JKCI Teguhkan Jember sebagai Kota Cerutu Indonesia, Buyer dari 11 Negara Nikmati Cerutu, Wisata, dan Budaya: Launching Refine Packaging Gift Series

Sidkin • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 11:02 WIB
TERUS BERINOVASI: Komisaris Utama PT BIN Cigar Jember menyerahkan Launching Refine Packaging Gift Series Sakera Piramides dan Gran Cigarro kepada Bupati Jember Muhammad Fawait saat Festival JKCI ke-8 tahun 2026 di Pantai Watu Ulo, Sabtu (1/8). Rangkaian JKCI selama dua hari ini meneguhkan Jember sebagai Kota Cerutu Indonesia.
TERUS BERINOVASI: Komisaris Utama PT BIN Cigar Jember menyerahkan Launching Refine Packaging Gift Series Sakera Piramides dan Gran Cigarro kepada Bupati Jember Muhammad Fawait saat Festival JKCI ke-8 tahun 2026 di Pantai Watu Ulo, Sabtu (1/8). Rangkaian JKCI selama dua hari ini meneguhkan Jember sebagai Kota Cerutu Indonesia.

Radar Jember - Festival Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) ke-8 tahun 2026 sukses digelar. Festival ini kembali membuktikan bahwa cerutu menjadi pintu Jember menembus pasar dunia. Digelar selama dua hari, Jumat-Sabtu, 31 Juli hingga 1 Agustus, festival ini bukan hanya mempertemukan pelaku industri cerutu, tetapi juga mengangkat tembakau, budaya, dan destinasi wisata sebagai identitas daerah melalui tema From Jember Pride to the World Stage .

Gaung JKCI tahun ini terasa lebih besar. Buyer, importir, distributor, dan mitra bisnis dari 11 negara hadir langsung di Jember, yakni Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, Ethiopia, Hong Kong, China, Swiss, Uni Emirat Arab, Australia, Belgia, dan Prancis.

Festival itu juga diikuti pelaku industri dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa hingga Bali. Mereka datang bukan hanya untuk menjalin kerja sama bisnis, tetapi juga merasakan langsung pengalaman menikmati cerutu sekaligus mengenal potensi Jember dari dekat.

JKCI Teguhkan Jember sebagai Kota Cerutu Indonesia
JKCI Teguhkan Jember sebagai Kota Cerutu Indonesia

Rangkaian festival diawali dengan pengalaman menikmati cerutu ditemani senja di Anjungan Cakrawala Kafe Tebing Taman Botani Sukorambi. Sambil menikmati cerutu premium, para tamu disuguhi panorama matahari terbenam yang menjadi salah satu daya tarik kawasan tersebut.

Suasana hangat kemudian berlanjut hingga malam melalui Slow Smoke Competition, yang mempertemukan para penikmat cerutu dalam suasana santai penuh keakraban.

Pada hari kedua, para tamu diajak menyusuri perjalanan lahirnya sebatang cerutu. Mereka mengunjungi lahan tembakau untuk melihat proses pembibitan, penanaman, perawatan, panen hingga pengeringan. Setelah itu rombongan melanjutkan perjalanan ke pabrik BIN Cigar guna menyaksikan langsung proses fermentasi daun tembakau, penyusunan filler, binder, wrapper, hingga pengemasan sebelum cerutu dipasarkan ke domestic dan berbagai negara.

Buyer dari 11 Negara Nikmati Cerutu, Wisata, dan Budaya #Launching Refine Packaging Gift Series
Buyer dari 11 Negara Nikmati Cerutu, Wisata, dan Budaya #Launching Refine Packaging Gift Series

Perjalanan kemudian berlanjut ke lahan petani dan ke Pantai Watu Ulo. Sebelum menikmati panorama pantai dan festival layang-layang menjelang matahari terbenam, para tamu diajak menaiki pegon, kendaraan tradisional yang ditarik sapi dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir Jember secara turun-temurun. 

Malam harinya, gala dinner menjadi penutup yang memadukan seni tari khas Jember, musik patrol, musik modern, penampilan Jember Fashion Carnaval (JFC), hingga tari kolosal. Pada kesempatan itu, BIN Cigar juga melakukan Launching Refine Packaging Gift Series Sakera Piramides dan Gran Cigarro kepada para buyer dan tamu undangan.

Direktur Utama PT BIN Cigar Imam Wahid Wahyudi mengatakan, JKCI tahun ini menjadi penyelenggaraan terbesar sejak festival tersebut pertama kali digelar. Kehadiran buyer dan mitra bisnis dari 11 negara menjadi bukti bahwa cerutu Jember semakin mendapat perhatian pasar internasional. "Ini tidak pernah terjadi pada JKCI sebelumnya. Kami ingin menunjukkan bahwa kebanggaan Jember, mulai tembakau, cerutu, hingga destinasi wisatanya, layak tampil di panggung dunia," ungkapnya.

Buyer dari 11 Negara Nikmati Cerutu, Wisata, dan Budaya #Launching Refine Packaging Gift Series
Buyer dari 11 Negara Nikmati Cerutu, Wisata, dan Budaya #Launching Refine Packaging Gift Series

Komisaris Utama PT BIN Cigar Febrian Ananta Kahar mengatakan, JKCI sengaja dikemas untuk memperkenalkan seluruh potensi Jember dalam satu panggung. Menurutnya, promosi seperti ini penting agar industri cerutu tetap tumbuh sekaligus memberi dampak bagi petani tembakau, UMKM, hingga pelaku wisata.

 "Ekonomi memang lesu. Seluruh negara lesu. Tapi kami tidak lesu. Cerutu naik dan petani tidak boleh lesu. Caranya bagaimana mempromosikan Jember lebih baik. Dengan begitu UMKM tetap hidup, pedagang bergerak, dan masyarakat memiliki peluang mencari nafkah yang lebih baik," tegasnya.

JKCI Teguhkan Jember sebagai Kota Cerutu Indonesia
JKCI Teguhkan Jember sebagai Kota Cerutu Indonesia

 Senada, Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut JKCI telah berkembang menjadi forum bisnis internasional yang membanggakan. Ia menyebut, meski eksklusif, forum ini sangat produktif karena dihadiri utusan dari 11 negara. "Ini festival cerutu terbesar di Asia. Ini membuktikan Jember mampu menghadirkan sesuatu yang produktif sekaligus menjadi tujuan wisata," pungkasnya. (kin)

Editor : M. Ainul Budi
kota cerutu Jember JKCI cerutu