Cerutu dinikmati saat matahari mulai terbenam di ufuk barat. Kepulan asap membaur dengan langit yang berwarna jingga. Di sela-sela hisapan, percakapan lintas negara mengalir hangat.
SIDKIN ALI, Jember
Pelataran Sky View Kafe Tebing Taman Botani Sukorambi, menjadi ruang perjumpaan para pecinta cerutu dari berbagai penjuru dunia, Jumat (31/7). Sebagian duduk berpasangan, sebagian lagi membentuk lingkaran-lingkaran kecil.
Segelas kopi tersaji di atas meja, cerutu premium perlahan menyala, sementara tawa dan cerita saling bersahutan mengiringi matahari yang perlahan tenggelam di balik bentang perbukitan Jember.
Momen tersebut menjadi pembuka Festival Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) ke-8 Tahun 2026. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Boss Image Nusantara (BIN) Cigar tak hanya menawarkan pengalaman menikmati cerutu.
Mereka mengajak para tamu menyelami wajah lain Jember melalui perpaduan industri tembakau, panorama alam, dan keramahan masyarakat. Sebanyak 12 negara hadir menikmati pengalaman itu dari ketinggian Sukorambi.
Di setiap sudut, percakapan mengalir tanpa sekat. Peserta dari Amerika Serikat, Swiss, Australia, China, Malaysia, Singapura, Hong Kong, hingga sejumlah negara lain berbincang akrab dengan pelaku industri cerutu Indonesia.
Bahasa mereka mungkin berbeda, tetapi aroma tembakau yang telah melalui proses fermentasi panjang seolah menjadi bahasa yang sama. Mereka bertukar cerita tentang karakter rasa cerutu, pengalaman berbisnis, hingga kesan pertama menginjakkan kaki di Jember.
Bagi Owner BIN Cigar Jember Febrian Ananta Kahar, suasana seperti itulah yang ingin dihadirkan melalui JKCI tahun ini. Mengusung tema From Jember Pride to the World Stage, ajang tersebut tidak hanya mempromosikan cerutu sebagai produk unggulan, tetapi juga mengangkat kebanggaan Jember kepada dunia.
"Kebanggaan Jember salah satunya adalah tembakau. Itu yang kami angkat ke panggung Internasional dengan menunjukkan bagaimana prosesnya, mulai dari budidaya sampai menjadi cerutu berkualitas dunia," ujarnya.
Menurut Febrian, industri cerutu Jember terus menunjukkan tren yang positif. Hingga 2025, BIN Cigar telah memproduksi sekitar 250 merek cerutu untuk berbagai mitra. Produk-produknya kini menembus 16 negara, termasuk Singapura yang dikenal memiliki regulasi ketat terhadap produk tembakau. Capaian itu, katanya, menjadi bukti bahwa cerutu buatan Jember mampu bersaing di pasar internasional karena kualitasnya telah mendapat kepercayaan dunia.
Semangat memperkenalkan Jember secara lebih utuh juga menjadi alasan JKCI tahun ini dipadukan dengan sektor pariwisata.
Direktur BIN Cigar Imam Wahid Wahyudi mengatakan, jika sebelumnya JKCI lebih banyak berbicara soal tembakau dan cerutu, kini peserta juga diajak menikmati destinasi unggulan Jember.
"Kalau sebelumnya lebih banyak mengangkat cerutu dan tembakau, tahun ini kami tambahkan destinasi wisata. Jadi orang tahu Jember bukan hanya punya cerutu, tetapi juga memiliki potensi pariwisata yang luar biasa," katanya.
Karena itu, perjalanan para peserta tidak berhenti di Sukorambi. Mereka diajak melihat langsung hamparan lahan tembakau, gudang pengeringan, hingga proses rolling di pabrik BIN Cigar. Rangkaian tersebut kemudian berlanjut ke Pantai Watu Ulo yang dikemas melalui smoke sunset, gala dinner, dan pertunjukan budaya.
Ketua Panitia JKCI Abdul Rokib menambahkan, konsep itu sengaja dirancang agar setiap tamu membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman menikmati cerutu.
"Kami ingin mereka pulang bukan hanya membawa kesan tentang cerutu, tetapi juga cerita tentang Jember," ujarnya.
Editor : M. Ainul Budi