DABASAH, Radar Ijen - Persiapan menuju revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) Ijen 2026 di Kabupaten Bondowoso melibatkan lingkungan pendidikan. SMA Negeri 2 yang ditunjuk mewakili lingkungan sekolah sangat siap menyambut kehadiran tim penilai dari UNESCO.
Bahkan ketika ada kunjungan dari Kemenko Ekonomi, kemenko infraswil dalam rangka pra revalidasi UGG, seluruh warga sekolah menyambutnya dengan profesional.
Kepala SMA Negeri 2 Bondowoso, Holifah Nur Azizah SPd MPd mengatakan bahwa dengan melibatkan sekolah, edukasi tentang kebudayaan, botani maupun geologi bisa lebih masif diterima oleh siswa.
"Jadi anak-anak punya wawasan yang lebih terkait tentang apa sebenarnya Ijen Geopark. Edukasinya juga kami masukkan di dalam pelajaran maupun kegiatan ekstrakulikuler dan kegiatan kokulikuler," Jelas Holifah (17/6).
Menurut Holifah, pembelajaran tentang Ijen Geopark tidak hanya dengan literasi bacaan, namun juga dengan terjun langsung ke tempat pengrajin topeng kona maupun sanggar kebudayaan yang ada di Bondowoso.
Di sekolah, siswa SMA Negeri 2 Bondowoso membuat pojok literasi, ada ruang kolaborasi, taman literasi yang nyaman untuk belajar dan lain sebagainya.
"Ini menjadi kesempatan dan sekaligus laboratorium pembelajaran buat siswa," lanjutnya.
Holifah juga merasa bangga ketika melihat setiap siswa mampu
mempresentasikan dihadapan kementerian dan tim juri dengan bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Jepang.
"Yang mengenalkan semua budaya-budaya yang ada di Bondowoso itu anak-anak. dan mereka menggunakan bahasa Inggris, Jepang dan Bahasa Indonesia," ungkapnya.
Bappenas, Dewan pakar, Kemenko ekonomi, Kemenko infraswil, Bappedaprov, Disbudparprov serta OPD terkait dilingkungan Pemerintah kabupaten Bondowoso hadir dalam kunjungan monitoring nasional Ijen Geopark.
SMA Negeri 2 Bondowoso seratus persen siap menerima kunjungan dari UNESCO pada bulan depan. Holifah sangat optimis anak didiknya mampu memberikan yang terbaik, dari Bondowoso untuk dunia.
"Anak-anak sangat paham, karena mereka praktek langsung bagaimana menjadi singo ulung, membuat karya dengan daur ulang, termasuk dalam ketahanan pangan, semua ada dan siap 100%," pungkasnya.
Editor : M. Ainul Budi