Radar Jember – Hampir setiap hari, Kayla Ramadhani menghabiskan waktunya dengan lembaran soal fisika.
Bukan sekadar mengerjakan, tetapi membedah rumus demi rumus, menelusuri logika di balik setiap angka, hingga memahami konsep secara menyeluruh.
Ketekunan itu berbuah manis. Siswa Kelas XII MIPA 1 SMA Nuris Jember tersebut berhasil memborong dua penghargaan sekaligus dalam Olimpiade Fisika Compton tingkat kabupaten yang diselenggarakan MGMP Fisika Kabupaten Jember, 15 November lalu.
Dalam ajang tersebut, Kayla meraih juara 3 Olimpiade Fisika Compton.
Tak hanya unggul dalam penguasaan teori, ia juga dinobatkan sebagai peraih Best Laboratory Experiment, kategori yang menilai ketepatan konsep, ketelitian prosedur, serta kemampuan menerapkan teori fisika ke dalam praktik eksperimen.
Proses menuju prestasi tersebut dijalani dengan pola belajar yang intensif.
Jam belajarnya diperketat, target latihan diperbanyak, dan evaluasi dilakukan hampir setiap hari.
Setiap kesalahan dalam latihan, baik teori maupun praktik, dicatat dan dibahas kembali agar tidak terulang.
“Saya mencoba konsisten latihan setiap hari. Kalau ada soal yang salah, saya ulang sampai benar-benar paham,” tuturnya.
Meski dikenal sebagai siswa berprestasi, Kayla memilih untuk tidak berpuas diri.
Ia menyadari persaingan di tingkat kabupaten menuntut kesiapan yang matang, baik secara akademik maupun mental.
Proses belajar tersebut semakin terstruktur ketika Kayla mengikuti pembinaan khusus melalui program platinum.
Dalam pembinaan ini, ia ditempa dengan soal-soal berstandar olimpiade, diskusi konsep mendalam, serta latihan eksperimen laboratorium yang menuntut ketelitian tinggi.
“Latihannya berat, tapi dari situ saya belajar cara berpikir lebih runtut,” ungkap Kayla.
Kepercayaan sekolah untuk kembali mengirimkannya dalam ajang bergengsi itu menjadi motivasi tambahan.
Hari-hari menjelang lomba diisi dengan simulasi kompetisi, latihan manajemen waktu, serta penguatan mental agar siap menghadapi suasana lomba sesungguhnya.
Saat Olimpiade Fisika Compton digelar, Kayla tampil percaya diri.
Latihan intensif yang dijalani membantunya mengurai soal secara sistematis dan melakukan eksperimen dengan cermat, hingga mengantarkannya meraih dua penghargaan sekaligus dalam satu ajang.
Bagi Kayla, prestasi tersebut bukan tujuan akhir.
Ia berharap proses yang dijalaninya bisa menjadi bekal untuk tantangan berikutnya.
“Saya ingin terus belajar dan mencoba level yang lebih tinggi. Prestasi ini jadi pengingat kalau usaha tidak pernah mengkhianati hasil,” pungkasnya. (ika/dhi/c2/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh