Teknologi AI Dan IOT Jadi Mata Baru Deteksi Dini Banjir Yang DIkembangkan oleh Tim Dosen Universitas Jember
Linda Harsanti• Rabu, 10 Desember 2025 | 21:40 WIB
Photo
Radar Jember, Jember – Upaya mitigasi bencana di Jember memasuki babak baru yang lebih canggih. Pemerintah, melalui kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Universitas Jember, secara resmi meluncurkan implementasi awal Sistem Deteksi Dini Banjir Berbasis berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT). Teknologi mutakhir ini diharapkan mampu memberikan waktu evakuasi yang lebih cepat dan efektif, sekaligus meminimalisir kerugian materiil dan korban jiwa.
Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronik Universitas Jember (TRE Unej) yang diketuai Dr. Ir. Satryo Budi Utomo, S.T., M.T Bersama dengan Dr. Ir. Bambang Sri Kaloko, S.T., M.T., IPU., Ir. Sumardi, S.T., M.T. dan Civitas akademika TRE Unej mengembangkan teknologi kebencanaan dengan dana dukungan dari Penelitian BIMA kemendiktisaintek 2025.
Sistem kebencanaan tersebut dilenggkapi dengan sensor ketinggian air, curah hujan, suhu, kelembapan dan kamera CCTV. Data yang terkumpul dari sensor tersebut kemudian diolah oleh algoritma AI. "AI ini berfungsi menganalisis pola historis banjir dengan data lapangan saat ini. Dalam hitungan detik, sistem dapat memprediksi trend ketinggian air dan menentukan apakah status siaga perlu dinaikkan. Ini jauh lebih cepat dan akurat daripada pemantauan manual," ujarnya ketua tim Dr. Ir. Satryo Budi Utomo, S.T., M.T
Photo
Aspek paling krusial dari implementasi ini adalah kecepatan penyampaian informasi. Begitu sistem AI menetapkan status Siaga Merah (tingkat bahaya tertinggi), peringatan akan disebarkan melalui tiga kanal utama secara simultan: Sirine Otomatis: Dipasang di pusat-pusat komunitas dan area padat penduduk. Dan Website : Informasi visual jarak jauh.. Investasi yang wajib dilakukan untuk keselamatan masyarakat. "Satu nyawa yang terselamatkan jauh lebih berharga daripada seluruh anggaran yang kita keluarkan. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjadikan penelitian yang berdampak kepada Masyarakat," ujar Ir. Sumardi, S.T., M.T.
Peneliti terus mengembangkan sistem kebencanaan, termasuk integrasi dengan kamera pengawas (CCTV) yang dilengkapi fitur pengenalan citra untuk memantau kondisi lapangan secara visual. Program sosialisasi dan simulasi evakuasi berbasis sistem peringatan dini juga akan segera digencarkan di seluruh wilayah rawan bencana.