Radar Jember - Deretan gelar juara tak membuat M. Vidic Alghanis cepat berpuas diri. Siswa kelas XI MA Unggulan Nuris Jember itu justru ingin menjadikan pengalaman dan prestasinya sebagai bekal untuk menginspirasi serta membimbing adik-adik tingkatnya meraih mimpi yang lebih tinggi.
“If you can't fly, then run. If you can't run, then walk. If you can't walk, then crawl, but by all means, keep moving forward.”
Kalimat itu bukan sekadar kutipan motivasi bagi M. Vidic Alghanis, siswa kelas XI MA Unggulan Nuris Jember itu menjadikannya sebagai prinsip hidup yang terus mengiringi langkahnya dalam mengejar prestasi sekaligus membangun mimpi yang lebih besar.
Di balik sederet piala yang kini menghiasi perjalanan akademiknya, Vidic menyimpan kisah tentang ketekunan yang tak banyak diketahui orang. Ia tidak pernah mengandalkan bakat semata.
Berjam-jam waktu dihabiskan untuk berlatih pelafalan, memperkaya kosakata, memahami karakter cerita, hingga mengasah kepercayaan diri sebelum tampil di ajang kompetisi.
Usahanya kembali berbuah manis saat berhasil meraih Juara 1 Story Telling dalam ajang U’Fest 2026 yang diselenggarakan UIN Sunan Ampel Surabaya.
Kompetisi tingkat nasional tersebut menjadi tambahan prestasi bagi santri asal Kalisat itu yang sebelumnya juga berkali-kali menorehkan capaian serupa di berbagai ajang.
Namun bagi Vidic, kemenangan bukanlah tujuan utama. Setiap perlombaan justru dianggap sebagai ruang belajar untuk mengukur kemampuan dan memperbaiki kekurangan.
Ia meyakini bahwa proses jauh lebih penting daripada sekadar berdiri di atas podium. “Tentunya tak berhenti untuk terus bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan kesempatan meraih juara ini. Selama ada kesempatan untuk menempa diri saya akan terus berkarya,” ungkapnya.
Semangat itu membuatnya tidak mudah berpuas diri. Meski telah mengoleksi berbagai gelar nasional di bidang story telling, Vidic tetap rutin berlatih dan mencari pengalaman baru.
Baginya, kemampuan berbicara di depan publik adalah keterampilan yang harus terus diasah agar tidak tumpul oleh waktu. Perjalanan panjang tersebut juga ditempuh dengan konsistensi yang tidak sederhana.
Sejak duduk di bangku MI Unggulan Nuris, kemudian MTs Unggulan Nuris, hingga kini di MA Unggulan Nuris, ia tumbuh dalam lingkungan yang mendorongnya untuk terus berkembang.
Sedikit demi sedikit, pengalaman yang terkumpul membentuk karakter pantang menyerah yang kini menjadi ciri khasnya.
Menariknya, Vidic tidak ingin prestasi yang diraihnya berhenti pada dirinya sendiri. Di tengah kesibukan belajar dan mengikuti kompetisi, ia mulai memikirkan bagaimana pengalaman yang dimilikinya bisa menjadi bekal bagi generasi berikutnya.
Ia ingin adik-adik tingkatnya memiliki keberanian yang sama untuk tampil, mencoba, dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
“Semoga apa yang saya dapatkan selama ini bisa bermanfaat untuk adik-adik kelas. Saya ingin berbagi pengalaman dan memotivasi mereka agar berani mengembangkan potensinya masing-masing,” tuturnya.
Bagi Vidic, prestasi terbaik bukan hanya soal banyaknya piala yang berhasil dibawa pulang. Melainkan ketika pengalaman yang dimiliki mampu menginspirasi orang lain untuk terus bergerak maju, sekecil apapun langkah yang mereka tempuh. (ika/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh