Radar Jember – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember resmi membuka kegiatan QRIS Jelajah Indonesia 2026, Selasa (15/7).
Program yang berlangsung hingga 18 Juli 2026 tersebut digelar serentak di tiga wilayah kerja KPwBI Jember, yakni Kabupaten Jember, Situbondo, dan Banyuwangi, sebagai upaya mempercepat digitalisasi sistem pembayaran sekaligus memperluas pemanfaatan QRIS di masyarakat.
Deputi Kepala Perwakilan KPwBI Jember Myrnawati Savitri mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni pembukaan, melainkan menjadi awal perjalanan bersama untuk menghadirkan transaksi digital yang semakin mudah, cepat, aman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, transformasi digital telah mengubah cara masyarakat bertransaksi, berusaha, hingga membangun perekonomian nasional.
"Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital. Dengan dukungan generasi muda yang akrab dengan teknologi, sistem pembayaran digital terus berkembang untuk menghadirkan transaksi yang semakin efisien dan inklusif," ujarnya.
Myrna menjelaskan, perkembangan QRIS menunjukkan tren yang terus meningkat. Hingga saat ini, QRIS telah digunakan lebih dari 70 juta pengguna, diterima di lebih dari 47 juta merchant, mencatat lebih dari 17 miliar transaksi, serta telah terhubung dengan enam negara melalui layanan QRIS Antarnegara.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa digitalisasi pembayaran mampu mendorong pertumbuhan UMKM, mempermudah transaksi masyarakat, sekaligus memperkuat ekonomi digital Indonesia.
Melalui QRIS Jelajah Indonesia 2026, Bank Indonesia mengusung konsep gamifikasi agar edukasi mengenai sistem pembayaran digital menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta akan menyelesaikan berbagai misi yang mengajak mereka mengenal inovasi sistem pembayaran digital sekaligus menjelajahi kuliner legendaris dan berbagai destinasi hidden gems di Jember, Situbondo, dan Banyuwangi.
"Kami berharap setiap perjalanan tidak hanya menjadi pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana QRIS telah mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan UMKM di daerah," katanya.
Selain edukasi QRIS, peserta juga akan memperoleh materi mengenai pelindungan konsumen, program Cinta, Bangga, Paham Rupiah, serta edukasi Anti-Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT).
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang belajar, berkolaborasi, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berperan aktif dalam mendorong transformasi digital Indonesia.
Myrna mengajak seluruh peserta menikmati setiap tantangan, membangun kolaborasi dengan tim, serta mendukung UMKM lokal selama mengikuti rangkaian kegiatan.
"Mari bersama-sama mewujudkan sistem pembayaran Indonesia yang semakin digital, inklusif, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh