Radar Jember - Komitmen menjaga lingkungan terus digaungkan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember.
Momentum Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini dimanfaatkan Unmuh Jember untuk mengampanyekan gerakan eco green dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat pembagian daging kurban.
Jika biasanya daging kurban dibagikan menggunakan kantong plastik, maka tahun ini panitia memilih memakai besek bambu.
Sebanyak 600 besek disiapkan untuk mendistribusikan daging kepada masyarakat sekitar kampus dan karyawan internal.
Baca Juga: Lawan Stigma Perempuan dan Kandang, Lulusan Manajemen Unmuh Jember Ini Sukses Beternak Domba!
Pada pelaksanaan kurban kali ini, panitia menyembelih empat ekor sapi dan dua ekor kambing.
Rektor Unmuh Jember, Hanafi mengatakan, gerakan eco green sengaja diterapkan dalam berbagai aktivitas kampus, termasuk saat pelaksanaan Idul Adha.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Kami ingin ibadah kurban ini membawa manfaat yang lebih luas. Tidak hanya berbagi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi sampah plastik,” ujarnya.
Dia menjelaskan, penggunaan besek dipilih karena selain ramah lingkungan juga mampu membantu perputaran ekonomi pelaku UMKM lokal. Sebab, seluruh besek yang digunakan diproduksi oleh perajin anyaman bambu di sekitar Jember.
“Besek ini dibuat oleh perajin lokal. Jadi selain mengurangi limbah plastik, kami juga ingin membantu roda ekonomi masyarakat kecil agar tetap bergerak,” katanya.
Menurut Hanafi, penggunaan plastik sekali pakai saat pembagian kurban kerap menimbulkan penumpukan sampah dalam jumlah besar.
Karena itu, kampus mencoba menghadirkan alternatif yang lebih aman bagi lingkungan tanpa mengurangi makna berbagi pada Hari Raya Idul Adha.
Selain penggunaannya yang lebih efisien, karena bahannya kuat dan bisa dipakai ulang, kemasan tradisional tersebut dinilai memberi kesan unik di tengah kebiasaan penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban.
“Ini juga sebagai respon naiknya harga plastik saat ini,” pungkasnya. (dhi/c2/dwi)