GEMILANG! Inovasi Baru Diciptakan di Indonesia, INOMI-Patch Maker Menjadi Satu-Satunya Inovasi tingkat Nasional untuk Mendukung Riset Microneedle Patch

M. Ainul Budi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:33 WIB
INOMI-Patch Maker Menjadi Satu-Satunya Inovasi tingkat Nasional untuk Mendukung Riset Microneedle Patch
INOMI-Patch Maker Menjadi Satu-Satunya Inovasi tingkat Nasional untuk Mendukung Riset Microneedle Patch

RADAR JEMBER - INOMI-Patch Maker merupakan inovasi baru karya Universitas dr. Soebandi yang dikembangkan untuk mendukung riset dan pengembangan teknologi microneedle patch secara lebih presisi, efisien, dan mandiri.

Alat ini mampu menghasilkan cetakan microneedle dengan berbagai bentuk dan ukuran pada skala mikro, sehingga membantu meningkatkan konsistensi dan kualitas hasil penelitian.

Sebagai inovasi dalam negeri yang dikembangkan secara khusus untuk kebutuhan riset microneedle patch, INOMI-Patch Maker diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap peralatan dari luar negeri sekaligus memperkuat ekosistem riset dan inovasi teknologi kesehatan di Indonesia.

Universitas dr. Soebandi kembali menghadirkan terobosan di bidang teknologi kesehatan melalui INOMI-Patch Maker (Inovasi Microneedle Forming Patch Maker), sebuah alat pencetak cetakan microneedle patch yang baru diciptakan di Indonesia dan menjadi satu-satunya inovasi dalam negeri di tingkat nasional yang secara khusus dikembangkan untuk mendukung kebutuhan riset microneedle patch.

Baca Juga: Sinergitas Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas dr. Soebandi dengan ibu-ibu PKK Gelar Pelatihan Produk Ramah Lingkungan dan Digital Marketing

INOMI-Patch Maker merupakan inovasi karya tim peneliti Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas dr. Soebandi yang diketuai Edi Susanto, S.Farm, bersama apt. Nur Adriani, S.Farm, dengan pendampingan Mohammad Rofik Usman, M.Si. Alat ini dikembangkan sebagai supporting tools untuk meningkatkan efektivitas penelitian teknologi penghantaran obat (drug delivery) berbasis microneedle patch.

Ketua peneliti, Edi Susanto, S.Farm, menjelaskan bahwa INOMI-Patch Maker lahir dari kebutuhan akan alat pencetak microneedle yang mampu menghasilkan struktur jarum berskala mikro dengan tingkat presisi tinggi.

“INOMI-Patch Maker sangat dibutuhkan dalam pengembangan riset microneedle patch karena memiliki kemampuan untuk menghasilkan cetakan dengan ukuran dan struktur pada skala mikro. Kemampuan ini sangat penting mengingat microneedle patch memiliki struktur jarum yang sangat kecil dan membutuhkan ketelitian tinggi dalam proses pembuatannya,” jelas Edi.

Menurutnya, kemampuan mencetak pada skala mikro memungkinkan peneliti memperoleh cetakan microneedle yang lebih presisi, konsisten, dan sesuai dengan desain yang dirancang. Hal tersebut akan mempercepat proses penelitian, pengembangan, hingga optimasi teknologi microneedle patch di Indonesia.

Pengembangan alat ini juga menjawab tantangan yang selama ini dihadapi peneliti, yakni mahalnya peralatancetakan microneedle serta ketergantungan terhadap teknologi impor. INOMI-Patch Maker dirancang untuk menghasilkan berbagai bentuk dan ukuran microneedle secara efisien, sekaligus mendukung kualitas data penelitian yang lebih valid dan reproducible.

Lebih lanjut, Edi menegaskan bahwa kehadiran INOMI-Patch Maker memiliki nilai strategis bagi kemandirian riset nasional.

“Sebagai salah satu inovasi yang dikembangkan di Indonesia, dan satu-satunya inovasi dalam negeri di tingkat nasional yang secara khusus dikembangkan untuk kebutuhan pengembangan riset, INOMI-Patch Maker memiliki potensi untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi atau peralatan dari luar negeri,” ujarnya.

Ia berharap inovasi tersebut mampu memperkuat ekosistem riset microneedle patch di Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi para peneliti untuk melakukan proses desain, pencetakan, dan optimasi mold secara lebih mandiri, cepat, dan efisien.

Dengan lahirnya INOMI-Patch Maker, Universitas dr. Soebandi menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan inovasi teknologi kesehatan yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap penguatan kemandirian riset dan pengembangan teknologi medis di Indonesia.

 
Editor : M. Ainul Budi
uds Jember Berita Jember UNIVERSITAS dr SOEBANDI