Ubah Limbah Jadi Berkah: Peternakan Bumi Sanggar Jaya Jember Sulap Kotoran Ayam Jadi Green Product Bernilai Ekonomi

Nur Hariri • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 18:25 WIB
Ketua Pengabdian Ika Dewi Sumiati, S.Pd., M.Pd bersama sejumlah dosen foto bersama peserta pelatihan dalam kegiatan pelatihan pengolahan limbah kotoran ayam menjadi media tanam Ec-Cocomp Block, sebuah produk ramah lingkungan (green product). (FOTO: IKA DEWI SUMIATI)
Ketua Pengabdian Ika Dewi Sumiati, S.Pd., M.Pd bersama sejumlah dosen foto bersama peserta pelatihan dalam kegiatan pelatihan pengolahan limbah kotoran ayam menjadi media tanam Ec-Cocomp Block, sebuah produk ramah lingkungan (green product). (FOTO: IKA DEWI SUMIATI)

Radar Jember — Peternakan Ayam Petelur Bumi Sanggar Jaya, di Desa Biting, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, menjadi lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada tanggal 10 Juni hingga 30 Agustus 2026.

Kegiatannya yakni Pengabdian Eksternal BIMA DPPM "Hilirisasi Limbah Peternakan Ayam Petelur Bumi Sanggar Jaya menjadi Ec-Cocomp Block Berbasis Eco- Enzyme Bernilai Ekonomi melalui Penguatan Strategi Pemasaran Green Product".

Ketua Pengabdian Ika Dewi Sumiati, S.Pd., M.Pd menjelaskan, kegiatan ini bertajuk pelatihan pengolahan limbah kotoran ayam menjadi media tanam Ec-Cocomp Block.

Yaitu, sebuah produk ramah lingkungan (green product) yang dirancang untuk memiliki nilai jual dan daya saing ekonomi. Kegiatan ini digagas sebagai upaya mengatasi persoalan limbah peternakan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi mitra peternakan.

Selama ini, limbah kotoran ayam dari kegiatan produksi telur di peternakan tersebut kerap menjadi persoalan lingkungan tersendiri jika tidak dikelola dengan baik.

“Melalui program pengabdian ini, tim pelaksana menghadirkan solusi pengolahan limbah menjadi produk turunan yang bernilai tambah, mulai dari eco-enzyme, kompos, hingga produk akhir berupa Ec-Cocomp Block yang dapat dipasarkan sebagai media tanam ramah lingkungan,” kata Ika Dewi Sumiati.

Proses pelatihan dalam kegiatan pelatihan pengolahan limbah kotoran ayam menjadi media tanam Ec-Cocomp Block, dilakukan di Peternakan Ayam Petelur Bumi Sanggar Jaya, di Desa Biting, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. (FOTO: IKA DEWI SUMIATI)
Proses pelatihan dalam kegiatan pelatihan pengolahan limbah kotoran ayam menjadi media tanam Ec-Cocomp Block, dilakukan di Peternakan Ayam Petelur Bumi Sanggar Jaya, di Desa Biting, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. (FOTO: IKA DEWI SUMIATI)

 

Menurutnya, kegiatan pengabdian ini dirancang secara bertahap dan berkesinambungan, meliputi empat sesi pelatihan utama.

Sesi pertama adalah pelatihan pembuatan eco-enzyme, yang memperkenalkan teknik fermentasi bahan organik menjadi larutan eco-enzyme sebagai bahan dasar pengolahan limbah. Dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan kompos, yaitu mengolah kotoran ayam menjadi kompos berkualitas melalui proses dekomposisi yang tepat.

Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan pembuatan Ec-Cocomp Block, yang dilakukan dengan mencampurkan eco-enzyme, kompos, dan cocopeat (serabut kelapa) hingga menghasilkan produk media tanam blok yang praktis dan bernilai jual.

Ubah Limbah Jadi Berkah: Peternakan Bumi Sanggar Jaya Jember Sulap Kotoran Ayam Jadi Green Product Bernilai Ekonomi
Ubah Limbah Jadi Berkah: Peternakan Bumi Sanggar Jaya Jember Sulap Kotoran Ayam Jadi Green Product Bernilai Ekonomi

 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelatihan branding dan marketing, yang membekali mitra peternakan dengan strategi membangun citra produk (branding) serta teknik pemasaran secara online maupun offline melalui media sosial, agar produk Ec-Cocomp Block dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Materi pelatihan pengolahan limbah (eco-enzyme, kompos, dan ec-cocomp block) disampaikan oleh dua dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Negeri Jember, yakni Ika Dewi Sumiati, S.Pd., M.Pd. dan Zakaria Sandy Pamungkas, S.Pd., M.Pd. “Kami sebagai pemateri memberikan pendampingan teknis secara langsung kepada peserta, mulai dari tahap persiapan bahan hingga proses pencetakan produk akhir,” ulas Ika Dewi Sumiati.

Selanjutnya, sesi branding produk dibawakan oleh Muhammad Syamsu Dhuha, kreator konten sekaligus pemilik kanal YouTube Maharunika.

Dia berbagi wawasan mengenai strategi membangun citra dan daya tarik visual produk agar lebih dikenal luas oleh masyarakat, khususnya melalui platform digital.

Sementara itu, materi pemasaran disampaikan oleh Rara Mustika Ningrum, M.A., dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Negeri Jember. Dia memaparkan strategi pemasaran produk berbasis potensi lokal agar Ec-Cocomp Block dapat bersaing di pasar produk pertanian dan perkebunan.

Tanggapan Positif dari Mitra

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk dari mitra pemasaran maupun pengelola peternakan. Menurut Purwanto, Pengelola Trubus Jember, mitra pemasaran, menyampaikan apresiasi terhadap kualitas produk Ec-Cocomp Block dan potensinya di pasar media tanam.

"Kami cukup terkesan dengan hasil Ec-Cocomp Block ini. Kualitasnya bagus karena bahan bakunya jelas, mulai dari eco-enzyme, kompos, sampai cocopeat, dan teksturnya cocok untuk kebutuhan media tanam yang selama ini banyak dicari pelanggan kami. Kami terbuka untuk menjajaki kerja sama pemasaran lebih lanjut dengan pihak peternakan," kata Abdul Saleh.

Senada dengan hal tersebut, Mursid, Pengelola Peternakan Ayam Petelur Bumi Sanggar Jaya turut menyampaikan manfaat pelatihan ini bagi pengelolaan limbah peternakan.

“Pelatihan ini sangat membantu kami. Selama ini kotoran ayam hanya menumpuk dan menjadi masalah tersendiri, sekarang justru bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat dan punya nilai jual. Kami berterima kasih kepada tim pengabdian dan berharap program seperti ini terus berlanjut sehingga Ec-Cocomp Block bisa menjadi produk andalan peternakan kami,” jelas Mursid.

Tanggapan positif juga datang dari sisi branding produk. Muhammad Syamsu Dhuha, pemateri pelatihan branding, menilai strategi promosi yang memadukan platform online dan offline dapat memperluas jangkauan pasar produk ini.

"Produk sebagus apa pun kalau tidak dikenal orang ya percuma. Karena itu kami dorong mitra peternakan untuk memanfaatkan media sosial sekaligus tetap aktif di kegiatan offline seperti pameran atau bazar, supaya Ec-Cocomp Block bisa dikenal lebih luas dan dipercaya calon pembeli," katanya. (nur)

Editor : M. Ainul Budi
desa biting peternakan ayam Jember Berita Jember