KKN Kolaboratif #5 Jember Gelar Gempar, Dorong Ibu Petani Olah Limbah Organik

Nur Hariri • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:56 WIB
Pemberian bingkisan berupa eco-enzyme dan pupuk organik kepada warga Desa Pondokjoyo sebagai hasil praktik kegiatan GEMPAR (Gerakan Masyarakat Peduli Olah Organik), Kamis (13/8/2026).
Pemberian bingkisan berupa eco-enzyme dan pupuk organik kepada warga Desa Pondokjoyo sebagai hasil praktik kegiatan GEMPAR (Gerakan Masyarakat Peduli Olah Organik), Kamis (13/8/2026).

RADAR JEMBER — Sebanyak 50 peserta yang terdiri atas ibu tani Desa Pondokjoyo mengikuti kegiatan GEMPAR (Gerakan Masyarakat Peduli Olah Organik) yang digelar mahasiswa KKN Kolaboratif #5 Jember yang terdiri dari 3 universitas yaitu Universitas Jember (UNEJ), UIN Kiai Haji Ahmad Siddiq (KHAS) Jember dan STIKES Bhakti Alqodiri, di Balai Desa Pondokjoyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Kamis (13/8/2026).

Mengusung tema “Organic Lifestyle: Langkah Kecil Perempuan untuk Desa Berkelanjutan”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga. Kegiatan dikemas melalui penyampaian materi dan praktik langsung pembuatan kompos serta eco-enzyme.

Narasumber GEMPAR, Listika Meilina Sari, S.Kep., Ns., M.Kes., owner Bank Sampah Unit Sinta, mengenalkan berbagai jenis limbah organik yang dapat dimanfaatkan kembali, seperti sisa sayuran, kulit buah, sisa makanan, daun kering, dan bahan organik lainnya.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai proses pengomposan, termasuk pemanfaatan unsur hijau dan unsur cokelat serta pentingnya menjaga kelembapan dan ketersediaan oksigen dalam proses penguraian.

Peserta bersama mahasiswa KKN Kolaboratif #5 Jember mempraktikkan pembuatan eco-enzyme dan pupuk organik dalam kegiatan GEMPAR di Balai Desa Pondokjoyo, Kecamatan Semboro, Jember, Kamis (13/8/2026).
Peserta bersama mahasiswa KKN Kolaboratif #5 Jember mempraktikkan pembuatan eco-enzyme dan pupuk organik dalam kegiatan GEMPAR di Balai Desa Pondokjoyo, Kecamatan Semboro, Jember, Kamis (13/8/2026).

Selain mendapatkan materi, peserta terlibat langsung dalam praktik pengolahan limbah organik. Mereka dikenalkan pada proses pembuatan kompos dan eco-enzyme dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
“Perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil, salah satunya dengan memanfaatkan limbah organik yang ada di sekitar kita,” ujar Listika.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Pondokjoyo, Solehuddin Lubis, menilai kegiatan GEMPAR dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan pupuk.

“Ini program bagus, saya tidak kepikiran buat bikin kegiatan seperti ini. Ini bisa jadi salah satu solusi kelangkaan pupuk subsidi yang sedang dihadapi oleh masyarakat,” ujar Solehuddin Lubis.
Respons serupa disampaikan Bidang Perencanaan Desa Pondokjoyo, Munir. Ia berharap hasil kegiatan dapat benar-benar diterapkan oleh masyarakat.

“Semoga kegiatan ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat Pondokjoyo dan pupuk yang telah didemokan bisa diaplikasikan dengan baik oleh warga Pondokjoyo,” ujar Munir.

Peserta GEMPAR berfoto bersama mahasiswa KKN Kolaboratif #5 Jember, perangkat Desa Pondokjoyo, PPL, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setelah kegiatan di Balai Desa Pondokjoyo, Kamis (13/8/2026).
Peserta GEMPAR berfoto bersama mahasiswa KKN Kolaboratif #5 Jember, perangkat Desa Pondokjoyo, PPL, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setelah kegiatan di Balai Desa Pondokjoyo, Kamis (13/8/2026).

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus bekal untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh, peserta mendapatkan bingkisan berupa pupuk organik dan eco-enzyme yang siap digunakan. Bingkisan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi peserta untuk mencoba secara langsung pemanfaatan hasil pengolahan limbah organik di lingkungan rumah maupun pertanian.

Melalui GEMPAR, mahasiswa KKN Kolaboratif #5 Jember mendorong masyarakat untuk memulai pengelolaan sampah dari rumah. Limbah organik yang sebelumnya dianggap sebagai sisa konsumsi diperkenalkan sebagai bahan yang masih memiliki manfaat dan dapat diolah kembali.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan program KKN, tetapi dapat diteruskan melalui kebiasaan masyarakat dalam memilah dan mengolah limbah organik secara mandiri.

Dengan langkah sederhana dari rumah, GEMPAR diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan Desa Pondokjoyo yang lebih bersih, produktif, dan berkelanjutan. (nur)

Editor : Nur Hariri
Desa Pondokjoyo Semboro KKN Kolaboratif gempar Mahasiswa