Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bermimpi Jadi Dokter dari Rahim Pesantren, Siswa SMP Nuris Jember Ini Raih Medali Emas Olimpiade Sains Tingkat Nasional

M Adhi Surya • Sabtu, 3 Januari 2026 | 21:31 WIB
MEMBANGGAKAN : Siswa SMP Nuris Jember, Zia Azhar Masyhudi, angkat medali emas olimpiade sains tingkat nasional.
MEMBANGGAKAN : Siswa SMP Nuris Jember, Zia Azhar Masyhudi, angkat medali emas olimpiade sains tingkat nasional.

Radar Jember - Berangkat dari rutinitas belajar sepertiga malam di pesantren, Zia Azhar Masyhudi, siswa SMP Nuris Jember, menapaki jalannya di sains hingga meraih medali emas HOTS Competition tingkat nasional dan menguatkan mimpinya menjadi dokter.

Sepertiga malam menjadi waktu paling mujarab bagi Zia Azhar Masyhudi. Saat sebagian besar orang terlelap, siswa SMP Nuris Jember itu justru terjaga di kamar pesantren, membuka buku sains, lalu menekuni soal-soal logika.

Dalam suasana sunyi itulah, ia membiasakan diri belajar dan merawat mimpinya menjadi dokter.

Ketekunan itu berbuah hasil, Zia Azhar berhasil meraih medali emas dalam ajang HOTS Competition ke-3 tingkat nasional bidang sains yang digelar di Universitas Negeri Surabaya.

Ia bersaing dengan peserta dari berbagai daerah dan mampu menuntaskan tantangan soal berpikir dengan hasil terbaik.

Ketertarikan Zia pada sains tumbuh sejak ia duduk di kelas 1 SMP.

Ia menyukai pelajaran yang menuntut ketelitian dan pemahaman mendalam.

Bagi Zia, sains bukan sekadar hafalan rumus, melainkan cara memahami kehidupan secara lebih luas.

“Saya suka sains karena bisa meneliti sel,” ujarnya.

Dari ketertarikan itu pula muncul cita-cita menjadi dokter. Ia ingin memahami tubuh manusia secara ilmiah dan suatu saat dapat membantu orang lain melalui ilmu yang dikuasainya.

Menjelang lomba tingkat nasional, Zia menjalani persiapan selama tiga minggu.

Setiap hari ia berlatih mengerjakan soal-soal HOTS, baik dengan pendampingan guru di sekolah maupun belajar mandiri di pesantren.

Latihan dilakukan secara intensif dan terjadwal.

Rutinitas pesantren justru membentuk kedisiplinannya. Zia terbiasa membagi waktu antara belajar, ibadah, dan istirahat.

Pada malam hari, ketika suasana lebih tenang, ia memanfaatkan waktu untuk mengulang materi dan memperdalam pemahaman.

Zia bukan pendatang baru di ajang olimpiade. Ia tergolong aktif mengikuti berbagai kejuaraan sains, mulai tingkat kabupaten hingga nasional.

Lebih dari enam kali ia mengikuti kompetisi, yang membuatnya semakin matang menghadapi persaingan.

Medali emas tingkat nasional itu menjadi salah satu pijakan penting dalam perjalanan panjang Zia Azhar.

Dari lingkungan pesantren dan bangku SMP Nuris Jember, ia terus menyiapkan diri menapaki masa depan, dengan sains sebagai jalan dan cita-cita menjadi dokter sebagai tujuan. (ika/dhi/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#ponpes nuris #olimpiade sains nasional #santri berprestasi #nuris jember