Dorong Pesantren dan Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Halal, KPwBI Jember Gelar SAMARA x PQN 2026 di Situbondo

M. Ainul Budi • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 12:15 WIB
Dorong Pesantren dan Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Halal, KPwBI Jember Gelar SAMARA x PQN 2026 di Situbondo
Dorong Pesantren dan Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Halal, KPwBI Jember Gelar SAMARA x PQN 2026 di Situbondo

RADAR JEMBER - Pesantren dan generasi muda memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi halal. Pesantren tidak hanya dekat dengan masyarakat, tetapi juga memiliki jaringan ekonomi, sosial, dan pendidikan.

 tersebut dapat diperkuat, mulai dari menjadi pusat literasi, produsen, pengelola usaha, agregator, penggerak wakaf produktif, hingga simpul pengembangan kewirausahaan santri. Sementara generasi muda didorong tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga entrepreneur, profesional, inovator, dan pencipta solusi bagi perkembangan industri halal.

Upaya memperkuat peran tersebut menjadi bagian dari rangkaian Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang (SAMARA) x Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo pada 14–15 Agustus 2026.

Dorong Pesantren dan Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Halal, KPwBI Jember Gelar SAMARA x PQN 2026 di Situbondo
Dorong Pesantren dan Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Halal, KPwBI Jember Gelar SAMARA x PQN 2026 di Situbondo

Kegiatan yang menjadi bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026 itu menghadirkan berbagai agenda.

Di antaranya showcase UMKM dan QRIS Experience, Seminar Nasional, Grand Final Lomba DAI – Dakwah Ekonomi Syariah 2026, fashion show, seremonial pencapaian sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha), RPU/RPH dan UMKM, business matching pembiayaan syariah, hingga Tabligh Akbar.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat literasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah (EKSyar), pengembangan ekosistem halal, pemberdayaan UMKM dan pesantren, perluasan akses pembiayaan, serta digitalisasi transaksi. Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari perjalanan menuju FESyar Jawa 2026 yang akan berlangsung pada September mendatang di Surabaya.

Dorong Pesantren dan Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Halal, KPwBI Jember Gelar SAMARA x PQN 2026 di Situbondo
Dorong Pesantren dan Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Halal, KPwBI Jember Gelar SAMARA x PQN 2026 di Situbondo

Salah satu agenda utama SAMARA x PQN 2026 yakni Seminar Nasional bertajuk “Akselerasi Ekosistem Halal Menuju Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia” yang digelar di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, 15 Agustus 2026.

Seminar tersebut membahas penguatan ekosistem halal dari berbagai perspektif. Mulai fondasi nilai halalan thayyiban, kebijakan dan pengembangan ekosistem EKSyar, penguatan peran pesantren, hingga partisipasi generasi muda dalam mentransformasikan halal lifestyle menjadi halal economy.

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, mengapresiasi sinergi Bank Indonesia dengan pondok pesantren dalam pengembangan EKSyar. Menurutnya, besarnya potensi ekonomi halal perlu diikuti dengan semakin kuatnya peran masyarakat Muslim, tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen, pengusaha, pengelola usaha, dan pencipta nilai tambah dalam ekosistem halal.

Dorong Pesantren dan Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Halal, KPwBI Jember Gelar SAMARA x PQN 2026 di Situbondo
Dorong Pesantren dan Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Halal, KPwBI Jember Gelar SAMARA x PQN 2026 di Situbondo

 

KHR. Ahmad Azaim juga menekankan pentingnya keberlanjutan kolaborasi agar kegiatan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi bagian dari proses berkelanjutan dalam menyiapkan sumber daya manusia, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta mengembangkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Iqbal Reza Nugraha, menyampaikan bahwa pengembangan ekosistem halal perlu dilakukan secara terintegrasi melalui sinergi, inovasi, standardisasi, digitalisasi, pembiayaan, literasi, dan perluasan akses pasar.

Dorong Pesantren dan Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Halal, KPwBI Jember Gelar SAMARA x PQN 2026 di Situbondo
Dorong Pesantren dan Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Halal, KPwBI Jember Gelar SAMARA x PQN 2026 di Situbondo

 

Dalam arsitektur tersebut, pesantren memiliki posisi strategis karena dekat dengan masyarakat sekaligus memiliki jaringan ekonomi, sosial, dan pendidikan. Pesantren dapat semakin berperan sebagai pusat literasi, produsen, pengelola usaha, agregator, penggerak wakaf produktif, sekaligus simpul pengembangan kewirausahaan santri.

“Kita membutuhkan perubahan dari halal awareness menuju halal lifestyle, dan dari halal lifestyle menuju halal economy,” kata Iqbal.

Dari perspektif halalan thayyiban, Wakil Rais Aam PBNU KH. Afifuddin Muhajir menekankan pentingnya membangun ekosistem halal berdasarkan prinsip halalan thayyiban. Kesadaran halal, kata dia, tidak cukup berhenti pada label atau aspek administratif, tetapi perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari melalui produk yang halal, baik, bersih, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dorong Pesantren dan Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Halal, KPwBI Jember Gelar SAMARA x PQN 2026 di Situbondo
Dorong Pesantren dan Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Halal, KPwBI Jember Gelar SAMARA x PQN 2026 di Situbondo

 

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Rifki Ismal menyampaikan bahwa Indonesia memiliki modal kuat untuk mengambil peran strategis dalam EKSyar global. Pada 2024, pangsa sektor unggulan Halal Value Chain terhadap PDB Indonesia tercatat mencapai 25,45 persen, sementara ekspor produk halal mencapai USD 51,4 miliar.

