RADAR JEMBER - Hadi Lukman sempat pasrah. Warga Dusun Kebunrejo, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, itu mengira puluhan juta rupiah miliknya ikut menjadi abu saat rumahnya terbakar pada Sabtu malam, 21 Juni lalu. Apalagi kondisi uang tersebut sudah menghitam dan basah akibat semprotan air pemadam kebakaran.
"Sempat ada keraguan, kalau yang sudah tinggal dua pertiga atau apa itu saya sudah pasrah saja," ujar Hadi.
Setelah kebakaran, uang yang tersimpan di dalam ember dan terselip di antara buku tabungan itu dijemur dan diangin-anginkan dengan hati-hati agar tidak semakin rusak.
Harapan baru muncul setelah Hadi mendapat arahan dari Bank Jatim Wongsorejo untuk membawa uang tersebut ke layanan kas keliling Bank Indonesia yang dibuka di arena Sekarkijang Creative Fest (SCF) x Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026, Minggu (19/7).
Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar uang tersebut masih memenuhi ketentuan untuk diganti. Total uang yang berhasil diganti mencapai Rp 25.720.000.
Bagi Hadi, uang itu sangat berarti. Selain menjadi tambahan modal untuk membangun kembali usahanya, sebagian merupakan tabungan anak-anak TK yang selama ini ia kelola.
"Sebagian untuk modal usaha. Di sisi lain, karena di situ juga ada uang tabungan anak-anak TK yang saya kelola, nantinya akan dibalikin ke yang punya," katanya.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember Achmad mengatakan, masyarakat tidak perlu ragu membawa uang yang rusak akibat kebakaran untuk diperiksa. Selama memenuhi ketentuan, uang tersebut masih dapat memperoleh penggantian. Ia juga mengimbau masyarakat tidak merekatkan uang rusak menggunakan selotip, lakban, atau steples agar proses identifikasi lebih mudah dilakukan.
Editor : M. Ainul Budi