Radar Jember - Bukan sekadar piawai berbicara, Muhammad Helmi Fauzan Kamil menyiapkan dakwah dari naskah yang ia rangkai sendiri hingga mengantarkannya menjadi juara I Lomba Dai Muda Festival Dai Gamunas 2025 tingkat nasional.
Sebelum senja benar-benar menghilang, siswa kelas XII B MA Unggulan Nuris Jember, Muhammad Helmi Fauzan Kamil masih berkutat dengan secarik kertas dan pulpen.
Diksi demi diksi ia rangkai sendiri, hingga membentuk naskah dakwah yang utuh dan matang.
Meski berkali-kali naik podium juara, Helmi memilih tetap tekun mempersiapkan diri sebelum berkontestasi di kancah nasional.
Ia tak hanya mengasah ekspresi dan artikulasi setiap kata, tetapi juga merangkai naskah pidato dakwahnya secara mandiri dengan menggali berbagai sumber pengetahuan.
Bagi Helmi, dakwah yang baik harus lahir dari pemahaman.
Setiap tema lomba yang ditentukan panitia ia pelajari lebih dulu sebelum dituangkan ke dalam tulisan.
“Saya ingin apa yang saya sampaikan benar-benar saya pahami, bukan sekadar dihafalkan,” ujarnya.
Proses itu tak dilakukan sekali jadi. Helmi menulis, membaca ulang, lalu mengoreksi sendiri naskahnya dan dibantu oleh pembinanya baik di sekolah maupun pesantren.
Ayat, hadis, dan contoh keseharian ia padukan dengan bahasa sederhana.
“Kalau bahasanya terlalu berat, pesannya sulit sampai,” katanya.
Setelah naskah dirasa matang, latihan penyampaian baru dimulai.
Ia membaca teks dengan suara lantang, mengatur tempo, dan menyesuaikan jeda.
Dari situ, Helmi perlahan melepas ketergantungan pada teks.
“Latihan membantu saya lebih percaya diri saat tampil,” tuturnya.
Ketekunan itu membuat penampilannya di atas panggung terlihat natural.
Gestur dan intonasi mengalir tanpa dibuat-buat. Meski sudah sering tampil dan meraih prestasi, ia tetap menjaga keseriusan dalam setiap persiapan.
“Setiap lomba punya tantangan sendiri, jadi persiapannya tidak boleh setengah-setengah,” ujarnya.
Hasilnya pun sepadan. Dalam Festival Dai Gebyar Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (Gamunas) 2025 tingkat nasional, Muhammad Helmi Fauzan Kamil berhasil meraih juara I lomba dai muda, sekaligus mengharumkan nama MA Unggulan Nuris Jember.
Bagi Helmi, kemenangan bukan akhir perjalanan. Ia justru menjadikannya sebagai motivasi untuk terus belajar.
Prestasi itu sekaligus menjadi kebanggaan MA Unggulan Nuris Jember yang konsisten membina dai muda berkarakter.
“Saya ingin terus memperbaiki cara berdakwah agar bisa diterima semua kalangan,” pungkasnya. (ika/dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh