Radar Jember – Kegemaran mengulang hafalan selepas mengaji mengantarkan Alya Kamalia Azzahra meraih prestasi membanggakan.
Siswi TK Bina Anaprasa Nuris Jember itu berhasil meraih juara pertama Lomba Tahfidz kategori hafalan doa, surat pendek, dan tartil Se-Karesidenan Besuki yang diselenggarakan PK Organizer.
Prestasi tersebut disambut penuh syukur oleh Alya. Bocah yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak itu mengaku bahagia bisa menjadi yang terbaik.
Baca Juga: Sabet Juara Nasional di Umsida, Dua Siswa SMA Nuris Jember Buktikan Jago Cas-Cis-Cus Bahasa Inggris!
Bahkan, dia tidak menyangka namanya diumumkan sebagai peraih juara pertama. “Senang, tidak menyangka, bangga, dan bahagia,” ujarnya.
Dalam kesehariannya, Alya terbiasa menghafal Alquran, baik bersama guru di sekolah, ibu, maupun ustad atau guru ngaji.
Waktu yang paling sering dimanfaatkan untuk belajar mengulang hafalan adalah pada malam hari. Rutinitas itu dijalaninya secara konsisten dengan penuh semangat.
Sejumlah surat pendek yang menjadi favoritnya di antaranya Surat An-Nas, Al-Ikhlas, dan Al-Fil.
Selain itu, Alya juga gemar menghafalkan berbagai doa harian, mulai doa untuk kedua orang tua, doa makan dan minum, hingga doa sebelum tidur.
Dari semua hafalan tersebut, Surat An-Nas menjadi yang paling disukainya.
Agar hafalan tetap terjaga, Alya memiliki kebiasaan membaca ulang ayat maupun doa yang telah dipelajari di sekolah.
Cara sederhana itu membuat hafalannya semakin kuat dan tidak mudah lupa. “Biasanya bacanya diulang-ulang biar hafal,” imbuhnya.
Saat tampil di hadapan dewan juri, Alya mengaku tidak merasakan ketakutan maupun rasa gugup yang berlebihan.
Dukungan keluarga menjadi penyemangat terbesar. Sang ibu menjadi sosok yang paling sering mendampinginya belajar.
Sedangkan ayah kerap memberikan pujian maupun hadiah setelah dirinya berhasil menyelesaikan hafalan.
Bagi Alya, mengikuti perlombaan tidak hanya soal meraih gelar juara. Pengalaman baru, kesempatan melatih mental, serta bertambahnya teman menjadi hal yang paling menyenangkan selama mengikuti kompetisi tersebut.
Dia pun gigih untuk terus menambah hafalan dan kembali mengikuti perlombaan serupa di masa mendatang.
Meski masih belia, Alya sudah memiliki cita-cita besar menjadi seorang dokter sekaligus penghafal Alquran. Keinginan itu menjadi motivasi baginya untuk terus belajar dan menjaga hafalan yang telah dimiliki. (*/dhi/c2/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh