Banyuwangi, Radar Jember —Tim Program Mahasiswa Berdesa (PROMAHADESA) Universitas Jember (UNEJ) melaksanakan program digitalisasi pemasaran bertajuk “BayuAgroMart” di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, pada tahun 2025. Program ini hadir sebagai upaya meningkatkan daya saing buah lokal di tengah tantangan pemasaran yang masih terbatas.
Desa Bayu merupakan daerah yang memiliki potensi besar sebagai sentra penghasil buah, terutama manggis, durian, dan alpukat. Kepala Desa Bayu, Ibu Yulia, juga menyampaikan bahwa wilayah tersebut menghasilkan cabai berkualitas. Namun, nilai ekonomi yang diterima petani belum optimal. Saat panen raya, harga jual cenderung rendah, sedangkan akses pemasaran masih terbatas karena selama ini penjualan hanya dilakukan melalui BUMDes Bayu Sejahtera atau dijual langsung kepada tengkulak.
Melalui diskusi bersama Kepala Desa, BUMDes, dan kelompok petani buah, Tim PROMAHADESA UNEJ menawarkan solusi berupa digitalisasi pemasaran sebagai strategi untuk memperluas pasar dan memperkuat identitas produk. Pendekatan ini selaras dengan upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Untuk mengimplementasikan digitalisasi, tim melaksanakan tiga program utama. Pertama, pelatihan digitalisasi pemasaran yang memberikan pendampingan dalam proses rebranding produk, termasuk pembuatan logo dan penguatan identitas visual. Kedua, kegiatan pendampingan pembuatan video dan brosur promosi, di mana peserta diajak membuat konten foto produk, video singkat, hingga brosur elektronik yang dapat dipublikasikan melalui media sosial. Ketiga, pelatihan pasca panen buah-buahan yang mengenalkan teknik penyortiran dan pelapisan buah menggunakan chitasil untuk memperpanjang umur simpan produk sebelum dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia.
Selama kegiatan berlangsung di Balai Desa Bayu, antusiasme peserta sangat tinggi. Kegiatan ini diikuti oleh BUMDes Bayu Sejahtera, anggota PKK, Koperasi Merah Putih, serta para pemuda desa. Para peserta terlihat aktif mengikuti sesi praktik, baik dalam pembuatan konten promosi maupun saat mempelajari teknik penanganan pasca panen. Salah satu peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama dalam memahami cara memasarkan produk secara digital agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Dengan adanya program “BayuAgroMart”, masyarakat Desa Bayu diharapkan mampu meningkatkan nilai jual buah lokal melalui pemasaran digital, sekaligus mengurangi ketergantungan pada tengkulak. Pengetahuan terkait teknik pasca panen dan branding produk juga diharapkan dapat membantu menjaga kualitas produk, sehingga lebih kompetitif ketika dipasarkan.
Program digitalisasi pemasaran ini menjadi langkah awal transformasi ekonomi desa berbasis teknologi, dan diharapkan dapat berkelanjutan sebagai modal masyarakat dalam membangun kemandirian serta memperkuat daya saing produk lokal Banyuwangi.
Editor : Linda Harsanti