RADAR JEMBER - Prestasi membanggakan diraih Tim Phoevaya. Mereka sukses menyabet gelar juara 1 JYCC 2025.
CalmiBand adalah aplikasi inovatif yang membantu anak autistik dengan teknologi gelang pintar pemantau emosi dan stres.
Dengan semangat dan dedikasi, Tim Phoevaya menunjukkan bagaimana teknologi dapat berperan dalam mengatasi tantangan sosial.
Tim Phoevaya, kolaborasi antara SMA Teknologi Majapahit dan SMAN 1 Jember, berhasil meraih Juara 1 Jatim Youth Codepreneur Challenge (JYCC) 2025 yang digelar di Universitas Surabaya (Ubaya).
Kompetisi ini merupakan ajang pengembangan aplikasi IT untuk solusi bisnis, diselenggarakan oleh Diskominfo Jawa Timur bekerja sama dengan Program Studi Sistem Informasi Ubaya.
Kemenangan mereka tak lepas dari inovasi mereka yang mengusung produk bernama CalmiBand. Alat ini adalah gelang pintar (smart wearable) yang dirancang untuk membantu anak autistik. Caranya dengan memantau emosi dan tingkat stres secara real-time.
Tim Phoevaya sendiri terdiri dari lima siswa berbakat. Dari SMA Teknologi Majapahit hadir Abhinaya Hayuning Gusti (Project Manager), Agha Mahya Dayuga (Frontend Developer & UI/UX Designer), dan M. Zaafarani Hamizan Arfa (Backend Developer). Sementara dari SMAN 1 Jember, tim diperkuat dua siswi kelas XII, Sefanya Terra Azra dan Harumi Yulia Rahma, yang berperan sebagai Project Administrator.
Kerja sama dua sekolah ini menjadi kekuatan besar sejak tahap perancangan, analisis, coding, hingga penyampaian presentasi final.
Semua aspek, mulai dokumentasi, teknis pengembangan sistem, hingga desain dan komunikasi ditangani secara matang untuk menghasilkan performa terbaik.
Tahun 2025 ini menjadi tahun yang kompetitif bagi JYCC, dengan total 75 tim pendaftar dari berbagai SMA/SMK se-Jawa Timur.
Dari jumlah tersebut, 50 tim lolos ke babak penyisihan, dan 15 tim terbaik tampil di babak final yang digelar di Gedung Perpustakaan Lantai 5 Ubaya Tenggilis pada 24 November 2025. Melalui rangkaian penilaian ketat seperti Live Coding, Presentasi Sistem, dan Presentasi Coding, Tim Phoevaya berhasil meraih skor tertinggi yaitu 603,7.
Inovasi CalmiBand mendapat pujian karena memiliki dampak sosial yang kuat dan menyasar permasalahan nyata di masyarakat.
Upaya mereka dianggap mampu menghadirkan solusi berbasis teknologi yang inklusif, relevan, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagai pihak memberikan apresiasi atas capaian tersebut.
Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menyampaikan kebanggaannya terhadap kreativitas para peserta.
Sementara itu, Dr. Dhiani Tresna Absari, Ketua Program Studi Sistem Informasi Ubaya, menegaskan komitmen Ubaya memberikan beasiswa hingga 75% bagi para pemenang JYCC.
Gugi Alifrianto Wicaksono, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo Jatim, juga menekankan kompetisi ini dirancang untuk memantik inovasi generasi muda Jawa Timur.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sekolah mampu menghasilkan inovasi besar. Sekaligus juga mengangkat nama SMA Teknologi Majapahit dan SMAN 1 Jember di tingkat provinsi.
Keberhasilan Tim Phoevaya diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus berinovasi. Termasuk juga memecahkan masalah sosial, dan menciptakan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Editor : M. Ainul Budi