RADAR JEMBER - Tim Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Masyarakat Pemula, tahun pendanaan 2026 melalui Hibah BIMA pada UMKM Kerupuk Tahu Bu Endang di Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang.
Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program bertema “Optimalisasi Kapasitas Produksi dan Ekspansi Pasar UMKM Kerupuk Tahu Bu Endang melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna dan Penguatan Branding” dilaksanakan oleh tim yang diketuai Muhammad Atoillah, S.E., M.M., bersama Via Lailatur Rizki, S.E., M.M. dan Deni Juliasari, S.E., M.Akun. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Navilsa Dellavana dan Ida Dwi Novita dari Program Studi Manajemen, serta mahasiswa Program Studi Akuntansi.
Program berfokus pada tiga persoalan utama, yakni proses produksi manual, branding dan kemasan sederhana, serta pengelolaan keuangan yang belum terstruktur.
Sebelumnya, pengadukan adonan membutuhkan 1–2 jam dengan produksi 10–15 kilogram per hari.
Setelah penerapan mesin pengaduk dan loyang penjemuran, waktu pengadukan menjadi 10–30 menit dengan kapasitas hingga 25 kilogram sekali proses.
“Kami ingin program ini memberikan perubahan nyata bagi mitra, bukan berhenti pada pemberian alat. Teknologi harus mampu mempermudah produksi, meningkatkan kapasitas usaha, dan memperkuat daya saing produk,” ujar Muhammad Atoillah.
Pendampingan juga mencakup pembaruan branding, label, kemasan, pencatatan biaya produksi, perhitungan Harga Pokok Produksi, dan penentuan harga jual.
Mahasiswa turut terlibat dalam pelatihan, dokumentasi, dan monitoring. Program ini diharapkan meningkatkan produktivitas, kemandirian, daya saing, dan perluasan pasar UMKM secara berkelanjutan di Kabupaten Lumajang dan sekitarnya.(*)
Editor : Adeapryanis