Dari Jember, HalalChain Bikin Rantai Pasok Daging Ayam Halal Bisa Dilacak Lewat QR Code, Ini Inovasinya

Alvioniza • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:57 WIB
INOVASI: Tim pengabdian masyarakat dari akademisi dan mahasiswa saat mengimplementasikan inovasi HalalChain di Jember. IFA
INOVASI: Tim pengabdian masyarakat dari akademisi dan mahasiswa saat mengimplementasikan inovasi HalalChain di Jember. IFA

 

JEMBER, Radar Jember – Langkah strategis memperkuat ekosistem pangan halal nasional terus bergulir dari daerah. Di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tim dosen multidisiplin menginisiasi inovasi rantai pasok halal berbasis teknologi bertajuk HalalChain, sebuah sistem ketertelusuran (traceability) digital yang dirancang khusus untuk UMKM sektor unggas.

Inisiatif melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Pendanaan 2026 ini berhasil meraih pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini hadir untuk menjawab tantangan krusial dalam rantai pasok daging unggas, mulai dari pemenuhan kompetensi juru sembelih, kepastian jaminan higienitas produk, hingga keterbukaan informasi bagi masyarakat.

Keberhasilan program ini tak lepas dari kolaborasi lintas perguruan tinggi yang melibatkan pimpinan lembaga dan akademisi berpengalaman. Tim pengabdian diketuai oleh Umi Cholifah, S.H.I., M.H., Dosen Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Jember yang juga menjabat sebagai Ketua LP3H (Lembaga Pendamping Proses Produk Halal).

Dalam pelaksanaannya, sosok akademisi yang akrab disapa Ifa tersebut berkolaborasi dengan Siti Khayisatuzahro Nur, M.E.I., Dosen Universitas Muhammadiyah Jember sekaligus Ketua Pusat Studi Sentra Halal (PSSH), serta Dr. Ir. Nur Widodo, S.Pt., M.Sc., Ketua Program Studi Peternakan Universitas Jember yang juga merupakan Auditor Halal.

Kerja sama ini semakin solid dengan keterlibatan mahasiswa, di antaranya Febi Visma, Fery Imanur, dan R. Arjuna, yang turun langsung mendampingi para pelaku usaha di lapangan.

Tim pengabdian masyarakat dari akademisi dan mahasiswa saat mengimplementasikan inovasi HalalChain di Jember. IFA
Tim pengabdian masyarakat dari akademisi dan mahasiswa saat mengimplementasikan inovasi HalalChain di Jember. IFA

 

Ifa mengatakan, penguatan ekosistem halal yang diusung tidak hanya menyentuh aspek digital, melainkan dimulai dari hulu paling mendasar, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Jadi, para juru sembelih mendapatkan pelatihan intensif berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), baik berupa pendalaman teori syariat maupun praktik penyembelihan secara presisi,” katanya.

Selain kepastian jaminan halal sejak awal proses, peserta juga dibekali edukasi tata cara pengemasan produk yang memenuhi prinsip halalan thoyyiban. Dengan begitu, daging ayam yang dihasilkan tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga terjamin kebersihan, keamanan, serta mutunya bagi konsumen.

Selanjutnya, inovasi ini disempurnakan melalui penerapan aplikasi digital HalalChain. Setiap produk daging ayam dari UMKM mitra dilengkapi QR Code interaktif pada kemasannya.

Saat memindai kode tersebut, konsumen dapat secara transparan mengakses berbagai informasi penting, seperti identitas dan sertifikasi kompetensi juru sembelih, hingga tanggal pelaksanaan penyembelihan. “Sistem ini menjadi jawaban atas kebutuhan konsumen akan kepastian dan rasa aman terhadap produk pangan yang dikonsumsi,” lanjutnya.

Ifa menegaskan HalalChain merupakan pijakan awal dalam membangun ekosistem halal terintegrasi dari hulu ke hilir. Sistem ini dirancang untuk memberi kepastian bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan Rumah Pemotongan Unggas (RPU) halal, para pedagang yang membutuhkan bahan baku tepercaya, hingga masyarakat konsumen di tingkat rumah tangga.

Melalui integrasi antara peningkatan kapasitas SDM, penjaminan mutu produk, dan keterbukaan informasi berbasis teknologi digital, program ini diproyeksikan mampu mendorong lahirnya RPU mandiri yang profesional di Jember.

Langkah ini sekaligus menjadi katalisator bagi UMKM sektor unggas untuk meningkatkan standar kualitas, transparansi, serta daya saing produk di pasar yang lebih luas. (kin)

Editor : Alvioniza
LP3H UMKM PKM