Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Peserta Raker FDPNI Kunjungi Teaching Factory Unggulan Polije

Alvioniza • Sabtu, 4 Juli 2026 | 15:11 WIB
Foto: Humas Polije
Foto: Humas Polije

 

RADAR JEMBER- Peserta Rapat Kerja Forum Direktur Politeknik Negeri dan Akademi Komunitas Negeri se-Indonesia (FDPNI) mengunjungi sejumlah Teaching Factory (Tefa) unggulan milik Politeknik Negeri Jember (Polije), Jumat (26/6/2026). 

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian rapat kerja untuk memperkenalkan implementasi pembelajaran vokasi berbasis industri yang dikembangkan Polije.

Rombongan yang terdiri atas para direktur politeknik negeri dan akademi komunitas negeri dari berbagai daerah diajak meninjau enam Teaching Factory, yakni Tefa AutoHub, Tefa UHT, Tefa Pengolahan Produk Kopi, Tefa Green House, Tefa Ice Tube, dan Tefa Bakery and Coffee. 

Pada setiap lokasi, peserta memperoleh penjelasan mengenai proses produksi, sistem pembelajaran, hingga tata kelola unit usaha yang melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari proses pendidikan vokasi.

Direktur Politeknik Negeri Jember, Saiful Anwar, S.TP., M.P., mengatakan Teaching Factory menjadi salah satu strategi kampus dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

"Teaching Factory yang kami kembangkan merupakan implementasi pembelajaran berbasis industri. Mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi dan pelayanan sesuai standar industri," ujarnya.

Menurut Saiful, keberadaan Teaching Factory tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa, tetapi juga menjadi media kolaborasi antarperguruan tinggi vokasi untuk saling berbagi praktik baik dalam pengelolaan pembelajaran.

"Kami berharap kunjungan ini menjadi ajang bertukar pengalaman antarpoliteknik sehingga masing-masing institusi dapat mengembangkan Teaching Factory sesuai potensi dan keunggulannya," katanya.

Sementara itu, Ketua FDPNI, Ahyar Muhammad Diah, S.E., M.M., Ph.D., mengapresiasi kesempatan yang diberikan Polije untuk memperkenalkan berbagai unit Teaching Factory kepada peserta rapat kerja.

"Kunjungan ini memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana pembelajaran vokasi dapat terintegrasi dengan proses produksi sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri," tuturnya.

Ia menilai setiap politeknik memiliki keunggulan yang dapat menjadi inspirasi bagi institusi lain dalam mengembangkan pendidikan vokasi.

"Melalui kegiatan seperti ini, kami dapat saling belajar, berbagi praktik baik, dan memperkuat jejaring antarperguruan tinggi vokasi untuk meningkatkan kualitas lulusan di Indonesia," tambah Ahyar.

Selain menjadi sarana berbagi pengalaman, kunjungan tersebut juga membuka ruang diskusi mengenai pengembangan Teaching Factory sebagai model pembelajaran yang mampu mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri.

 

Editor : Alvioniza
#Polije