Pelatihan Smart Teaching Berbasis Media Hologram untuk Guru Biologi di Jember

Nur Hariri • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:08 WIB
Ketua pelaksana program pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Ali Usman, M.Pd., foto bersama guru peserta dalam Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi SMA Kabupaten Jember.
Ketua pelaksana program pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Ali Usman, M.Pd., foto bersama guru peserta dalam Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi SMA Kabupaten Jember.

Radar JemberUpaya meningkatkan kualitas pembelajaran Biologi di Kabupaten Jember terus dilakukan melalui penguatan kompetensi guru. Salah satunya melalui Program Bio-Smart Inklusif Jember yang mendorong guru Biologi memanfaatkan teknologi sederhana, termasuk media hologram, dalam pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics–Project Based Learning (STEM-PjBL).

Program pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Jember tersebut dilaksanakan bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi SMA Kabupaten Jember. Program ini mengusung tema “Pelatihan dan Pendampingan Smart Teaching Berbasis Hologram Sederhana untuk Mendukung Pembelajaran STEM-PjBL Inklusif Guru MGMP Biologi SMA Kabupaten Jember.”

Program ini digagas sebagai respons terhadap kebutuhan guru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan mampu mengakomodasi keberagaman peserta didik. Ketua pelaksana program, Dr. Ali Usman, M.Pd., mengatakan bahwa penguatan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan kualitas pembelajaran.

Penyampaian materi Smart Teaching berbasis STEM-PjBL.
Penyampaian materi Smart Teaching berbasis STEM-PjBL.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah media hologram sederhana. Media tersebut digunakan untuk membantu guru memvisualisasikan konsep-konsep Biologi yang selama ini relatif sulit dijelaskan hanya melalui gambar dua dimensi. Media hologram yang digunakan tidak dirancang sebagai teknologi mahal. “Guru mendapatkan pengalaman membuat media tersebut menggunakan bahan yang relatif mudah diperoleh sehingga berpeluang diterapkan pada sekolah dengan keterbatasan sarana pembelajaran,” kata Dr. Ali Usman, M.Pd.

Dalam pelaksanaannya, guru tidak hanya belajar membuat media hologram. Mereka juga mendapatkan pelatihan Smart Teaching, perancangan pembelajaran STEM-PjBL inklusif, penyusunan perangkat ajar, pengembangan lembar kerja peserta didik, asesmen, dan diferensiasi pembelajaran. Guru kemudian didampingi untuk mengintegrasikan media hologram ke dalam perangkat pembelajaran. Sejumlah materi Biologi yang dinilai potensial menggunakan media tersebut antara lain struktur sel, sistem organ manusia, sistem reproduksi, genetika, DNA, dan keanekaragaman hayati.

Pendampingan pengembangan media hologram sederhana oleh guru peserta.
Pendampingan pengembangan media hologram sederhana oleh guru peserta.

Tidak berhenti pada pelatihan, tahap berikutnya diarahkan untuk praktik nyata di kelas melalui pilot class. Guru menerapkan perangkat pembelajaran STEM-PjBL yang telah disusun dan menggunakan media hologram sebagai bagian dari proses pembelajaran. Program tersebut mengintegrasikan Lesson Study sebagai mekanisme refleksi bersama. Kegiatan dilakukan melalui tahapan Plan, Do, dan See.  “Selain itu pada pelatihan, program tersebut juga mendorong terbentuknya komunitas praktisi Smart Teaching MGMP Biologi. Forum ini diharapkan menjadi ruang bagi guru untuk saling berbagi pengalaman, perangkat pembelajaran, media, serta praktik baik yang telah diterapkan di sekolah masing-masing,” jelasnya.

Program Bio-Smart Inklusif Jember diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Hasil program diarahkan untuk terus dimanfaatkan guru melalui forum MGMP, pengembangan media hologram, Lesson Study secara berkala, pengembangan perangkat pembelajaran, serta diseminasi ke sekolah lainnya. Dengan demikian, teknologi sederhana tidak hanya menjadi alat bantu pembelajaran, tetapi menjadi pintu masuk untuk mendorong perubahan praktik mengajar guru. “Melalui kolaborasi MGMP, inovasi pembelajaran Biologi diharapkan dapat berkembang secara bertahap dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Jember,” harap Dr. Ali Usman, M.Pd.

Program ini dilaksanakan sebagai Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Tahun Pendanaan 2026.

Editor : Nur Hariri
Guru Biologi Jember Hologram Sederhana Pembelajaran Lebih Inovatif dan Inklusif universitas muhammadiyah