Radar Jember – Rumah Sakit Umum (RSU) Kaliwates Jember kembali dipercaya menjadi official medical support Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026.
Rumah sakit yang berada di Jalan Diah Pitaloka 4a Kaliwates ini menyiagakan puluhan tenaga medis untuk mengawal kesehatan tamu undangan VVIP, talent, hingga peserta defile selama rangkaian karnaval yang berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 24-26 Juli 2026.
Kepercayaan itu sekaligus menjadi bukti komitmen RSU Kaliwates dalam mendukung suksesnya event internasional kebanggaan Kabupaten Jember.
Baca Juga: Cegah Stunting Dimulai dari Posyandu, Pertamina bersama RSUK Jember Gelar Pelatihan untuk Kader
Sebanyak 18 personel diterjunkan dalam pengamanan medis tahun ini. Tim tersebut terdiri atas tiga dokter dan 15 perawat yang telah dipersiapkan melalui pelatihan sebelum bertugas di lapangan.
Koordinator Lapangan Bidang Medis dr Fungky Anthony Kuswanto, mengatakan sebagian personel memang baru pertama kali bergabung dalam pengamanan JFC.
Namun, mereka telah mengikuti beragam pelatihan, khususnya medical evacuation.
"Personelnya 18 orang, terdiri dari tiga dokter dan 15 perawat. Ada yang baru pertama kali bertugas, tetapi semuanya sudah menjalani pelatihan dua bulan sebelumnya agar siap memberikan pelayanan terbaik," ujarnya.
Untuk memastikan layanan kesehatan berjalan optimal, RSU Kaliwates juga menyiagakan dua armada ambulans di lokasi kegiatan.
Baca Juga: Manfaatkan Momen Libur Sekolah, Puluhan Nakes RSU Kaliwates Jember Diterjunkan dalam Khitan Masal!
Satu ambulans mini ICU ditempatkan di kawasan runway sebagai respons cepat apabila terjadi kondisi darurat.
Sementara satu ambulans mobile disiapkan untuk menjangkau titik-titik lain sesuai kebutuhan selama pelaksanaan JFC.
Selain ambulans, RSU Kaliwates juga menghadirkan klinik tenda khusus di area VVIP.
Fasilitas tersebut difungsikan sebagai pusat pelayanan medis bagi tamu maupun peserta yang membutuhkan observasi atau penanganan lanjutan tanpa harus langsung dirujuk ke rumah sakit.
Seluruh personel bekerja secara bergantian agar layanan kesehatan tetap tersedia sepanjang kegiatan berlangsung.
Menurut dr Fungky, kasus kesehatan yang paling sering ditemui selama JFC masih didominasi kelelahan, dehidrasi, hingga peserta yang pingsan akibat kurang menjaga asupan makanan dan cairan.
Aktivitas yang padat ditambah cuaca panas membuat banyak talent maupun kru lupa memenuhi kebutuhan nutrisi selama mengikuti rangkaian acara.
"Kasus yang paling sering kami tangani masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu pingsan karena kelelahan, dehidrasi, dan lupa makan. Bahkan kru juga ada yang tumbang karena terlalu sibuk sehingga mengabaikan kebutuhan nutrisinya," jelasnya.
Meski demikian, hingga pelaksanaan JFC 2026 belum ditemukan kasus dengan kondisi berat.
Tim medis lebih banyak memberikan penanganan terhadap luka ringan akibat kostum, kelelahan, serta pemeriksaan kesehatan agar peserta tetap prima sebelum tampil.
Dengan dukungan tenaga medis berpengalaman, fasilitas lengkap, dan sistem layanan yang siaga, RSU Kaliwates kembali memastikan setiap talenta, kru, maupun tamu dapat menikmati kemeriahan JFC 2026 dengan aman dan nyaman. (ika/kin/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh