Sekolah Perempuan Bersinar: Dosen Unej Latih Ibu PKK Kalianyar Olah Ampas Tahu Jadi Hydrotone Bernilai Jual

Nur Hariri • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 18:26 WIB
Sekolah Perempuan Bersinar: Dosen Unej Latih Ibu PKK Kalianyar Olah Ampas Tahu Jadi Hydrotone Bernilai Jual
Sekolah Perempuan Bersinar: Dosen Unej Latih Ibu PKK Kalianyar Olah Ampas Tahu Jadi Hydrotone Bernilai Jual

 

RADAR JEMBER - Selama ini, limbah ampas tahu di Desa Kalianyar, Bondowoso belum diolah secara maksimal oleh masyarakat. Sebagai desa dengan cukup banyak home industry tahu, maka produksi ampas tahu di wilayah ini terbilang melimpah setiap harinya.

Sayangnya, ampas tahu tersebut kerap kali hanya dibuang begitu saja atau sekadar dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Bahkan, ampas tahu sering menumpuk menjadi limbah rumah tangga yang belum memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar.

Berangkat dari persoalan pengolahan limbah ampas tahu yang belum tertangani optimal, Program Pengabdian Desa Binaan bertajuk "Sekolah Perempuan Bersinar: Penguatan Kemandirian Ekonomi Kreatif pada Keluarga Buruh Migran Berbasis Potensi Lokal di Desa Kalianyar, Bondowoso" resmi dilaksanakan dengan menyasar ibu-ibu PKK setempat.

Ketua Tim Pengabdian Desa Binaan UNEJ : Dr. Sri Wahyuni, S.Pd. M.Pd menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata Dari Program yang dilaksanakan oleh Tim Kelompok Keris ESSE dari Dosen Prodi Pendidikan IPA Universitas Jember.

Sekolah Perempuan Bersinar: Dosen Unej Latih Ibu PKK Kalianyar Olah Ampas Tahu Jadi Hydrotone Bernilai Jual
Sekolah Perempuan Bersinar: Dosen Unej Latih Ibu PKK Kalianyar Olah Ampas Tahu Jadi Hydrotone Bernilai Jual

 

“Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi akademisi Universitas Jember (UNEJ) dalam mendukung kemandirian ekonomi keluarga buruh migran melalui pemanfaatan potensi lokal yang selama ini kurang tergarap secara optimal,” katanya. Pada kegiatan itu, juga ada Eka Puspita Kartika Sari S.Pd. M.Pd. sebagai anggota 1, dan Rayendra Wahyu Bachtiar, S.Pd., M.Pd., Ph.D., sebagai anggota 2 sebagai penggiat program pengabdian desa binaan.

Dr. Sri Wahyuni menyebutkan selama ini di Desa Kalianyar, Bondowoso, dikenal sebagai salah satu desa dengan jumlah warga yang bekerja sebagai buruh migran cukup tinggi.

Kondisi ini mendorong Tim Pengabdian Desa Binaan UNEJ untuk hadir memberikan pelatihan keterampilan ekonomi kreatif bagi para istri dan keluarga yang ditinggalkan, agar mereka memiliki sumber penghasilan tambahan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kiriman dari luar negeri.

Sekolah Perempuan Bersinar: Dosen Unej Latih Ibu PKK Kalianyar Olah Ampas Tahu Jadi Hydrotone Bernilai Jual
Sekolah Perempuan Bersinar: Dosen Unej Latih Ibu PKK Kalianyar Olah Ampas Tahu Jadi Hydrotone Bernilai Jual

 

Melalui program ini, Tim melatih ibu PKK Desa Kalianyar, Bondowoso, mengolah ampas tahu menjadi hydrotone bernilai jual sebagai wujud penguatan kemandirian ekonomi kreatif keluarga buruh migran berbasis potensi lokal.

“Semoga melalui pelatihan ini, warga bertambah kreatif dan ampas tahu tidak terbuang sia-sia, sehingga memberi manfaat dan berdampak pada bertambahnya ekonomi masyarakat,” kata Dr. Sri Wahyuni, yang juga menjadi dosen Pendidikan IPA UNEJ tersebut.

Mengolah Ampas Tahu Menjadi Hydrotone Bernilai Jual

Dijelaskan, salah satu bentuk kegiatan unggulan dalam Program Sekolah Perempuan Bersinar ini adalah Pelatihan Pengolahan Ampas Tahu menjadi Hydrotone bernilai jual.

Ampas tahu yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga dan hanya dibuang begitu saja. “Melalui pelatihan ini, ampas tahu diolah sehingga berubah menjadi media tanam hydrotone yang memiliki nilai ekonomis,” jelas Dr. Sri Wahyuni.

Inovasi pemanfaatan limbah ampas tahu menjadi hydrotone ini dinilai sangat relevan dengan potensi lokal Desa Kalianyar, mengingat industri tahu cukup banyak dijumpai di wilayah tersebut. “Dengan pelatihan ini, limbah yang tadinya tidak bernilai kini dapat diolah menjadi produk media tanam yang dapat dijual maupun dimanfaatkan sendiri oleh warga untuk kegiatan bercocok tanam,” katanya. (nur)

Editor : M. Ainul Budi
Berita Jember UNEJ dosen unej Bondowoso