RADARJEMBER -Upaya mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berkembang dan meningkatkan daya saing tidak hanya bergantung pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga membutuhkan penerapan standar produksi yang baik serta tata kelola usaha yang terstruktur.
Penguatan aspek halal, kesehatan, dan kebersihan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas produk pangan, sementara pengelolaan keuangan yang tertata diperlukan untuk mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha. Hal tersebut menjadi fokus kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui program “Pemberdayaan UMKM Kanza Food di Tempurejo melalui Penguatan Aspek Produksi 3H (Halal, Health, Hygiene) dan Tata Kelola Keuangan untuk Scale-Up Usaha” yang dilaksanakan di Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember.
Kegiatan tersebut melibatkan mitra Kanza Food, pelaku usaha pangan yang berlokasi di Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember. Pendampingan dilakukan dengan mengintegrasikan penguatan prinsip 3H dalam proses produksi serta pengembangan tata kelola keuangan sebagai upaya meningkatkan kualitas produksi, memperkuat manajemen usaha, dan mendorong Kanza Food untuk dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Program ini berangkat dari pentingnya penguatan standar produksi dan tata kelola usaha bagi UMKM pangan yang terus berkembang. Dalam proses produksi pangan, aspek halal tidak hanya berkaitan dengan pemilihan bahan yang sesuai dengan ketentuan syariat, tetapi juga perlu diiringi dengan penerapan kesehatan dan kebersihan untuk memastikan produk yang dihasilkan aman dan berkualitas. Prinsip 3H tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam pendampingan Kanza Food, yang juga diikuti dengan penguatan tata kelola keuangan melalui digitalisasi sebagai upaya mendukung efisiensi pengelolaan usaha dan mendorong proses scale-up secara berkelanjutan.
Kegiatan pendampingan diawali dengan peserta terlebih dahulu mengisi pre-test untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka mengenai sanitasi dan higiene dalam proses produksi pangan. Hasil tersebut kemudian menjadi gambaran awal bagi tim dalam memberikan pendampingan. Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai sanitasi dan higiene produksi, serta penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai pedoman penerapan prinsip 3H dalam kegiatan produksi di Kanza Food.
Dr. Moehammad Fathorrazi, M.Si., Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, menekankan pentingnya penerapan prinsip 3Hdalam setiap tahapan produksi pangan di Kanza Food. Menurutnya, penerapan standar produksi yang memperhatikan aspek kehalalan, kesehatan, dan kebersihan perlu menjadi bagian dari kebiasaan kerja, sehingga dapat menjaga kualitas produk sekaligus mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha.
Pendampingan tersebut ditujukan kepada owner dan karyawan Kanza Food agar memiliki pemahaman dan kemampuan yang lebih baik dalam menerapkan standar sanitasi dan higiene produksi serta menjalankan SOP secara konsisten dalam kegiatan operasional sehari-hari.
Penguatan Sanitasi dan Higiene dalam Proses Produksi
Materi yang diberikan kemudian diarahkan pada penerapan langsung dalam proses produksi di Kanza Food. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya sanitasi dan higiene, mulai dari kebersihan personal, kebersihan peralatan, lingkungan produksi, hingga penanganan bahan pangan selama proses pengolahan.
Materi disampaikan oleh Dr. Farida Wahyu Ningtyias, S.KM., M.Kes., dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember. Melalui pendampingan ini, karyawan Kanza Food tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai standar sanitasi dan higiene, tetapi juga diarahkan untuk memahami penerapannya sebagai bagian dari SOP produksi. Langkah tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan kerja yang lebih higienis dan konsisten dalam menjaga keamanan serta kualitas produk pangan yang dihasilkan.
Melalui pendampingan tersebut, karyawan Kanza Food tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pentingnya sanitasi dan higiene dalam proses produksi, tetapi juga mendapatkan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari. Peserta turut terlibat dalam diskusi mengenai penerapan kebersihan personal, sanitasi peralatan, kebersihan lingkungan produksi, serta prosedur penanganan bahan pangan yang sesuai dengan standar.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan aspek Health dan Hygiene dalam prinsip 3H yang diterapkan di Kanza Food. Dengan mengubah materi yang sebelumnya bersifat edukatif menjadi pedoman yang dapat diterapkan dalam aktivitas produksi sehari-hari, pendampingan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pemahaman karyawan, tetapi juga mendorong terbentuknya praktik sanitasi dan higiene yang lebih konsisten di lingkungan produksi.
