Radar Jember – Melimpahnya hasil panen singkong di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, belum sepenuhnya memberikan nilai ekonomi yang optimal bagi masyarakat. Selama ini singkong lebih banyak diolah menjadi tape atau dikonsumsi dalam bentuk sederhana lainnya. Ketika panen raya tiba, harga jual yang rendah dan daya simpan singkong yang terbatas menyebabkan sebagian hasil panen tidak termanfaatkan dan akhirnya terbuang.
Berangkat dari kondisi tersebut, Tim Pengabdian Universitas Jember yang diketuai oleh Fauziyatul Iffah, bersama Soraya Firdausi dan Syafina Pusparani, melaksanakan kegiatan Pelatihan Pengolahan Singkong menjadi Tepung MOCAF. Kegiatan ini juga didukung oleh Kelompok Riset Pengabdian Masyarakat (KeRis-Dimas) Life Science and Education Prodi Pendidikan IPA FKIP Universitas Jember, yang berperan dalam pengembangan inovasi, pendampingan, dan diseminasi ilmu pengetahuan kepada masyarakat sebagai bagian dari komitmen Universitas Jember dalam mengembangkan pendidikan sains yang berdampak. Kegiatan berlangsung selama Juli hingga Agustus 2026 dengan mitra Kelompok Wanita Tani (KWT) Marlena di Desa Klungkung.
Pelatihan menghadirkan narasumber Siti Shofa Assyifa'ul Qulbi Barid, dosen Biologi, yang memberikan materi sekaligus praktik langsung mengenai tahapan pembuatan MOCAF. Sebanyak 17 peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, mulai dari pemilihan bahan baku, proses fermentasi, pengeringan, penepungan, hingga teknik penyimpanan agar mutu tepung tetap terjaga.
Selain praktik langsung, peserta juga memperoleh buku panduan praktis yang disusun oleh tim pengabdian sebagai pegangan agar proses pembuatan MOCAF dapat dilakukan kembali secara mandiri setelah pelatihan selesai. Pendampingan semacam ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk mulai mengembangkan produk berbasis singkong di tingkat rumah tangga maupun kelompok.
Hasil kegiatan menunjukkan respons yang sangat positif. Seluruh peserta mampu memahami tahapan pengolahan MOCAF dengan baik, yang juga tercermin dari hasil evaluasi pascapelatihan. Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik dan diskusi, terutama ketika mengetahui bahwa singkong yang selama ini hanya diolah menjadi tape ternyata dapat diubah menjadi tepung dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi dan peluang pemanfaatan yang lebih luas.
Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Sukorambi, Noval Kurniawan, menilai bahwa kegiatan tersebut sangat relevan dengan kondisi wilayah. Menurutnya, "Kegiatan ini sesuai sekali dengan topografi Desa Klungkung sebagai penghasil singkong. Kegiatan ini juga mendukung diversifikasi pangan lokal yang menjadi salah satu tujuan pemerintah saat ini. Semoga produk olahan ini dapat terus berkembang dan dikembangkan oleh KWT Marlena."
Harapan serupa juga disampaikan Ketua KWT Marlena, Veny Nur Aini. Ia mengungkapkan bahwa pelatihan membuka wawasan baru bagi masyarakat mengenai potensi pengolahan singkong.
"Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan informasi pengolahan singkong yang baru, yaitu pembuatan MOCAF. Selama ini masyarakat lebih banyak mengolah singkong menjadi tape. Ketika harga singkong turun dan hasil panen melimpah, banyak singkong yang akhirnya terbuang. Semoga ke depan produk ini dapat terus kami kembangkan dan Tim Universitas Jember dapat melanjutkan pelatihan serupa di desa-desa lainnya," ujarnya.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan diversifikasi pangan berbasis potensi lokal. Pengolahan singkong menjadi MOCAF tidak hanya memperpanjang masa simpan hasil panen, tetapi juga membuka peluang terciptanya produk pangan baru yang memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Ke depan, keberhasilan pengembangan pangan lokal tidak hanya bergantung pada melimpahnya sumber daya alam, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam mengolahnya menjadi produk yang bernilai. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan kelompok masyarakat menjadi salah satu kunci agar inovasi sederhana seperti MOCAF mampu berkembang menjadi peluang usaha yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat desa. (nur)
Editor : M. Ainul Budi