Radar Jember – Suasana ruang kelas SD Muhammadiyah 1 Jember, berbeda dari biasanya.
Sejumlah siswa tampak serius memeriksa tinggi badan temannya, sebagian lain mencoba simulasi menolong teman yang pingsan.
Mereka bukan sedang bermain peran, melainkan mengikuti pelatihan dokter kecil yang digelar Universitas Muhammadiyah Jember untuk menanamkan budaya hidup sehat sejak dini.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat bertajuk implementasi Health Promotion Model.
Melalui pendekatan ini, kampus mendorong lahirnya agen-agen kecil perubahan di lingkungan sekolah dasar.
Pelatihan dibuka Wakil Kepala SD Muhammadiyah 1 Jember, Danik Prastiyani, S.Pd.
Ia mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dan berharap para peserta mampu menjadi teladan bagi teman sebaya.
“Kami ingin anak-anak ini tidak hanya paham teori, tetapi benar-benar menjadi contoh hidup bersih dan sehat di sekolah,” ujarnya.
Sebelum menerima materi, siswa menjalani pemeriksaan kesehatan dasar.
Mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, tes buta warna, hingga pemeriksaan ketajaman penglihatan.
Pemeriksaan ini menjadi langkah awal mendeteksi kondisi kesehatan sekaligus mengedukasi pentingnya menjaga tubuh tetap prima.
Ketua tim pengabdian, Ns. Sri Wahyuni Adriani, menjelaskan bahwa dokter kecil memiliki peran strategis.
Anak-anak dinilai lebih mudah saling mengingatkan dibanding sekadar menerima imbauan dari guru.
“Pendekatan teman sebaya efektif membangun kebiasaan sehat,” terangnya.
Materi yang diberikan meliputi konsep dokter kecil, pentingnya kebersihan diri, hingga kepedulian terhadap teman yang sakit.
Tim dosen dan mahasiswa turut mendampingi agar penyampaian lebih komunikatif dan mudah dipahami siswa.
Bagian yang paling dinanti adalah sesi praktik. Peserta mengikuti simulasi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), penanganan tersedak, pingsan, dan mimisan.
Mereka juga mempraktikkan cara mencuci tangan dan menggosok gigi sesuai standar kesehatan.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap program dokter kecil berjalan berkelanjutan.
Dengan bekal tersebut, para siswa diharapkan mampu menjadi pelopor hidup sehat, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah dan masyarakat sekitar. (ika/dhi/c2/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh