Radar Jember – Usianya baru 12 tahun. Namun, nama Bilal Maulana perlahan mulai dikenal di dunia tinju amatir.
Siswa kelas VII SMPN 4 Jember asal Desa/Kecamatan Arjasa itu kembali mengharumkan nama Kabupaten Jember setelah meraih gelar juara pada Kejuaraan Tinju Amatir Piala Wali Kota Surabaya 2026.
Ajang open nasional itu berlangsung pada 26–28 Juni di GOR Pancasila Surabaya.
Kejuaraan tersebut diikuti petinju dari berbagai daerah di Indonesia. Ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jatim 2027.
Baca Juga: Radar Jember dan ESI Jember Siap Gelar Turnamen E-Sport, Bersama-Sama Berburu Calon Atlet Porprov
Meski usianya masih belia, Bilal mampu bersaing dengan para petinju muda dari berbagai daerah.
Pada partai final di nomor 42 kilogram putra, Bilal dijadwalkan menghadapi petinju asal Bali, Aloka Aditya Narendra.
Namun lawannya tidak hadir sehingga Bilal dinyatakan menang dan berhak menyandang gelar juara kategori open nasional.
Prestasi tersebut menambah koleksi trofinya menjadi 11 sejak menekuni dunia tinju amatir. Catatan itu menjadi pencapaian yang tidak banyak diraih atlet seusianya.
Baca Juga: Radar Jember dan ESI Jember Siap Gelar Turnamen E-Sport, Bersama-Sama Berburu Calon Atlet Porprov
Perjalanan Bilal hingga berada di titik ini tidak datang secara instan. Putra ketiga pasangan One Dony Prayoga dan Emi Budian Romadona itu telah menunjukkan ketertarikan terhadap olahraga tinju sejak kecil.
Melihat kesungguhan sang anak, kedua orang tuanya kemudian mendaftarkan Bilal ke Balawara Boxing Camp Jember agar bakatnya mendapat pembinaan yang tepat dan terarah.
Di sasana itu, Bilal berlatih di bawah bimbingan pelatih Antok Gores. Latihan yang disiplin dan konsisten membuat kemampuannya terus berkembang hingga mampu mengumpulkan prestasi demi prestasi di berbagai kejuaraan.
“Bilal adalah anak yang sangat tekun dan pantang menyerah. Setiap latihan dia selalu datang lebih awal, tidak pernah mengeluh, dan memiliki jiwa petarung sejati. Saya yakin jika terus dijaga dan didampingi dengan baik, Bilal bisa menjadi petinju nasional bahkan internasional di masa depan,” kata Antok.
Dukungan terbesar juga datang dari keluarga. Sang ayah, Dony, mengaku bangga melihat perjuangan Bilal membuahkan hasil.
Meski demikian, ia tetap mengingatkan agar prestasi olahraga tidak mengesampingkan pendidikan.
“Kami mendukung penuh minat dan bakat Bilal di bidang tinju. Namun pendidikan tetap nomor satu. Kami selalu menekankan bahwa keberhasilan sejati adalah keseimbangan antara olahraga, pendidikan, dan ibadah. Semua harus berjalan selaras,” tuturnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh