Mengusung “Model Pemberdayaan Ibu PKK melalui Skrining Kesehatan dan Tanam Vegetasi Resapan Mitigasi Banjir di Jember”, kegiatan di RT 003/RW 018 ini melibatkan PKK, kader Posyandu, karang taruna, remaja perempuan, dan warga.
Program ini menjadi bagian dari penugasan resmi UNEJ berdasarkan Surat Tugas LP2M Nomor 6932/DST/UN25.C2/PM/2026, Keputusan Rektor Nomor 8376/DST/UN25IKP/2026, serta Perjanjian Penugasan Nomor 4655/DST/UN25.CAP/A/2026 tertanggal 5 Mei 2026.
Dari Keputihan hingga Kesehatan Organ Reproduksi Perempuan
Tak hanya ibu PKK dan kader Posyandu, remaja perempuan di Karangrejo juga mendapat edukasi kesehatan reproduksi. Dr. dr. Elly Nurus Sakinah, M.Si., mewakili dr. Dita Diana Parti, Sp.OG., membekali peserta cara mengenali keputihan normal dan yang perlu diwaspadai, faktor pemicu, menjaga kebersihan organ reproduksi, hingga pentingnya pemeriksaan dini.
Edukasi juga mencakup penyakit organ reproduksi dan penyakit tidak menular. Pesan utamanya sederhana: kenali gejala, jangan asal mendiagnosis, dan jangan menunda pemeriksaan.
“Perempuan yang memiliki pengetahuan kesehatan akan lebih mampu menjaga dirinya sekaligus menjadi sumber informasi bagi keluarga,” ujar Ketua Tim, Nita Fitriana, M.Sc.
Kolaborasi Dosen UNEJ Lintas Keahlian
Pengabdian UNEJ diperkuat kolaborasi dosen lintas keahlian: Nita Fitriana, M.Sc., Dr. Ir. Imam Mudakir, M.Si., Hajar Syifa Fiarani, S.Si., M.S., Prof. Dr. Joko Waluyo, M.Si., dan Prof. Dr. Dwi Wahyuni, M.Kes.
Kolaborasi ini memadukan perspektif kesehatan, biologi, lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat untuk menggali kebutuhan warga sekaligus merancang model pengabdian yang aplikatif dan berkelanjutan.
Tak Hanya Edukasi, Warga Dikenalkan Biopori dan Tanaman Resapan
Tak hanya soal kesehatan, UNEJ mengajak warga Karangrejo bergerak menjaga lingkungan. Dr. Ir. Imam Mudakir, M.Si., membekali ibu PKK, kader Posyandu, karang taruna, dan warga dengan edukasi biopori serta tanaman resapan untuk meningkatkan daya serap air di lingkungan permukiman.
Dilengkapi leaflet edukasi, warga didorong menerapkan langkah sederhana tersebut dari rumah sebagai bagian dari gerakan mitigasi banjir berbasis masyarakat.
Bibit Vegetasi Dibagikan, Karangrejo Didorong Jadi Benteng Banjir Jember
Tim pengabdian UNEJ menyerahkan bibit vegetasi resapan kepada warga Karangrejo untuk memperkuat fungsi kawasan sebagai wilayah resapan. Ketua tim Nita Fitriana, M.Sc. menegaskan, mitigasi banjir Jember harus dimulai dari wilayah yang lebih tinggi, bukan hanya saat air sudah menggenangi kota.
“Jaga wilayah atas, maka kita membantu mengurangi limpasan ke kawasan bawah seperti Jalan Kalimantan, Mastrip, Jawa, dan Sumatra,” ujarnya.
UNEJ juga mendorong Pemkab Jember memperkuat vegetasi dan ruang resapan di kawasan perkotaan melalui kolaborasi akademisi, DLH, PUPR, serta pemangku tata ruang. Vegetasi kota bukan sekadar penghijauan, tetapi bagian dari sistem mitigasi banjir Jember.
Mahasiswa dan Aktivis Sosial Ikut Turun, Pengabdian UNEJ Makin Inklusif
Pengabdian UNEJ turut melibatkan Nathania July Christabel dan Aulia Inas Kamila, mahasiswa Pendidikan Biologi, serta Indarti, aktivis sosial yayasan anak berkebutuhan khusus di Jember. Ketiganya terlibat langsung mendampingi dan berinteraksi dengan warga.
Kolaborasi kampus, mahasiswa, dan aktivis sosial ini memperkuat pengabdian yang lebih inklusif, humanis, dan berdampak bagi masyarakat.
Ditutup Meriah, Warga Karangrejo dan UNEJ Rayakan Semangat Agustusan
Rangkaian pengabdian UNEJ ditutup semarak lewat lomba Agustusan. Anak-anak antusias mengikuti makan kerupuk, kipas ikan, dan estafet air, sementara ibu-ibu PKK turut meramaikan lomba joget. Tawa dan keceriaan warga menjadi penutup hangat yang memperkuat kedekatan dan sinergi UNEJ bersama masyarakat Karangrejo.
Dari Karangrejo untuk Model Pemberdayaan yang Lebih Luas
Menggabungkan edukasi kesehatan perempuan, penyuluhan keputihan, biopori, dan vegetasi resapan, UNEJ mendorong warga Karangrejo menjadi masyarakat yang lebih sehat, peduli lingkungan, dan tangguh menghadapi banjir.
Kolaborasi dosen, mahasiswa, PKK, kader Posyandu, karang taruna, remaja, dan warga menjadi kekuatan gerakan ini. Perubahan dimulai dari lingkungan terdekat—dari rumah, dari RT, untuk Jember yang lebih sehat dan tangguh.
Editor : Linda Harsanti