Sidomulyo, Radar Jember - Desa Sidomulyo dikenal sebagai desa penghasil kopi robusta terbesar di Kabupaten Jember. Desa Sidomulyo juga berhasil mengekspor kopi ke mancanegara, sehingga dinobatkan sebagai Desa Devisa oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Desa Sidomulyo juga sering berpartisipasi dalam berbagai pameran kopi internasional, termasuk China.
Selain sebagai penghasil kopi, Desa Sidomulyo juga memiliki wisata edukasi industri kopi. Wisatawan bisa belajar tentang bertani kopi, pengolahan kopi hingga menjadi produk yang siap dijual.
Namun, dibalik kesuksesan itu, petani dan pelaku usaha lokal masih menghadapi beberapa kendala, terutama ketika harus menjelaskan kualitas dan keunggulan kopi yang mereka hasilkan kepada wisatawan.
Untuk mendukung Sidomulyo sebagai destinasi agrowisata kopi, kompetensi masyarakat dalam menilai mutu kopi perlu ditingkatkan.
Hal ini akan menjadi pondasi dalam menciptakan paket agrowisata kopi terpadu, yang menggabungkan edukasi, rekreasi, dan interaksi langsung dengan petani.
Tim Politeknik Negeri Jember melalui program pengabdian masyarakat berupaya mengembangkan desa wisata Sidomulyo dengan pelatihan uji mutu kopi.
Program ini didukung oleh mitra desa, BUMDes Sidomulyo yang kini bertransformasi menjadi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dengan begitu, tata kelola destinasi semakin kuat dan profesional.
Ketua Tim pelaksana, Peni Arianita Wardani SE MSc mengatakan bahwa peningkatan kompetensi masyarakat yang baik akan membuat agrowisata lebih kredibel dimata wisatawan yang menginginkan pengalaman mendalam tentang kopi.
"Peningkatan kemampuan uji mutu kopi ini sangat penting untuk memperkuat daya tarik wisata edukasi sekaligus memastikan kopi Sidomulyo mampu bersaing di pasar global," jelasnya.
Arianita mengungkapkan, program pengabdian masyarakat ini menggunakan skema pemberdayaan kemitraan masyarakat, yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek tahun 2025 dibawah naungan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dalam pelaksanaannya, Arianita bersama dua anggotanya, yaitu Muhamad Farhan SPar MPar dan Nur Afni Rachman SIKom MMedKom, melibatkan mahasiswa D4 Destinasi Pariwisata sebagai bagian dari MBKM.
Menurut Arianita, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai standar mutu kopi memberikan dampak langsung terhadap kesiapan kopi Sidomulyo untuk memasuki pasar ekspor.
Dengan kemampuan menghasilkan biji kopi yang konsisten dan memenuhi standar internasional, petani Sidomulyo memiliki peluang untuk terhubung dengan pembeli dan roaster luar negeri, meningkatkan nilai jual kopi hingga 2–3 kali lipat, mengembangkan single-origin Sidomulyo sebagai identitas produk serta memperluas pasar melalui kunjungan wisatawan mancanegara.
"Sinergi antara peningkatan kualitas wisata dan kualitas produk menjadikan Sidomulyo tidak hanya menarik sebagai destinasi agrowisata, tetapi juga sebagai sumber kopi unggulan yang mampu bersaing di pasar global," ungkap Arianita.
Melalui program PKM ini, Desa Wisata Sidomulyo membangun dua kekuatan sekaligus, yaitu pariwisata edukasi yang berkualitas dan komoditas kopi berstandar ekspor.
"Keduanya mendukung terciptanya pariwisata berkelanjutan yang berdampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Sidomulyo kini berada pada jalur yang tepat untuk menjadi destinasi agrowisata kopi yang tidak hanya diminati wisatawan, tetapi juga diakui dalam rantai pasok kopi internasional," pungkasnya.