Radar Jember - Ribuan calon mahasiswa mulai bersaing memperebutkan kursi kuliah di UIN KHAS Jember melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026.
Seleksi berbasis komputer itu resmi digelar mulai Senin (8/6) dan dipusatkan di Gedung Business and Education Center (BEC) UIN KHAS Jember.
Pelaksanaan ujian dijadwalkan berlangsung selama empat hari hingga Kamis (11/6). Setiap hari panitia membagi ujian dalam tiga sesi, yakni pagi, siang, dan sore.
Total terdapat 12 sesi yang digelar dengan dukungan enam ruang ujian yang masing-masing diisi sekitar 20 peserta.
Pada jalur UM-PTKIN tahun ini, UIN KHAS Jember mencatat ada sebanyak 3.358 pendaftar.
Namun, kuota daya tampung yang disediakan kampus untuk jalur ini terbatas hanya untuk 1.761 Calon Mahasiswa Baru.
Sementara itu, tercatat sebanyak 1.467 pendaftar secara spesifik memilih UIN KHAS Jember sebagai tempat mereka menempuh kuliah.
Kabiro AUPK UIN KHAS Jember, Dr. Nawawi, menyampaikan bahwa total peserta yang menjatuhkan pilihan lokasi ujian di kampus UIN KHAS mencapai 1.332 orang.
Mereka berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari wilayah Tapal Kuda, tetapi juga dari luar Jawa Timur.
“Pendaftarnya tidak hanya dari sekitar Jember. Ada yang berasal dari Banyuwangi, Probolinggo, Madura, Bali, dan sejumlah daerah lainnya,” ujarnya.
Pada hari pertama pelaksanaan, tingkat kehadiran peserta tergolong tinggi. Nawawi memperkirakan kehadiran mendekati 90 persen.
Meski demikian, masih ada sejumlah peserta yang tidak dapat mengikuti ujian karena sakit maupun kendala lainnya.
“Kemungkinan sekitar 16 peserta berhalangan hadir. Ada yang sakit dan ada alasan lain, tersebar di beberapa ruangan,” katanya.
Selain membuka akses bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, UIN KHAS Jember juga terus memperluas jejaring internasional.
Saat ini terdapat 17 mahasiswa asing dari tujuh negara yang sedang menempuh pendidikan di kampus tersebut.
Mereka berasal dari Nigeria, Thailand, Bangladesh, Malaysia, Pakistan, India, dan beberapa negara di kawasan Afrika.
“Untuk calon mahasiswa luar negeri ada mekanisme tersendiri yang biasanya dilakukan setelah proses UM-PTKIN selesai karena membutuhkan koordinasi antarnegara,” imbuh Nawawi.
Sementara itu, Tim Monitoring UM-PTKIN sekaligus Anggota Pokja Pengembangan Soal dan Skoring, Prof. Kusaeri, menilai pelaksanaan ujian di UIN KHAS Jember berjalan lancar.
Tim monitoring memberi perhatian pada kesiapan sarana, pengawasan peserta, serta upaya pencegahan berbagai bentuk kecurangan selama ujian berlangsung.
“Peserta yang berhalangan hadir karena sakit atau kendala tertentu nantinya bisa mengikuti sesi susulan yang disiapkan panitia nasional,” tegasnya.
Ketua Panitia Pelaksana Ujian sekaligus Ketua Pusat Informasi Data dan Penerimaan Mahasiswa Baru UIN KHAS Jember, Kun Waziz, menjelaskan seluruh peserta mengerjakan soal melalui Sistem Seleksi Elektronik (SSE) yang terhubung dengan panitia pusat.
Menurutnya, UM-PTKIN menjadi salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru selain SPAN-PTKIN dan UM Mandiri.
Kun Waziz menambahkan, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas kampus.
Dari 35 program studi yang dimiliki, sebagian besar telah berstatus unggul.
Beberapa jurusan juga menjadi favorit calon mahasiswa, seperti Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Syariah, dan Manajemen Bisnis Syariah. (ika/dhi)
Editor : M ADHI SURYA