Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bukan Reuni Biasa! Gebrakan Baru Unej dan BPJS Ketenagakerjaan Bakal Rombak Kurikulum Kampus Jadi Begini

Redaksi Radar Jember • Sabtu, 4 Juli 2026 | 07:15 WIB
SINERGI: Dirut BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat (kiri) bersama Rektor Unej Iwan Taruna setelah tandatangan menjalin MoU, kemarin pagi (3/7). (BPJS KETENAGAKERJAAN)
SINERGI: Dirut BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat (kiri) bersama Rektor Unej Iwan Taruna setelah tandatangan menjalin MoU, kemarin pagi (3/7). (BPJS KETENAGAKERJAAN)

Radar Jember – BPJS Ketenagakerjaan resmi menggandeng Universitas Jember (Unej) untuk membangun ekosistem kampus yang mengintegrasikan perlindungan, literasi, riset, hingga pengembangan kurikulum.

Sinergi strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan Rektor UNEJ Iwan Taruna, kemarin pagi (3/7).

Sebagai langkah awal, BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi mahasiswa yang mengikuti program magang maupun Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Baca Juga: Kejari Jember Tuntut Eks Wakil Ketua DPRD Jember dalam Perkara Sosraperda 6,6 Tahun Penjara, Denda dan Uang Pengganti !

Kerja sama ini juga mencakup penguatan kepesertaan, pengembangan kurikulum jaminan sosial ketenagakerjaan, kolaborasi riset, serta pemanfaatan infrastruktur Artificial Intelligence (AI) Center untuk mendukung inovasi layanan dan transformasi digital.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi pekerja yang kompeten dan sadar pentingnya perlindungan sosial sebelum memasuki dunia kerja.

Menurutnya, perguruan tinggi berperan strategis dalam membentuk karakter, kompetensi, dan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan.

Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan mendorong kampus menjadi pusat pendidikan, literasi, riset, dan inovasi guna memperkuat sistem jaminan sosial nasional serta peran jaminan sosial sebagai instrumen ketahanan sosial ekonomi nasional.

Sepanjang tahun 2025, pihaknya telah menyalurkan manfaat jaminan sosial kepada peserta sekitar Rp68 triliun sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi pekerja dari berbagai risiko.

Baca Juga: Minta Penjaringan Rektor Definitif UIN KHAS Jember Dipercepat, Plt Rektor Pastikan Program Kampus Tetap Berjalan

“Yang kami bangun bukan hanya sistem perlindungan, tetapi juga keberlanjutan kehidupan peserta. Manfaat yang diterima harus menjadi titik awal untuk bangkit, mandiri, dan produktif,” ujar Saiful.

Menurutnya, sinergi antara perlindungan, literasi, riset, inovasi, dan pemberdayaan tersebut merupakan implementasi strategi Coverage, Care, dan Credibility (3C) BPJS Ketenagakerjaan melalui perluasan cakupan perlindungan, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan tata kelola berbasis kolaborasi dan inovasi.

Komitmen ini dipertajam lewat dua Perjanjian Kerja Sama (PKS). Pertama, dilakukan oleh Direktur Kepesertaan Agung Nugroho dengan Warek II dan Warek IV Unej terkait optimalisasi jaminan sosial civitas academica.

Kedua, diteken oleh Direktur Human Capital dan Umum Harjono Siswanto bersama Warek I Unej fokus pada penguatan Tridarma serta kurikulum jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kemitraan ini memperluas jejaring BPJS Ketenagakerjaan yang kini telah merangkul 48 kampus dalam negeri dan 5 kampus luar negeri.

Rektor Unej Iwan Taruna menyambut baik kolaborasi langkah strategis memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sistem perlindungan sosial ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Kolaborasi ini tentunya memperkaya pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi sekaligus membekali mahasiswa menghadapi dunia kerja," tuturnya.

Baca Juga: Musim Libur Sekolah Tiba! Satlantas Polres Jember Mendadak Ambil Tindakan Tegas Ini ke Puluhan Bus, Ada Apa?

Senada, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jember Dadang Komarudin menegaskan, sinergi ini menjadi langkah strategis sebagai fondasi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

Menurutnya, peningkatan literasi akan memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, budaya kerja yang terlindungi, serta ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Sebagai investasi jangka panjang, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa jaminan sosial merupakan bagian penting sekaligus instrumen perlindungan yang mendukung produktivitas kerja dan keberlanjutan pembangunan ke depan,” pungkas Dadang. (ika/c2/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #UNEJ #BPJS Ketenagakerjaan