"Sudah berapa lama Pak Dedy Irawan mengalami ini?" tanya Gagas Budi Wicaksono, selaku ketua kelompok KKN Kolaboratif 2026. Gagas juga menanyakan siapa yang selama ini merawat Pak Dedy sehari-hari.
Tujuh Tahun Terbaring Akibat Kecelakaan
"Saya sudah lumpuh akibat kecelakaan selama 7 tahun lalu," ucap Pak Dedy. Musibah yang dialaminya bertahun-tahun silam membuat kedua kakinya tidak dapat diselamatkan, sehingga sejak itu ia hanya bisa terbaring di kasur dan menjalani hidup dengan sisa kekuatan yang ada.
"Saya juga di sini dibantu ibu saya," ucap Pak Dedy. Sang ibu merawat dan menjaganya dengan penuh kasih, di tengah kewajiban untuk tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Sejalan dengan Program Homecare Pemerintah Jember
Kondisi yang dialami Pak Dedy sejalan dengan sasaran program pemerintah Jember, yakni Homecare. Melalui program ini, Jember menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang mengoperasikan layanan publik homecare secara resmi dan menyeluruh sekabupaten. Program ini hadir untuk memangkas hambatan biaya dan keterbatasan fisik, sehingga masyarakat miskin ekstrem, lansia sebatang kara, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, penderita penyakit kronis, hingga balita stunting dapat mengakses pengobatan medis secara gratis.
Melalui kegiatan peninjauan ini, Kelompok KKN Kolaboratif 2026 Desa Garahan berharap masyarakat dapat lebih peka terhadap kondisi warga seperti Pak Dedy, mengingat masih banyak orang dengan kondisi serupa di luar sana yang perlu mendapat perhatian lebih.