Bank Indonesia mendorong pengembangan EKSyar melalui tiga pilar utama. Yakni penguatan ekosistem produk halal, penguatan keuangan syariah, serta penguatan literasi, inklusi, dan halal lifestyle.

Penguatan ekosistem tersebut dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Mulai peningkatan kapasitas produksi, standardisasi dan sertifikasi, pembiayaan, digitalisasi, penguatan kelembagaan, hingga akses pasar.

Dorong Pesantren dan Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Halal, KPwBI Jember Gelar SAMARA x PQN 2026 di Situbondo
Dorong Pesantren dan Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Halal, KPwBI Jember Gelar SAMARA x PQN 2026 di Situbondo

 

Pesantren menjadi salah satu simpul strategis pengembangan rantai nilai halal, termasuk melalui GERBANG SANTRI yang diarahkan pada penguatan tata kelola, kewirausahaan, kerja sama antarpesantren, digitalisasi, jaringan ekonomi, dan keberlanjutan usaha.

Akselerasi sertifikasi halal juga diperkuat melalui GEMA HALAL, antara lain melalui peningkatan produksi bahan baku halal domestik, sertifikasi halal sisi hulu, penguatan halal center, serta pemanfaatan sistem informasi dan digitalisasi.

Dari sisi generasi muda, Islamic Finance Specialist Greget Kalla Buana mengangkat pentingnya transformasi dari halal lifestyle menuju halal economy dan real economy. Generasi muda didorong tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi entrepreneur, profesional, inovator, dan pencipta solusi bagi perkembangan industri halal.

Pilihan konsumsi terhadap produk lokal, UMKM, pasar tradisional, dan produsen di sekitar masyarakat juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang turut menggerakkan ekonomi kerakyatan dan memperkuat rantai nilai lokal.

Di tengah perkembangan teknologi, penguatan knowledge, skills/ability, dan experience, disertai kemampuan lintas disiplin termasuk teknologi, artificial intelligence (AI), sustainability, dan komunikasi, menjadi semakin penting dalam menyiapkan talenta EKSyar.

Greget turut memperkenalkan konsep Generasi EMAS 2045: Egaliter, Multitalenta, Aktif, dan Spiritual, sebagai gambaran generasi yang memiliki kompetensi sekaligus karakter untuk mengambil peran dalam perkembangan ekonomi halal Indonesia.

Berbagai gagasan yang mengemuka dalam seminar tersebut telah diterjemahkan KPwBI Jember melalui sejumlah program dalam rangkaian SAMARA 2026. Kegiatan literasi EKSyar telah melibatkan lebih dari 620 peserta. Sementara Gerakan Sadar Wakaf melalui kegiatan olahraga, yakni SCF Run dan SAMARA Run, menghimpun lebih dari Rp100 juta.

Fasilitasi sertifikasi halal telah menjangkau lebih dari 50 UMKM maupun RPU/RPH, disertai sertifikasi kompetensi BNSP kepada 25 Juru Sembelih Halal (Juleha). Business matching pembiayaan syariah mencapai sekitar Rp1,7 miliar. Selain itu, lebih dari 500 UMKM telah dilibatkan dalam showcase dan berbagai program akselerasi EKSyar.

Momentum SAMARA x PQN 2026 juga turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Berdasarkan monitoring terhadap UMKM peserta selama periode 14–15 Agustus 2026, total penjualan yang tercatat melalui berbagai kanal mencapai Rp188 juta.

Integrasi SAMARA dengan Pekan QRIS Nasional 2026 turut memperkuat pemanfaatan pembayaran digital dalam aktivitas usaha masyarakat. Melalui showcase UMKM dan QRIS Experience, masyarakat memperoleh pengalaman langsung bertransaksi menggunakan QRIS. Pelaku usaha juga didorong untuk semakin memanfaatkan pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Tabligh Akbar bersama K.H.R. Moh. Kholil As’ad Syamsul Arifin di Alun-Alun Situbondo.

Rangkaian seminar, penguatan kapasitas dan sertifikasi, perluasan akses pembiayaan, pemberdayaan UMKM, digitalisasi transaksi, hingga Tabligh Akbar menegaskan bahwa pengembangan ekonomi halal tidak berhenti pada aspek konsumsi maupun sertifikasi.

Pengembangan tersebut perlu terhubung dengan produksi, pembiayaan, teknologi, pemasaran, literasi, keuangan sosial syariah, sustainability, serta pengembangan sumber daya manusia.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pesantren, lembaga keuangan, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan generasi muda untuk mentransformasikan potensi halal lifestyle menjadi kekuatan ekonomi yang semakin inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkuat ekosistem EKSyar Sekarkijang, sekaligus menjadi bagian dari perjalanan menuju FESyar Jawa 2026 dan penguatan peran Indonesia dalam ekonomi halal global.

Editor : M. Ainul Budi
situbondo bank indonesia bupati situbondo Mas Rio