Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Refleksi Hari Kartini! Ning Ghyta Ajak Ibu-Ibu Jember Perkuat Benteng Keluarga demi Cegah Pernikahan Dini

Maulana RJ • Selasa, 21 April 2026 | 05:00 WIB
"Di hari yang penuh makna ini, kami menegaskan kembali komitmen untuk fokus pada pendidikan keluarga. Bagaimana orang tua bisa mencintai anak dengan cara yang lebih tepat dan bijak." GHYTA EKA PUSPITA, Ketua TP PKK Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)
"Di hari yang penuh makna ini, kami menegaskan kembali komitmen untuk fokus pada pendidikan keluarga. Bagaimana orang tua bisa mencintai anak dengan cara yang lebih tepat dan bijak." GHYTA EKA PUSPITA, Ketua TP PKK Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Peringatan Hari Kartini yang jatuh tepat hari ini, Selasa (21/4), menjadi momentum untuk kembali menghidupkan semangat emansipasi perempuan.

Tidak hanya dimaknai sebagai kesetaraan karier, tetapi juga sebagai upaya menjaga masa depan generasi muda dari dalam rumah.

Semangat ini didengungkan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jember, saat talkshow “Sekolah Berdaya Mencegah Pernikahan Dini” dengan Semangat Hari Kartini, bareng Najelaa Shihab, praktisi pendidikan nasional, di Pendapa Wahyawibawagraha, belum lama ini (15/4/).

Baca Juga: Legitimasi PCNU Jember Sudah Lama Wasalam, Alotnya Restu dari PBNU Dituding Jadi Biangnya

Ketua TP PKK Jember, Ghyta Eka Puspita, menegaskan peran keluarga adalah sebagai garda terdepan dalam mencegah fenomena pernikahan dini yang masih menjadi tantangan serius.

Dalam momen peringatan Hari Kartini ini, ia menyoroti bahwa masalah sosial -seperti stunting, kemiskinan, hingga pernikahan dini- hanyalah fenomena puncak gunung es dari kurangnya ketahanan di unit terkecil masyarakat, yakni keluarga.

"Semua permasalahan itu bermulanya dari keluarga. Karena itu, di hari yang penuh makna ini, kami di PKK menegaskan kembali komitmen untuk fokus pada pendidikan keluarga. Bagaimana orang tua bisa mencintai anak dengan cara yang lebih tepat dan bijak," katanya, saat memberi paparan.

Ning Ghyta, sapaan akrabnya, menilai bahwa kunci utama mencegah anak mengambil keputusan gegabah seperti menikah di usia dini adalah rasa cukup. Karenanya, ia mengajak para orang tua untuk membangun hubungan reflektif yang hangat di dalam rumah.

Baca Juga: ASN Jember Keluar Ruangan Ber-AC! Kini Wajib Terjun ke Lapangan demi Verifikasi 97 Ribu Warga Miskin Desil 1!

"Kalau anak sudah merasa cukup cinta di rumah, dia tidak akan mencarinya di luar. Kehangatan dan keterbukaan komunikasi inilah yang menjadi fondasi utama. Ini adalah esensi perlindungan anak yang sesungguhnya," kata Ning Ghyta.

Ia juga menyatakan bahwa Jember memiliki keunggulan karena juga dikenal sebagai kota pendidikan. Dengan keberadaan puluhan perguruan tinggi atau kampus, baik negeri maupun swasta, hal itu diyakininya menjadi potensi yang menjanjikan untuk mendorong generasi muda menempuh pendidikan.

Namun di sisi lain, lanjut dia, beberapa masalah krusial juga turut menyertai kota berpenduduk 2,6 juta jiwa ini, mulai dari urusan tingginya angka kemiskinan, angka stunting, AKI-AKB, hingga persoalan lemahnya budaya literasi.

Ning Ghyta meyakini, semua permasalahan tersebut titik akarnya ada di keluarga. "Melalui diskusi ini, diharapkan semakin banyak pihak yang sadar bahwa pendidikan, pendampingan, dan lingkungan yang suportif, menjadi kunci dalam mencegah pernikahan dini. Karena setiap anak berhak tumbuh, belajar, dan meraih cita-citanya dengan waktu yang tepat," imbuh perempuan yang juga ketua Dekranasda Jember itu.

Di waktu yang sama, Praktisi Pendidikan Nasional, Najelaa Shihab menilai bahwa pendekatan berbasis keluarga yang dilakukan di Jember melalui peran PKK, Bunda PAUD, hingga relawan di akar rumput, adalah langkah strategis yang visioner.

Di tengah peringatan Hari Kartini tahun ini, ia mengharap kolaborasi antara pemerintah dan PKK tidak hanya menjadi program administratif, tapi menjadi gerakan sosial yang mampu memerdekakan anak-anak Jember dari jeratan pernikahan dini, demi masa depan yang lebih gemilang.

Baca Juga: Target Juara! Pasukan JMB Jember Langsung TC di JSG demi Taklukkan Jepang dan Tuan Rumah Malaysia di AMG 2026!

"Pendidikan itu dari hulu ke hilir. Upaya yang dilakukan di Jember ini menunjukkan keseriusan dalam membangun ekosistem pendidikan yang utuh. Ini adalah model yang jarang dilakukan daerah lain dan berpotensi menjadi contoh nasional dalam menekan angka pernikahan dini," kata Najelaa. (mau/bud)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Ning Ghyta #TP PKK JEMBER #hari kartini #Pendapa Wahyawibawagraha