Melalui program tersebut, manuskrip berusia puluhan hingga ratusan tahun dialihkan ke format digital guna mencegah kerusakan fisik sekaligus membuka akses bagi masyarakat dan kalangan akademisi.
Upaya ini menjadi bagian penting pelestarian pengetahuan lokal di tengah perkembangan teknologi informasi.
Baca Juga: UIN KHAS Jember Perkuat Sinergi Media Sebarkan Gagasan Akademik
Kepala UPT Perpustakaan UIN KHAS Jember, Hafidz, mengatakan digitalisasi dilakukan agar naskah kuno tidak hilang ditelan zaman.
“Kami ingin manuskrip lama tetap hidup dan bisa diakses lebih luas tanpa merusak dokumen aslinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan setiap naskah dipindai menggunakan perangkat beresolusi tinggi dengan standar konservasi khusus.
Proses digitalisasi membutuhkan ketelitian tinggi karena kondisi sebagian kertas sudah rapuh akibat usia.
“Penanganannya harus hati-hati agar nilai historisnya tetap terjaga,” tambahnya.
Menurut Hafidz, banyak manuskrip bersejarah masih tersimpan di pesantren maupun koleksi pribadi masyarakat di kawasan Tapal Kuda hingga se Nusantara.
Dokumen tersebut menjadi rekam jejak pemikiran ulama sekaligus perkembangan sosial-keagamaan masyarakat pada masanya.
Transformasi pelestarian itu berjalan beriringan dengan penguatan layanan berbasis teknologi.
Untuk mempertahankan reputasi sebagai perpustakaan literasi digital, UPT Perpustakaan UIN KHAS Jember menghadirkan berbagai layanan inovatif yang menyesuaikan kebutuhan pengguna era digital.
Seluruh layanan kini dikemas melalui platform digital, mulai aplikasi e-Library berbasis Android, akses e-book dan e-resources internasional, sistem sirkulasi serta keanggotaan digital, hingga katalog layanan terpadu berbasis QR Code yang memudahkan pengguna mengakses informasi hanya dengan satu pindai.
Perpustakaan juga mengembangkan konsep Galeri, Library, Archive, Museum (GLAM) sebagai pusat arsip digital manuskrip dan naskah kuno Nusantara.
Selain itu, tersedia layanan pelatihan dan konsultasi literasi digital guna meningkatkan kompetensi informasi sivitas akademika.
Inovasi lain yang tengah dikembangkan adalah Laboratorium Services for Academic Knowledge, Turnitin, and Innovation Laboratory (SAKTI) sebagai pusat layanan akademik, mulai pemeriksaan Turnitin hingga konsultasi penulisan ilmiah.
Tak hanya berdampak pada pelestarian literasi, berbagai inovasi tersebut juga mendorong peningkatan minat baca mahasiswa.
Hafidz menyebut jumlah kunjungan perpustakaan mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Jika sebelumnya rata-rata pengunjung harian hanya sekitar seratus orang, kini jumlahnya mencapai ribuan mahasiswa setiap harinya selama hari aktif perkuliahan.
“Ini bisa dicek langsung dalam daftar pengunjung,” tuturnya.
Ia menilai peningkatan tersebut tidak lepas dari fasilitas yang semakin memadai dan ramah pengguna.
Selain ruang baca yang nyaman dan tidak panas, perpustakaan menyediakan area khusus yang memungkinkan mahasiswa belajar santai, berdiskusi, hingga nongkrong sambil menikmati kopi.
Konsep ruang yang fleksibel membuat perpustakaan menjadi tempat produktif sekaligus ruang interaksi akademik.
Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember Prof Dr H Hepni menyampaikan apresiasi atas capaian perpustakaan yang berhasil mempertahankan Akreditasi A dari Lembaga Akreditasi Perpustakaan Nasional.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya literasi yang adaptif di era digital.
“Perpustakaan tidak lagi sekadar ruang membaca, tetapi pusat ekosistem pengetahuan berbasis teknologi yang mendukung transformasi akademik,” ujarnya.
Baca Juga: Tidak Ada Unsur Korupsi, UIN KHAS Jember Tegaskan Program Mahad KIP-K Sesuai Regulasi
Ia menegaskan kampus akan terus mendukung penguatan literasi digital agar manfaat perpustakaan semakin luas dirasakan, tidak hanya oleh mahasiswa tetapi juga masyarakat umum.
Transformasi layanan ini diharapkan mampu menjembatani warisan intelektual masa lalu dengan kebutuhan generasi digital masa kini. (ika/dhi)
Editor : M ADHI SURYA