Kulit Buah Naga Jangan Dibuang! Limbah Buah Naga ini bisa Jadi Bahan Kosmetika Alami

Linda Harsanti • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 18:56 WIB
Kulit buah naga mengandung vitamin A, C, E, senyawa fenolik, flavonoid, dan betalin yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi.
Kulit buah naga mengandung vitamin A, C, E, senyawa fenolik, flavonoid, dan betalin yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi.

 

RADAR JEMBER- JEMBER, Kebun Buah Naga Rembangan merupakan salah satu agrowisata yang membudidayakan buah naga di Rembangan, Jember, Jawa Timur. Lokasi ini berjarak sekitar 13,9 km dari Universitas Jember sehingga cukup strategis sebagai destinasi wisata. Kebun buah naga ini sudah dirintis sejak tahun 2001 dan dikelola oleh kelompok tani. Agrowisata ini awalnya memiliki luas lahan 0,5 hektar, namun sekarang sudah diperluas menjadi 4 hektar. Hasil kebun buah naga ini banyak dijual di wilayah Jember dan sekitarnya bahkan keluar kota. 

Untuk mendapatkan manfaat lain dari buah naga, maka beberapa Dosen Fakultas Teknik Universitas Jember yang terdiri dari Prof. Ir. Boy Arief Fachri, ST., M.T., Ph.D, IPM (Teknik Kimia), Ir. Bekti Palupi, S.T., M.Eng., IPM (Teknik Kimia), dan Ir. Rahma Rei Sakura, S.T., M.T. (Teknik Mesin) bekerjasama dengan Pak Muchlis Anas selaku pemilik Kebun Buah Naga Rembangan menciptakan manfaat lain dari buah naga ini. 

Adapun proses menciptakan manfaat lain dari buah naga ini dikemas dalam kegiatan Pengabdian kepada Masayarakat Program Kemitraan yang didanai oleh DPPM Kemdiktisaintek tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi mengenai pemanfaatan bahan alam sebagai kosmetik kesehatan, sosialisasi mengenai potensi buah naga dan limbah produksi buah naga dalam pembuatan pelembab bibir (lip balm) dan masker wajah serta cara pembuatannya. Kegiatan ini juga dilengkapi sampai dengan sosialisasi tentang packaging serta cara pemasarannya.

 Adapun cipta manfaat lain dari buah naga ini berdasarkan tinjauan circular economy, limbah kulit buah naga ternyata juga dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai tambah. 

Kulit buah naga mengandung vitamin A, C, E, senyawa fenolik, flavonoid, dan betalin yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Dengan adanya kandungan tersebut, kulit buah naga berpotensi sebagai bahan baku pembuatan lip balm dan masker sebagai kosmetika alami. 

Pemanfaatan kulit buah naga menjadi lip balm dan masker menjadi solusi untuk meminimalkan limbah, meningkatkan nilai tambah, mengembangkan konsep zero-waste agriculture, dan memperkuat kemandirian usaha mitra. Selain itu, adanya diversifikasi produk ini juga bisa menjadi penguatan branding agrowisata. 

Produk lip balm dan masker dari kulit buah naga dapat dikemas sebagai bagian dari produk inovasi lokal, sehingga meningkatkan daya tarik agrowisata sekaligus memperluas peluang pasar. 

Dengan dukungan pendampingan yang tepat, potensi ini dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi produktif yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi mitra dan masyarakat sekitar serta bisa meningkatkan potensi ekonomi. 

Editor : Linda Harsanti
kosmetik alam fakultas teknik universitas jember unej buah naga Universitas Jember