Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Belajar Malam Hari Jadi Kunci, Alfiyan Siswa MI Unggulan Nuris Jember Tembus Podium Olimpiade Matematik

M Adhi Surya • Selasa, 6 Januari 2026 | 06:25 WIB
ANGKAT TROFI: Siswa MI Unggulan Nuris Jember, Alfiyan Yazid, meraih medali perunggu Olimpiade Matematika Jawa-Bali di Unmuh Jember, Desember lalu.
ANGKAT TROFI: Siswa MI Unggulan Nuris Jember, Alfiyan Yazid, meraih medali perunggu Olimpiade Matematika Jawa-Bali di Unmuh Jember, Desember lalu.

Radar Jember - Angka-angka justru menjadi permainan bagi Alfiyan Yazid Al Bustomy.

Kegemaran itulah yang mengantarkan siswa MI Unggulan Nuris Jember ini meraih podium Olimpiade Matematika Jawa–Bali.

Malam biasanya menjadi waktu favorit Alfiyan Yazid Al Bustomy untuk belajar.

Selepas salat Isya, siswa kelas 6 MI Unggulan Nuris Jember itu membuka buku matematika dan mulai bermain dengan angka-angka.

Suasana yang tenang membuatnya lebih mudah berpikir.

Kebiasaan yang ia jalani itu jauh sebelum namanya tercatat sebagai peraih medali perunggu Olimpiade Matematika tingkat Jawa–Bali di Universitas Muhammadiyah Jember, bulan Desember lalu.

Ketertarikan Alfiyan pada matematika muncul sejak duduk di kelas 2.

Sejak saat itu, ia mulai merasa nyaman dengan angka dan pola.

“Dari dulu suka hitung-hitungan, soalnya kayak main,” ujarnya.

Perjalanan menuju lomba dimulai dari sekolah.

Melalui seleksi yang dipandu Ustadah Elvi, bakat Alfiyan mulai diasah lebih serius.

Ia mengaku senang saat pertama kali diajak ikut pembinaan.

“Waktu dibilangi mau ikut lomba, saya senang dan bersyukur,” katanya.

Di rumah, Alfiyan memiliki pola belajar yang sederhana. Ia memilih waktu malam karena suasananya lebih tenang.

Jika menemukan soal yang sulit, ia tidak langsung menyerah.

“Kalau bingung, saya minum air dulu, habis itu dicoba lagi,” tuturnya.

Rasa lelah dan jenuh tetap datang di sela latihan. Namun Alfiyan punya cara sendiri untuk mengatasinya.

“Pernah capek, terus istirahat sebentar,” katanya.

Dalam proses itu, ibunya menjadi sosok yang paling sering menemani belajar.

Sementara, pembelajaran matematika di MI Unggulan Nuris Jember dirasakan berbeda olehnya.

Proses belajar tidak hanya mengerjakan soal.

“Belajarnya enak, bisa sambil main,” ucap Alfiyan.

Dari berbagai materi, pola bilangan menjadi bagian yang paling ia sukai, sementara trigonometri ia sebut paling sulit.

Saat lomba berlangsung, Alfiyan mengaku cukup tenang.

Pas lomba percaya diri, soalnya sudah belajar sebelumnya,” katanya.

Usai lomba, ia memilih bermain bersama teman-temannya untuk melepas lelah.

Ketika kabar medali itu datang, rasa bahagia langsung ia rasakan.

Orang tua menjadi pihak pertama yang ia beri tahu.

“Saya langsung bilang ke orang tua,” ujarnya.

Pesan yang ia terima pun sederhana, diminta tetap semangat dan jangan sombong.

Di sela hobinya bermain bola dan cita-citanya menjadi polisi, Alfiyan terus melatih konsistensinya dalam belajar. (ika/c2/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#ponpes nuris #nuris jember #Siswa Berprestasi