Polije Berhasil Raih Penghargaan Internasional CITIEA Kemitraan Unggul Pendidikan Vokasi
Alvioniza• Senin, 27 April 2026 | 16:09 WIB
Polije Berhasil Raih Penghargaan Internasional Kemitraan Unggul Pendidikan Vokasi (Humas Polije)
RADARJEMBER- Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses menyabet penghargaan Outstanding Partnership dalam ajang Conference of China-Indonesia TVET Industry-Education (CITIEA) ketiga di Yogyakarta.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas model kerja sama unggul antara Polije dengan mitra pendidikan dan industri asal China.
Polije mendapatkan kepercayaan besar sejak aliansi ini dideklarasikan di China dengan ditunjuk sebagai koordinator nasional bidang agrikultur.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif Polije dalam membangun kemitraan tripartit yang melibatkan institusi pendidikan dan dunia industri.
Wakil Direktur Bidang Kerjasama dan Kehumasan Polije, Agung Wahyono, Ph.D., menjelaskan bahwa aliansi ini mempertemukan berbagai politeknik terpilih untuk berkolaborasi secara global. Polije secara konsisten menggandeng mitra strategis guna memperkuat standar pendidikan vokasi.
"Polije bekerja sama dengan Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College sebagai mitra strategis untuk mengoordinasikan politeknik bidang agrikultur di Indonesia," ujar Agung Wahyono, Senin (27/4/2026).
Model kerja sama tersebut melibatkan PT Haida Agriculture Indonesia untuk memastikan keselarasan antara kurikulum kampus dengan kebutuhan industri.
Kolaborasi lintas negara ini terbukti mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inovatif dan kompetitif.
"Penghargaan ini kami raih atas model kerja sama unggul antara Polije, mitra institusi di China, dan PT Haida Agriculture Indonesia," tambah Agung Wahyono saat ditemui di lokasi konferensi.
Keberhasilan di Yogyakarta ini menjadi bukti posisi kuat Polije sebagai pionir aliansi pendidikan vokasi internasional.
Agung menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan motivasi besar bagi kampus untuk terus memperluas jaringan kemitraan di masa depan.
"Pencapaian ini memotivasi kami untuk terus mengembangkan model kerja sama pendidikan vokasi yang memberikan dampak nyata bagi mahasiswa," pungkasnya.
Konferensi CITIEA sendiri terus berkembang sejak pertemuan pertama di China hingga gelaran kedua di Jakarta.
Melalui aliansi ini, mahasiswa Polije kini memiliki akses lebih luas untuk mendalami teknologi agrikultur terbaru melalui jaringan internasional.