BONDOWOSO - Setelah mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Jawa Timur pada kuartal III tahun 2025, Bondowoso terus berupaya untuk mendorong UMKM agar mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Salah satu kontributor utama pada pertumbuhan ekonomi tersebut adalah sektor UMKM.
Awal tahun 2026 bertepatan dengan datangnya bulan ramadhan. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bondowoso secara resmi membuka Festival Ramadhan 1447 Hijriyah dengan mengusung tema Ramadhan Berkah UMKM Berdaya.
Kegiatan ini digelar setiap tahun selama satu bulan penuh, yakni mulai 18 februari hingga 18 maret 2026, di alun-alun Raden Bagus Assra Bondowoso.
Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid menyebut bahwa Festival Ramadhan tersebut memiliki nilai historis dan emosional, karena bertepatan dengan satu tahun masa kepemimpinannya di Kota Tape.
Sebanyak 300 UMKM turut ambil bagian dalam festival ramadhan tahun ini, mulai dari sektor kuliner, kerajinan tangan hingga fashion.
Menurut Abdul Hamid, peningkatan kualitas produk, perluasan jejaring pemasaran serta kepatuhan terhadap standar industri, sertifikasi halal dan kesehatan menjadi syarat utama agar produk lokal mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional. “Kami ingin UMKM Bondowoso naik kelas,” ujarnya.
Bahkan, salah satu agenda strategisnya adalah rencana pembukaan Toko Rakyat Serba Ada (Torasera).
Apabila terealisasi, Bondowoso berpotensi menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang mengoperasikan Torasera.
"InsyaaAllah UMKM akan berkembang dengan baik. Kita berharap UMKM kita dari tahun ke tahun semakin baik dan semakin berkualitas," tambahnya.
Abdul Hamid mengungkapkan, rencana ini mendapat dukungan dari Kementerian Koperasi, Bank Indonesia serta LPDB Kementerian Koperasi.
Termasuk dalam hal inkubasi bisnis, penguatan jejaring dan skema pembiayaan berbunga rendah sebesar 2–3 persen per tahun.
Berdasarkan data tahun sebelumnya, Festival Ramadhan terbukti efektif mendorong pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan omzet UMKM sebesar 30 persen dan total transaksi mencapai Rp 6–7 miliar.
Selain bazar UMKM, Festival Ramadhan juga menghadirkan berbagai kegiatan seperti panggung budaya yang diikuti oleh pelajar dari 63 sekolah (SD hingga MA), Pameran Lukisan lintas daerah yang melibatkan seniman dari Bondowoso, Jember dan Lumajang serta bursa otomotif yang diikuti 25 showroom lokal.
Selain itu, tersedia juga pelayanan terpadu administrasi kependudukan (Dispendukcapil) dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. (ika/bud)
Editor : M. Ainul Budi