Karyawan Dibekali untuk Menerapkan SOP Produksi Berbasis 3H
Penguatan kapasitas karyawan menjadi salah satu bagian penting dalam pendampingan Kanza Food. Kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi, serta pendampingan mengenai penerapan sanitasi dan higiene dalam proses produksi. Dengan pendekatan tersebut, karyawan tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menjaga kebersihan personal, peralatan, ruang produksi, serta proses pengolahan pangan.
Pemahaman tersebut kemudian diarahkan pada penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disusun oleh Bu Lusiana Ulfa Hardinawati, S.EI, M.Si selaku dosen anggota pelaksana pelaksana dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, SOP disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Kanza Food. Karyawan dan owner dilibatkan agar memiliki pemahaman yang sama mengenai standar kerja yang perlu diterapkan dalam kegiatan produksi sehari-hari. Hal ini diharapkan dapat membangun kebiasaan produksi yang lebih higienis, konsisten, dan terkontrol.
Pendekatan tersebut sejalan dengan rancangan program pengabdian yang menempatkan pelatihan dan pendampingan sebagai bagian dari upaya penguatan aspek produksi. SOP yang dikembangkan mencakup pemilihan bahan baku, sanitasi peralatan, kebersihan ruang produksi, alur kerja produksi, hingga pengendalian mutu produk, sehingga prinsip Halal, Health, Hygiene dapat diterapkan secara lebih terstruktur dalam kegiatan produksi Kanza Food.
Evaluasi dan Dukungan Peralatan untuk Penguatan Produksi
Setelah rangkaian penyampaian materi dan pendampingan penerapan sanitasi serta higiene, karyawan Kanza Food mengikuti post-test sebagai bagian dari evaluasi kegiatan. Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat pemahaman peserta setelah memperoleh edukasi mengenai sanitasi, higiene, dan standar produksi. Hasil evaluasi menjadi salah satu bahan untuk melihat sejauh mana pendampingan dapat meningkatkan pemahaman karyawan terhadap pentingnya penerapan standar kebersihan dan keamanan dalam proses produksi.
Selain evaluasi pemahaman, dukungan terhadap keberlanjutan program juga dilakukan melalui penyerahan peralatan produksi kepada Kanza Food. Peralatan tersebut diberikan berdasarkan kebutuhan mitra untuk mendukung peningkatan kapasitas, efisiensi, dan konsistensi produksi.
Pemanfaatan peralatan tersebut diharapkan dapat menunjang berbagai tahapan produksi, mulai dari pengolahan dan pembagian adonan hingga proses pemanggangan dan penyimpanan produk. Penggunaan peralatan juga diarahkan agar berjalan seiring dengan penerapan SOP dan prinsip 3Hsehingga peningkatan kapasitas produksi tetap diikuti dengan upaya menjaga mutu, keamanan, dan konsistensi produk.
Dukungan peralatan menjadi salah satu langkah untuk mempersiapkan Kanza Food dalam menghadapi peluang pasar dengan volume permintaan yang lebih besar. Hal ini menjadi penting mengingat Kanza Food memiliki peluang untuk memenuhi kebutuhan pasokan roti dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), sementara peningkatan kapasitas produksi sebelumnya masih terkendala oleh keterbatasan sarana dan peralatan. Dalam proposal program, kebutuhan pada salah satu dapur mitra MBG bahkan disebut dapat mencapai sedikitnya 2.000 pcs roti per hari.
Pendampingan Berkelanjutan untuk Mendorong Kanza Food Naik Kelas
Dukungan program tidak berhenti pada kegiatan edukasi dan pemberian peralatan. Tim pengabdian juga melakukan pendampingan secara berkelanjutan dalam penerapan SOP produksi, pencatatan keuangan, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), serta analisis laporan keuangan sebagai dasar perencanaan pengembangan usaha.
Melalui rangkaian pendampingan tersebut, Kanza Food diharapkan mampu menjadikan SOP produksi, sistem pencatatan keuangan, dan pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari praktik usaha sehari-hari. Penguatan pada aspek produksi dan manajemen tersebut diharapkan dapat membangun fondasi usaha yang lebih terstruktur sekaligus mempersiapkan Kanza Food untuk melakukan scale-up secara berkelanjutan.
Editor : Alvioniza