Radar Jember - Langkah kecil Hamdan Fahmi Wafa kini menapaki jejak besar.
Siswa asal Karangkedawung, Mumbulsari, itu berhasil menembus sepuluh besar terbaik OMI bidang IPAS tingkat Jatim dan bersiap membawa nama MI Unggulan Nuris Jember ke panggung nasional.
Wajah mungil Hamdan Fahmi Wafa tampak semringah saat namanya diumumkan sebagai salah satu dari sepuluh besar terbaik Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Jawa Timur.
Siswa kelas 6C MI Unggulan Nuris Jember ini berhasil menembus kompetisi bergengsi bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dan akan mewakili Jawa Timur ke ajang nasional pada November mendatang.
Fahmi bukan nama baru di deretan siswa berprestasi MI Unggulan Nuris.
Sejak duduk di bangku kelas bawah, bocah asal Karangkedawung, Mumbulsari, itu kerap membawa pulang piagam dari berbagai lomba, baik tingkat lokal maupun nasional.
Prestasi terbarunya di ajang OMI menjadi torehan gemilang yang semakin menguatkan posisinya sebagai siswa berprestasi di madrasahnya.
“Ini semua berkat usaha, bimbingan guru, dan doa orang tua yang tak pernah putus,” ucap Hamdan.
Ia mengaku, setiap kali mengikuti lomba, dirinya selalu berusaha tenang meski kadang sempat ngeblank saat mengerjakan soal.
Namun, keyakinannya pada kekuatan doa membuatnya kembali fokus dan mampu menyelesaikan dengan baik.
Fahmi mengatakan, persiapannya menuju kompetisi nasional dilakukan secara disiplin.
Biasanya, ia mendapat bimbingan dua kali dalam seminggu.
Namun, menjelang lomba, jadwal latihan menjadi lebih intensif.
“Kalau sudah dekat lomba, hampir setiap hari latihan supaya lebih siap,” ujarnya.
Ia menyebut, dukungan dan doa dari orang tua menjadi bagian penting dari setiap langkahnya.
“Saya yakin dengan doa mereka yang tak pernah putus membuat saya lancar setiap mengerjakan,” tuturnya.
Selain unggul secara individu, Fahmi juga pernah menorehkan prestasi beregu di tingkat nasional.
Ketekunan dan semangat pantang menyerah membuatnya dikenal sebagai siswa yang disiplin dan rendah hati di lingkungan sekolah.
Fahmi, anak pasangan Akhmad Zaini dan Jumrotul Hasanah itu, mengaku prestasi yang diraihnya menjadi motivasi untuk terus belajar dan berusaha lebih baik.
“Kalau gagal, saya tidak kecewa, karena setiap lomba itu pengalaman,” katanya polos.
Bocah yang juga memiliki kakak bernama Hamdan Khoiri Wafa itu kini tengah bersiap menghadapi lomba nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 10 November mendatang.
“Saya ingin membawa nama baik Jember dan MI Nuris. Semoga bisa juara nasional,” pungkasnya. (ika/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh