Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Rayakan HUT IBI ke-75 Tahun, IBI Jember Turun ke Desa Risiko Tinggi, Layani Bumil hingga Balita secara Gratis

Sidkin • Senin, 8 Juni 2026 | 09:56 WIB
PEDULI KESEHATAN: Ketua IBI Jember, Bd. Siti Romlah, SST, S.Psi, MM., M.Keb (empat dari kiri) berfoto bersama pengurus harian IBI Jember serta seorang ibu yang mendapatkan layanan kesehatan gratis di Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Sabtu (6/6). (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
PEDULI KESEHATAN: Ketua IBI Jember, Bd. Siti Romlah, SST, S.Psi, MM., M.Keb (empat dari kiri) berfoto bersama pengurus harian IBI Jember serta seorang ibu yang mendapatkan layanan kesehatan gratis di Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Sabtu (6/6). (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Jalan yang tidak mudah dijangkau dan tingginya risiko kesehatan ibu serta anak menjadi alasan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Jember memilih Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, sebagai lokasi puncak Bulan Bakti dalam rangka HUT ke-75 tahun IBI, Pekan Imunisasi Dunia, dan International Day of the Midwife, Sabtu (6/6).

Ratusan warga mendapat berbagai layanan kesehatan gratis yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga para ayah.

Berbagai layanan dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Mulai imunisasi untuk mencegah anak zero dose, pemeriksaan ibu hamil guna menekan angka kematian ibu dan bayi, pelayanan keluarga berencana (KB), penanganan stunting, penyuluhan tuberkulosis (TBC), hingga Kelas Ayah Idaman yang bertujuan meningkatkan peran ayah dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan keluarga.

Baca Juga: Satu Bidan Harus Layani 350 Ibu dan Anak, Ketua IBI Jember Bd Siti Romlah Bongkar Beban Kerja Ekstrem di Lapangan

Ketua IBI Jember Bd. Siti Romlah SST S.Psi MM M.Keb menjelaskan, pemilihan Desa Sucopangepok bukan tanpa alasan.

Berdasarkan data yang dimiliki, angka risiko tinggi kesehatan ibu dan anak di desa tersebut jauh melampaui batas ideal.

Karena itu, IBI merasa perlu turun langsung memberikan intervensi dan edukasi kepada masyarakat.

“Dari banyaknya bumil busui dan balita di Desa Sucopangepok ini, sekitar 50 persennya adalah risiko tinggi. Padahal batasnya adalah 20 persen. Ini yang menjadi dasar bagi kami IBI Jember menggelar bakti sosial di desa ini,” jelasnya.

Sebanyak 96 sasaran yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan para ayah berhasil dihimpun dalam waktu singkat.

Siti Romlah mengapresiasi dukungan Kepala Puskesmas Jelbuk Machus Rovida S.Tr.Keb., Bd yang juga seorang bidan sehingga proses pendataan dan mobilisasi masyarakat berjalan cepat meski berada di wilayah yang cukup terpencil.

Baca Juga: Gempur Stunting sejak Dini! Seluruh Siswi SMP Negeri di Jember Kini Wajib Konsumsi Tablet Tambah Darah Serentak!

“Ini memberikan kemudahan kepada kami. Dalam kurun waktu 5 hari, kami sudah siap sasaran semuanya yang direncanakan dalam pelaksanaan ini,” terangnya.

(SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
(SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

Kegiatan di Desa Sucopangepok menjadi puncak dari rangkaian Bulan Bakti IBI yang berlangsung sejak akhir April hingga Mei lalu.

Selama periode tersebut, IBI Jember berhasil melayani 2.042 akseptor KB baru, memberikan imunisasi kepada 760 bayi dan anak, serta mengedukasi 612 ibu hamil dan ibu menyusui.

Penyuluhan TBC juga menjangkau sekitar 1.300 warga di berbagai wilayah Kabupaten Jember. 

Baca Juga: Masalah Stunting di Jember Belum Beres! Anggota DPRD Jember Ini Malah Enak Main HP Miring Saat Rapat

Perhatian terhadap persoalan stunting juga diwujudkan secara nyata. Sebanyak 150 balita mendapatkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama 15 hari berturut-turut.

Selain itu, IBI Jember menyalurkan santunan kepada 15 anak yatim dan 50 kaum duafa, mengunjungi para sesepuh bidan, hingga berziarah ke makam anggota yang telah wafat sebagai bentuk penghormatan terhadap pengabdian profesi.

Menariknya, seluruh kegiatan tersebut dibiayai secara mandiri oleh sekitar 2.500 anggota IBI Jember yang tersebar di 24 ranting dan ratusan Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB).

“Anggaran HUT IBI Jember pada tahun 2026 ini berasal mandiri dari seluruh anggota,” pungkas Siti Romlah.

Tak hanya memberikan layanan kepada masyarakat, IBI Jember juga terus memperkuat kapasitas anggotanya.

Baca Juga: Sesama Anggota Dewan Sebut Achmad Syahri Wajib Bermuhasabah! Masalah Stunting di Jember Belum Beres, Malah Asik Main Game

Sebanyak 240 bidan mengikuti pelatihan Pelayanan Kontrasepsi (PELKON) dan Asuhan Persalinan Normal (APN) secara swadaya melalui kerja sama dengan LDP PD IBI Jawa Timur dan LDP RSD dr. Soetomo.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bidan sebagai garda terdepan dalam menekan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan kasus stunting di Kabupaten Jember. (kin)

Editor : Imron Hidayatullahh
#desa risiko tinggi #Jember #Stunting #bumil #IBI