ANTIROGO, Radar Jember – Budaya kompetisi sejak usia dini terus ditanamkan di MI Unggulan Nuris Jember. Dalam ajang Bhayangkara Student Competition tingkat Tapal Kuda, mereka membawa pulang enam medali dari tiga cabang lomba berbeda, menariknya, tiga di antaranya disertai predikat Best Score atau nilai tertinggi di kategori masing-masing.
Muhammad Safri Alfatih dari kelas 5B menjadi peraih medali emas sekaligus Best Score pada Matematika Level 3.
Prestasi serupa diraih Aksara Semesta Muhammad, siswa kelas 2A, di English Level 1. Sementara Talitha Jasmine Az-Zahra dari kelas 4D sukses menyabet emas dan Best Score pada kategori Puisi Level C.
Tambahan medali datang dari Nimpuna Bathari Persi (2A) yang meraih perak pada Puisi Level B. Aisyah Azalea (2D) memperoleh perunggu di English Level 1, sedangkan Akio Falah El Qodri (3D) membawa pulang perunggu dari English Level 2.
Hasil tersebut membuat kontingen MI Unggulan Nuris menjadi salah satu yang memborong medali dalam kompetisi tersebut.
Di balik raihan medali itu, ada perjuangan yang tidak sederhana. Nimpuna Bathari Persi harus tampil saat kondisi kesehatannya belum pulih.
Flu dan batuk sempat membuat suaranya hilang menjelang perlombaan. Ia mengaku sempat khawatir batuk ketika membacakan puisi di hadapan dewan juri.
"Alhamdulillah, meski sempat sakit, tapi masih bisa meraih juara. Kuncinya kerja keras berlatih, pantang menyerah, dan percaya diri," ujarnya.
Aksara Semesta Muhammad juga memiliki cerita tersendiri. Siswa kelas 2A itu mengaku rutin berlatih sekitar satu jam setiap hari bersama guru pembimbing di sekolah dan mengulang pelajaran bersama ibunya di rumah.
Ia bahkan tidak pernah membayangkan akan meraih nilai tertinggi. "Alhamdulillah bahagia karena tidak disangka-sangka. Saya hanya ingin terus belajar," katanya.
Sementara itu, Muhammad Safri Alfatih memang memasang target tinggi sejak awal. Persiapan selama dua pekan dimanfaatkannya untuk memahami materi pembinaan, terutama soal-soal kombinatorik yang menjadi tantangan terberat.
Targetnya pun tercapai dengan membawa pulang medali emas sekaligus Best Score. "Saya baru pertama ikut Bhayangkara Student Competition dan langsung mendapat Best Score. Motivasi terbesar datang dari orang tua dan guru," ungkapnya.
Talitha Jasmine Az-Zahra pun tak kalah membanggakan. Siswi kelas 4D itu disiplin berlatih selama dua jam setiap hari di sekolah, bahkan tetap meluangkan waktu berlatih sendiri saat libur.
Berbekal rasa percaya diri dan doa, ia berhasil menjadi yang terbaik di kategori puisi. "Saya tidak menyangka bisa mendapat Best Score. Yang penting ingin membanggakan sekolah dan keluarga," tuturnya.
Tak kalah unik, Aisyah Azalea peraih perunggu English Level 1, mengaku hanya memiliki waktu dua hari untuk mempersiapkan diri setelah melihat poster perlombaan.
Ia memanfaatkan waktu singkat tersebut dengan mengikuti tambahan belajar dan membiasakan diri berbicara dalam bahasa Inggris baik saat di sekolah maupun di luar jam sekolah.
"Saya sangat senang karena bisa membanggakan sekolah dan orang tua. Kuncinya percaya diri dan berusaha semaksimal mungkin," pungkasnya. (dhi/nur)
Editor : M ADHI SURYA