Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ubah Kulit Kopi Menjadi Penjernih Air

M. Ainul Budi • Kamis, 11 Desember 2025 | 23:16 WIB

 

Photo
Photo

SILO - Desa Pace Kecamatan Silo Kabupaten Jember memiliki komoditas unggulan berupa Kopi Robusta. Namun, selama ini limbah kulit kopi sering terbuang sia-sia, bahkan jika tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan masalah lingkungan.

Salah satu dosen Universitas Jember, Nindha Ayu Berlianti mengungkapkan bahwa limbah kulit kopi memiliki potensi besar. Dengan proses karbonisasi dan aktivasi sederhana, limbah tersebut bisa diolah menjadi arang aktif. Arang aktif memiliki daya serap tinggi, sehingga bisa digunakan dalam bidang industri makanan, farmasi, kesehatan hingga pengolahan air limbah.

Produk ini memiliki daya serap tinggi terhadap berbagai zat berbahaya, khususnya logam berat yang mencemari air dan tanah. "Arang aktif berbasis kulit kopi dapat menjadi solusi ganda. Pertama, mengurangi pencemaran limbah pertanian. Kedua, menghadirkan produk bernilai ekonomi tinggi yang bisa menjadi unggulan desa," ungkap Nindha dalam sosialisasi pemberdayaan kelompok petani kopi dan BUMDes dalam produksi dan komersialisasi arang aktif dari limbah kulit kopi, agustus 2025.

Photo
Photo

Limbah kulit kopi yang diolah menjadi arang aktif tersebut berfungsi sebagai biosorben logam berat ramah lingkungan. Air keruh dan berwarna dapan berubah menjadi jernih saat disaring dengan biosorben. Dari kulit kopi yang selama ini dianggap sebagai limbah, masyarakat Desa Pace Kecamatan Silo kini bisa memproduksi arang aktif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan solusi bagi lingkungan.

Nindha mengungkapkan, program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa ini didukung dan didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Tahun 2025.

Menurutnya, dengan dukungan semua pihak, arang aktif kulit kopi bisa menjadi produk unggulan desa yang dapat menjaga kelestarian lingkungan. "Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember yang telah memberikan pendampingan, arahan serta fasilitasi sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik. Dukungan ini sangat berperan dalam keberhasilan kegiatan dan pencapaian tujuan pemberdayaan masyarakat di Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember," ungkap Nindha.

Baginya, kekuatan desa ada pada kebersamaan dan kreativitas. "Jika petani, BUMDes dan masyarakat bersatu, maka inovasi sederhana bisa menjadi gerakan besar yang dapat meningkatkan kesejahteraan," pungkasnya.

Senada dengan Nindha, Sekretaris Desa Pace, Amelia Puspita Dewi menegaskan pentingnya sinergi antara kelompok tani dan BUMDes. "Dengan kolaborasi ini, kita tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan desa, dan menghadirkan produk unggulan yang berdaya saing," ujarnya.

Sementara itu, Ketua BUMDes Pace, Dimas Hamzah Setia Budi mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mendukung gagasan tersebut. Bahkan ia telah menyiapkan rencana bisnis awal untuk keberlanjutan program. "Target kami adalah menjadikan arang aktif kulit kopi sebagai produk unggulan desa yang bisa bersaing dengan produk serupa di pasaran. Kita ingin membuktikan bahwa desa punya kemampuan menghasilkan inovasi yang berdampak luas," ujar Dimas.

Tidak hanya BUMDes, Petanipun menyambut positif gagasan ini. Mereka mengaku baru mengetahui bahwa kulit kopi ternyata bisa menjadi produk bernilai tinggi. (didik)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #SILO #UNEJ #Kopi